
Malam yang yang sudah menjelang pagi,jalanan sangat sepi,hanya di bumbuhi dengan suara suara jangkrik yang menambah
kesunyian hati Malik,mobil Aliya melaju cepat,Malik membuntutinya dari belakang dengan sangat cepat pula,dia sampai tidak sadar bahwa tubuhnya sangat letih,karna dua hari berada dalam acara yang melelahkan ,di tambah tidak tidur semalaman karna menunggui Aliya dirumah kekasihnya
Penjaga gerbang utama rumah pak Irawan sangatlah setia,mereka tetap dengan tugasnua,menunggui pintu gerbang tanpa memejamkan mata,melihat mobil Aliya ada di depan gerbang,mereka berdua spontan langsung berlari dari tempat duduknya dan membukakan pintu gerbang,mungkin mereka berdua lah yang selalu tau duluan,tentang tingkah laku Aliya di malam hari,termasuk malam itu,tapi karna kesetiaan mereka berdua pada tuannya,mereka tidak pernah menyampaikan informasi apapun kecuali perintah tuannya.
kedua mobil berhenti tepat di tempatnya masing masing ,rumah masih sepi karna penghuninya masih pada hanyut dalam mimpi masing masing,Malik tetap dengan kebisuannya membuntuti Aliya dari belakang
hingga menuju kamarnya,Aliya merebahkan
tubuhnya di tempat tidur,tidak pedulikan Malik yang sedari tadi mengikutinya,tidak bisa berkata apa apa,,lidah dan tenggorokannya terasa kaku,memikikan apa yang tengah istrinya lakukan,
Lantunan Al Qur'an masjid sudah terdengar itu pertanda setengah jam lagi waktu subuh akan datang,Malik tetap saja dengan posisi duduknya di sofa,dia terus mengamati tubuh istrinya yang tertutup selimut,dan berulang ulang menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya sendiri
Malik mengganti pakaiannya dan menuju madjid,meskipun belum adazan subuh ,jalan di gang rumah Malik ,sudah ada beberapa orang yang mengisi jalan tersebut mau menuju masjid,memutar kran membasuh kedua tangan dan hidung dan mulutnya,kemudian dia membasuh mukanya
dan seterusnya,barulah hatinya seperti mendapat sedikit ketenangan, dia langkahkan kakinya menuju ruang tamu Allah,di sana sudah ada beberapa yang tengah duduk bersila,ada yang shalat ada pula yang sedang membaca Qur'an.
Malik mencoba membuang semua masalahnya,dia angkat kedua tangannya hingga telinga,dan hanyutlah dia dalam menghadap sang pencipta,dialah tempat peraduan ternyaman
__ADS_1
ya Allah berilah aku kekuatan dalam menghadapi semua ini,karna aku yakin engkau tengah mengujiku ,dan aku yakin
engkau tidak akan memberi ujian di luar batas kemampuanku,maka bimbinglah aku agar aku tidak selalu mengeluh ......
dengan tangan menengadah air matanya bercucuran sesenggukan sampai seluruh badannya tergoncang,Malik curahkan seluruh kegelisahannya kepada yang maha memberi ketenangan
sepulangnya dari masjid Dia masih menjumpai istrinya di balik selimut,malik mencoba membangunkannya dengan lembut dan menyuruhnya shalat subuh
" Aliya bangunlah ,mumpung waktu subuh masih ada"
Malik membuka sedikit selimut dan menepuk nepuk pipi Aliya,Aliya membalikkan tubuhnya
" apaan sih berisik,tolong jangan ganggu aku ,aku sangat capek"
Aliya menyatukan kedua tangannya
,kemudian dia kembali menutupi tubuhnya dengan selimut
ya Allah lembutkan lah hatinya
__ADS_1
berbaring di shofa mbuat Malik yang sudah
kelelahan jadi tertidur,abil yang sedari tadi menunggu di ruang kerja ,melihat jam sudah sangat siang,akhirnya dia memberanikan diri
pergi kekamar malik dan mengetuk pintu tuannnya
" assalamualaikum tuan"
Malik tersentak kaget dan langsung membuka pintu,dengan baju Koko dan sarungnya
"kau.....suadh dari tadi ya?"
"sudah setengah sembilan tuan,apa tuan mau kekantor?"
"baiklah tunggu aku 10 menit"
abil tersenyum melihat Aliya yang masih tertidur pulas di ranjangnya
rupanya malam pertama tuan sangat berjalan lancar
__ADS_1
abil kembali ke ruang kerja Malik,dengan senyum kecil turut bahagia dengan kebahagiaan tuannya,tapi entahlah jika dia tau seperti apa suasana hati tuannya saat ini