Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
ijinkan aku mengabdi pada suamiku


__ADS_3

Langit telah berubah warna menjadi jingga,itu pertanda matahari sudah mau kembali keperaduannya.Aliya sedari tadi masih saja berdiam di depan meja riasnya,berkali kali membenahi penutup kepala yang pertama kalinya dia kenakan,berdiri berputar masih belom percaya diri dengan penampilannya,pakaian berwarna merah jambu yang panjang hingga menutup jari jari kakinya.Dalam keterdiaman nya bunyi mesin kendaraan seperti berhenti di halaman rumah,yah itu mobil suami yang baru saja merubah penampilannya.Aliya segera bangkit dan mempercepat langkah menuju suara mesin mobil.


"Wah wah ,subhanallah aliya,kamu cantik sekali nak"


Hesti menghentikan langkah Aliya dan memegangi pangkal lengan atasnya,tampaknya Hesti sangat kagum


"Terima kasih Tante"


Kemudian Aliya buru buru meneruskan langkahnya menuju teras,di garasi abil telah membukakan pintu mobil untuk Malik,dan pak Mus sudah membawakan tasnya.tak sengaja mata Malik tertuju pada wanita berpakaian tertup yang tengah berdiri di depan pintu,Malik tersenyum menghampirinya dengan di susul pak Mus,darah Aliya berdesir dan menghasilkan uap hangat di sekujur tubuhnya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumussalam,boleh aku mencium tanganmu?"


Malik mengulurkan tangannya dan tersenyum,pak Mus ikut tersenyum seakan juga merasakan suasana hati Aliya saat itu


"Ini hakmu,aku adalah hakmu,apapun yang kau inginkan,semuanya boleh engkau lakukan"


Seketika Aliya meraih tangan Malik dengan kedua tangannya,bukan lagi bersalaman,melainkan dia berkali kali mengecup tangan Malik


"Sini pak biar saya saja yang bawa"Aliya meminta tas kerja Malik yang berada di tangan pak mus


"Beneran gak pa pa non?"


"Gak pa pa"


Aliya mengambil tas yang di ulurkan oleh pak Mus,dan melangkah kedalam dengan di ikuti Malik di belakangnya,Hesti dan Irawan merasa di jatuhi seribu bintang di rumahnya melihat pemandangan yang terlintas di hadapannya.


Aliya menaruh tas dan menghampiri Malik yang tengah menggerak gerakkan pangkal dasinya

__ADS_1


"Apa boleh aku membantumu"


"Lakukanlah!"


Aliya mulai melepas dasi Malik dan jas Malik kemudian meletakkannya di keranjang cucian,


"Aliya"


"Ya"


"Kau sangat cantik dengan pakaian seperti ini"


Pipi Aliya memerah karna malu


"Terima kasih"


"Muda mudahan Allah selalu menuntunmu kejalan yang benar"


"Amin...."


Kau hanya menyentuh kepalaku,tidak lebih,tapi tidak apa apa,akupun sudah sangat bersyukur karna kau masih Sudi menyentuhku(Aliya)


"Baiklah aku mandi dulu,waktu ashar hampir habis,aku belom sempat salat tadi,karna ada tamu di kantor"


"Mandilah"


Aliya menggelarkan sajadah Malik dan menyiapkan baju gantinya,ternyata usia kehamilannya yang semakin bertambah membuat dia sering merasa lelah dan nyeri perut,karna oerutnya merasa nyeri dia duduk di ranjang dan mengusapnya perlahan


"Beruntunglah kau tumbuh di rahimku dengan di temani orang sebijsksana dia,kalau tidak mungkin saat ini kau sudah tidak ada disini,tumbuhlah kau jadi orang yang taat dan membanggakan,kau beruntung akan mempunyai ayah seperti malaikat"

__ADS_1


Malik yang tengah keluar dari kamar mandi panik, melihat Aliya meringis sambil mengusap perutnya dia segera berlari kearah ,tapi Aliya menahannya agar tidak menyentuhnya,dia angkat tangannya


"Salatlah kamu,aku tidak apa apa,ini sudah biasa kok,cuma nyeri sedikit"


"Tapi benar kamu tidak apa apa?"


Aliya mengangguk dan kembali mengusap perutnya


" Itu baju gantinya sudah aku siapkan di " sambil menunjuk baju ganti yang berada di tepi tempat tidur di belakang Aliya


"Kau tidak usah terlalu over melayaniku,kamu jaga saja kesehatanmu,aku bukan anak kecil"


Ucap Malik sambil memasang kancing bajunya,Aliya hanya terdiam tidak menjawab sepatah katapun,dia merasa Malik tidak suka dengan perhatiannya,air matanya tak terasa menetes di pipinya yang baru saja hilang kemerahannya karna merasa malu di puji Malik.


Setelah selesai salat Malik menghampiri Aliya uang yengah sesenggukan,Malik mengusap perutnya


"Apa perlu ke dokter?apa kau kesakitan?"


Aliya melepas perlahan sentuhan tangan Malik dari perutnya


"Aku tahu kau tidak suka aku layani,aku tahu kau tidak pernah mencintaiku,


Tapi aku hanya berusaha belajar menjadi istri yang baik,tidak apa,kau tidak menganggapku di hatimu,bahkan jika kau ingin menikah lagi dengan wanita yang masih terjaga kesuciannya,demi Allah aku rela,karna kau berhak mendapatkannya,tapi aku mohon ijinkan aku mengabdikan hidupku untuk suamiku" tangis Aliya semakin menjadi jadi,Malik mengusap lembut air matanya


"Kau bicara apa?aku tidak pernah keberatan dengan semua yang kau lakukan,justru aku kwatir dengan kesehatanmu,apa maksudmu menikah dengan gadis lain?tidak pernah terfikir olehku hal itu ,sana sekali tidak pernah terfikir,jadi jangan berfikir yang aneh aneh,jaga saja kandunganny agar kau tetap sehat dan bisa menghadapi persalinan dengan lancar,aku minta maaf jika kata kataku menyinggungku"


"Tidak,jangan minta maaf,aku saja mungkin yang kurang peka"


"Sekarang hentikan tangisanmu,dan berwudlu lah,sebentar lagi adzan magrib,kalau kau mau kau bisa kemesjid bersamaku"

__ADS_1


Aliya mengangguk


__ADS_2