
Sesampainya di kantor para staf bawahan adiba memberi hormat kepadanya,ada rasa bersalah,takut dan canggung ketika dia memasuki ruang kerjanya,merasa bersalah karna sebagai istri dari pengasuh pesantren dia harusnya menghentikan pekerjaannya di luar pesantren,tapi sepertinya ambisinya terlalu kuat,sehingga membuat dia bersikeras tetap melanjutkan pekerjaannya,setelah di ruangannya dia jengaj melihat kertas yang tumpukannya agak tinggi katna menang dua hari menjelang pernikahannya dia cuti dia memeriksa semua berkas dan file file di meja kerja dan laptopnya,dia menghela nafas panjang,ada beberap email masuk juga dari beberapa kantor cabang yang perlu dia sampaikan segera ke tuan Malik,dia mengambil yang paling penting dulu,yaitu menyampaikan beberapa laporan penting dari
kantor cabang ke tuan Malik,Adiba dengan langkah ragu ragu menuju ruangan Malik dia mengetuk pintu dan memberi salam
abil yang menang sudah biasa jadi teman saga di ruangan itu menjawab dan membukakan pintu,Adiba menuju kedepan meja Malik
" duduklah!"
Adiba duduk tanpa bergumam
" selamat ya atas pernikahanmu,"
apa apaan ini,kemaren kaan sudah"
" seharusnya kau masih menikmati hari pengantinmu,kenapa kau malah masuk kerja,apa suamimu tidak marah,apa kau tidak merasa kasihan di hari pertamamu menikah kau sudah meninggalkannya"
aku kesini karna aku masih ingin melihatmu
tuan,sebelum nantinya kau benar benar jadi milik orang,aku tidak peduli entah itu berdosa
atau akan ada karma di belakang nanti aku tidak peduli,aku merasa nyaman jika bisa melihatmu,walau hanya sekejap dan dengan jarak yang tidak begitu dekat
" Adiba apa kau baik baik saja?"
__ADS_1
Adiba bangun dari khayalannnya
" iya tuan,suamiku sangat baik ,dia mengijinkan ku masuk kerja,bahkan dia menyiapkan sopir dan bekal untukku"
dada Malik sedikit terasa perih mendengar penjelasan Adiba,
Gus hafid benar benar perhatian
" baiklah ,apa ada yang ingin kau sampaikan?"
" iya tuan"
dengan panjang lebar Aliya memberi tahu semua laporan dengan melalui laptop dan mulutnya,dan memberi tahu beberapa email penting yang di terimanya,sepertinya mereka berdua sangat nyaman meskipun pembicaraan mereka sebatas pekerjaan,setelah selesai Adiba mohon diri dan melangkah keluar hingga menghilang di balik pintu,Malik mengamati langkahnya sampai dia menghilang,
abil mengagetkannya
" jaga hati tuan !"
" apa sih,,,, kamu tu yang memperbaiki hati
sampai sekarang belum juga ada pasangan"
lebih baik begini tuan daripada ada ,tapi selalu di sakiti, rumit banget sih hidup mu tuan muda disisi lain kau mencintai tapi
__ADS_1
sudah di miliki orang,dan di sisi lain lagi
kau menerima perjodohan yang selalu membuatmu sakit hati dan verlarut larut dalam tuduhan kejam nona Aliya
mereka semua terdiam dan sibuk dengan aktivitas masing masing, Malik kembali fokus dengan pekerjaannya,dia berusaha membuang semua pikiran tentang cintanya yang gagal,dia hanya berusaha dengan tegar
mengikuti jalan takdir yang kini terlentang di hadapannya.
semua yang terjadi bukanlah kebetulan semua Allah yang ngatur,kita tinggal berusaha dan menjalaninya,biarkan luka ini berangsur angsur sembuh dengan sendirinya
aku tidak akan pernah mengeluh dengan keputusan yang engkau berikan
Malik berperang dengan batinnya sendiri
*****
di ruang kerjanya Adiba mulai merasa lapar
dia meraih kotak bekal yang tadi di bawakan Gus hafid,yang terasa di dalamnya berisi
Roti isi ,sudah cukup untuk mengganjal perutnya yang keroncongan
kau peduli banget si Gus,,tapi entahlah aku masih ragu dengan pernikahan ini,aku sudah terlanjur nyaman dengan nya,,,sampai aku lupa apa itu dosa dan pelanggaran
__ADS_1