Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
ke rumah sakit


__ADS_3

 


Jarum jam sudah berada di angka 9


 


tapi Aliya belum pulang juga,hapenya tidak bisa di hubungi,dia tidak membawa asi


sten dan sopir,


" Malik apa Aliya sudah menghubungimu?"


pak Irawan yang sedang berada di ruang keluarga,menyapa Malik yang sepertinya hendak keluar


" ini saya mau mencarinya"


" kenapa lagi sih tu anak," (Irawan )


" saya pergi dulu tuan"


" pergilah"


ketika Malik melangkah menuju keluar


ternyata Aliya sudah berada di ruang tamu,Aliya menatap tajam mata Malik kemudian dia melanjutkan langkahnya.


kenapa hanya menanam kebencian dan meluncurkan banyak sekali tuduhan


kenapa kau tidak bertanya lebih dahulu


seperti apa perasaanku dengan pertunangan


ini, bukan hanya kau yang terluka tapi aku juga,tapi aku mau marah pada siapa?mau mengadu pada siapa? tidak ada yang menanyakan aku ,bagaimana denganku,apa aku bahagia dengan pertunangan ini?


Aliya juga tidak menghiraukan keberadaan


Irawan dan Hesti di ruang keluarga,dia terus saja melangkah menuju kamarnya,


" darimana saja kamu, apa kau tau kami semua disini mengkhawatirkan kamu, tanpa asisten tanpa sopir,jam segini baru pulang"


"kekhawatiran macam apa?"


"kamu itu perempuan,banyak bahaya mengancam di luar sana,bagaimana jika ada yang melukaimu? atau bahkan lebih dari itu?"


" aku tidak peduli pa ,biarkan saja semua orang melukaiku,aku juga sudah pasrah,


sudah tidak ada gunanya lagi sekarang hidupku"

__ADS_1


" apa sih maksud kamu Aliya?"


" apa papa minta pendapatku tentang pertunangan ini,apa papa pernah bertanya


dengan siapa aku ingin menjalani hidupku?


,tidak kan pa,? jadi untuk apa mengngkhawtirkan aku,aku sudah mati waktu cincin itu terlingkar di jariku"


"ini semua demi kebaikan kamu ,Malik orang yang bertanggung jawab,dan yang lebih penting lagi dia taat beragama"


"tapi aku tidak mencintainya pa"


Aliya berteriak dan tidak bisa lagi membendung air matanya


*****


Golden star group kembali aktif,rasa takut dan cemas menghantui Malik,cemas menghadapi orang yang gagal dia halalkan


namun dia mencoba menenangkan dirinya sendiri,dia berusaha mengusir rasa ketakutannya,


untuk apa merasa bersalah lagi pula aku


tidak pernah memberikan harapan apa apa padanya,namun bagaimana aku menghapus


memoriku tentang dia,sedangkan dia setiap hari selalu bersamaku? dia terlalu indah untuk di buang, ya Allah kenapa jalan


ini sangat rumit?


suara itu membuat badan Malik terasa


tersentuh aliran listrik,tapi perlahan lahan dia


mencoba merilexkan kembali tubuh dan perasaannya,Malik menjawab salam dan mempersilahkannya masuk,dengan tenangnya Adiba berbicara seputar GS group


" tuan, apa tuan mendengar yang saya sampaikan?"


Malik terkejut dan mengalihkan pandangannya yang sedari tadi tertuju ke wajah Adiba


" apa ? coba ulangi lagi!"


Adiba mengulang penjelasannya yang panjang lebar dengan sangat tenangnya


di hadapan Malik,tanpa ada gambaran bahwasanya dia dalam keadaan sakit hati,


" tuan,Jia semuanya sudah jelas saya permisi"


", baiklah".

__ADS_1


Adiba berbalik dan melangkahkan kakinya


belum sampai di pintu dia kembali ke arah meja Malik


" oh iya tuan"


Malik kembali tersentak dan dia mengangkat kepalanya yang di sanggahannya ke meja kerjanya


" ini saya lupa mengembalikannya " menyodorkan sapubtangan lapuk yang dulu di gunakannya untuk menghapus air matanya


Malik meraihnya tanpa terucap sepatah katApun


" lihatlah abil,dia begitu tenangnya di hadapanku,seolah tak pernah ada perasaan apa, atau memang hanya aku yang mempunyai perasaan padanya"


abil hanya diam tidak tau mau menanggapi apa dengan curhatan tuannya"


*****


sesampainya di ruangan kerjanya Adiba menangis sejadi jadinya,ia yang sedari tadi


berusaha sok gagah ,sok tegar di ruangan malik sudah tidak bisa membendung lagi air matanya


ya Allah kenapa takdir ini sangat rumit


bagaimana aku bisa membuang rasa ini


jika tiap hari aku harus berhadapan dengannya,?


*****


jam kerja sudah selesai dia sudah tidak ingin berlama lama lagi di tempat yang sudah membuatnya seperti terhimpit beban berat,dadanya terasa sesak,dengan lengkah sangat cepat dia menuju mobilnya


" bi pada kemana kok sepi"


dia bertanya pada bibi yang mengikuti langkahnya sampai depan kamar


" ibu,,ibu di rumah sakit non"


" apa??? kenapa tidak mengabari ku?"


" tuan melarangnya non,takut mengganggu nona katanya"


" kalau terjadi sesuatu ?".


Adiba kembali memasuki mobilnya dan memundurkan ya, dengan pakaian kerjanya


dia pergi kerumah sakit

__ADS_1


" rumah sakit ****** ****** non"


bibi berteriak memberi tahu nama rumah sakitnya


__ADS_2