Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
Aliya dan adiba


__ADS_3

setelah selesai membereskan pakaiannya


dia berbaring,dan tidak sengaja melihat kembali baju bekas di pakainya tadi di gantungan baju,dia tersenyum sendiri melihat tanda tangan artis yang tak lain adalah Aliya,


"teman kecilku ternyata sekarang sudah terkenal,ya Allah tuntunlah dia agar tetap di jalanmu!"gumamnya dalam hati,,


"Allahu Akbar - Allahu Akbar"


terdengar lantunan yang meng angkasa,


"ya Allah ternyata saya tertidur,,


sudah magrib rupanya"


matanya kembali tidak sengaja berpapasan dengan tanda tangan Aliya,


Malik mandi dan ganti baju kemudian bergegas keluar mau menuju masjid,dia sudah tidak sabar mau menuju masjid dulu yang setiap hari dia tempati mengaji,di luar kamar dia berpapasan dengan nyonya Irawan yang sudah siap dengan seperangkat alat shalatnya,sepertinya dia juga mau ke masjid,


"nyonya saya pamit ke mesjid dulu"


"kebetulan saya juga mau ke sana,tapi duluan saja,saya masih ada yang ketinggalan"


"baik nyonya"


tanpa berkata kata lagi Malik bergegas menuju masjid,yang kebetulan tidak jauh dari kediamannya,


sesampainya di pintu masjid ternyata banyak yang masih mengenalinya


"hai kamu"sembari bersalaman dan memeluknya,kapan datang,ternyata dia teman sepesamtrennya


"tadi siang "

__ADS_1


dan yang lain masih banyak yang tersenyum


sambil menepuk bahu Malik,sepertinya mingin berbincang bincang tapi melihat jamaah yang lain sudah pada berdiri,mereka keburu menuju kedepan melengkapi shof


"mari kita lanjutkan nanti"lanjut Malik,sambil mempersilahkan ke depan,


setelah shalat dan dzikir selesai para jemaah sudah mulai satu persatu meninggalkan masjid,tinggal para pemuda pemuda masjid yang mungkin ingin menunggu shalat isya,ada yang berdzikir,ada yang baca Qur'an,begitupun dengan Malik,seperti tak lelah setelah perjalanan jauh,dia masih menyempatkan buka Qur'an,


setelah menyelesaikan beberapa lembar,dia menghampiri laki laki tadi yang berada di luar mesjid,yang sepertinya menikmati cahaya cahaya lampu yang berada di halaman masjid


"abil"sapa Malik


laki laki itu menoleh ke arah Malik yang kemudian Malik duduk di sampingnya


"iya" sahut abil


"bagaimana kabar mu,apa kau sudah menikah?"


"belom"


"sekedar jadi guru honorer,di SD Xx"


"Alhamdulillah,di beri kesempatan mengalirkan ilmumu,itu bukan sekedar,justru


kau harus bersyukur,karna Allah memberimu kesempatan besar,menabung untuk akhirat,jangan memikirkan gajinya,kalau kau ikhlas pasti Allah akan memberimu dari jalan lain,dari arah yang tidak di duga duga"


"ya pak kiayi" jawab abil sambil tertawa kecil


"ternyata kamu semakin jago berpidato ya,"


sambung abil,,

__ADS_1


"bukan berpidato tapi sekedar mengingatkan dirimu"


"apa kau masih ingat adiba"


"Hem"mengangguk,dan pikirannya mulai mengingat kembali gadis cerdas sekaligus cantik,teman se SMP,dan sekaligus santri putri di pesantren yang sama dengannya,


"dia sekarang sudah kaya"


"syukurlah"


"cuma demikian???"


"terus bagaimana?"


"apa kamu tidak penasaran,dan bertanya gitu


,bukankah kau dulu pernah jatuh cinta padanya?"


Adiba,,siapa yang tidak akan jatuh cinta melihat kelembutan dan kecantikannya


"biarlah Allah yang mengaturnya,tentang cinta,memang sudah milik manusia,siapapun bisa jatuh cinta"


"kau sendiri ,apa sudah punya wanita yang ingin di halalkan?"


"seandainya Adiba mau,,pasti saya sudah melamarnya" $ambil menepuk paha Malik menggodanya


" kenapa tidak mencobanya?"


"tidak aku cuma bercanda,aku bukan pagar makan tanaman kok"


"aku juga tidak berfikir demikian,jodoh Allah yang mengaturnya,sudah hampir waktunya isya,sebaiknya kita masuk" sambil melihat jam tangan yang di kenalannya

__ADS_1


"ayo"jawab Malik singkat


mereka berdua pun berjalan beriringan menuju shof yang terdepan


__ADS_2