
Aliya sangat sempurna dengan gaun putih
tertutup dengan mahkota kecil di kepalanya,gaun ini request dari Malik,
sebenarnya gaun ini ada jilbabnya tapi Aliya tidak mau memakainya,Malik juga sangat sempurna dengan jas hitam kemeja putih dilengkapi dengan dasi kupu kupunya,meskipun Aliya menolak pernikahan itu,tapi dia cukup bisa menghargai keluarganya,dia menuruni tangga dengan melingkarkan lengannya ke lengan Malik,dan karna juga sadar ada beberapa kamera yang sedang mengikutinya,dengan senyum
tanpa makna pasangan itu menuruni tangga menuju altar,pak Irawan tampak bahagi sekali melihat mereka tersenyum dan bergandengan tangan
Berjam jam berdiri di altar ternyata membuat mereka merasa bosan dan jenuh juga,acara yang melelahkan dan membosankan itu akhirnya selesai juga,
semua tamu mulai meninggalkan ruangan,begitupun abil yang sedari tadi berdiri dan terus mengambil gambar tuannya dengan hapenya mohon pamit pulang.
******
melepas gaun yang membuatnya gerah kemudian berendam di bak mandi itu sangat membantu menghilangkan penatnya
Malik masuk kekamarnya sendiri dan merogoh kolong tempat tidurnya yang hampir tidak bisa di masuki tangan,dia mengeluarkan
satu persatu benda yang seperti bingkai dari
kolong tempat tidurnya,dia pandangi beberapa bingkai itu, dia selonjoran di lantai dan menyandarkan punggungnya ke tempat tidurnya
cukup dengan lukisan ini aku ungkap perasaanku,wajahmu terpatri sempurna di fikiranku,hingga aku tidak butuh keaslian mu unt uk membentuk sebuah lukisan ini,
dia memegangi bingkai itu bergantian,ternyata Allah tidak mengizinkan
aku dan kamu bersatu,tapi mungkin inilah yang terbaik,muda mudahan kau berbahagia disana.......
setelah puas memandangi lukisan lukisan itu dia kembali memasukkannya di kolong tempat tidurnya,Malik kembali ke kamar Aliya,disana Aliya sudah selesai dari mandinya,duduk di sofa sambil menelpon seseorang itu yang di lakukannya
Malik memperhatikannya sebentar kemudian dia terus berjalan menuju kamar mandi,usai dari mandinya Malik masih mendapati istrinya menelpon dia segera menyelesaikan ganti pakaiannya,dan diaendekati Aliya
" mau lari dengan siapa?"
Malik menmotong pembicaraan Aliya di telpon,yang sempat dia dengar sedikit bahwasanya Aliya minta seseorang untuk membawanya lari
__ADS_1
"aku ingin lari dengan kekasihku"
"larilah jika kau tidak peduli lagi dengan orang yang sudah tampak garis garis usia di wajahnya,larilah jika kau tidak peduli lagi dengan dengan kehormatan keluargamu,dan masa depan GS group,larilah! disini bukan hanya kau saja yang terluka,tapi aku juga terluka,karna aku....."
"ah sudahlah aku tidak peduli semua itu"
Aliya keluar dan membanting pintu,Malik tidak bisa apa apa,dia duduk di sofa dan berulang ulang menyapu rambutnya
menarik nafas panjang,sakit dadanya menghadapi tingkah Aliya
melihat suasana sudah sepi Aliya pergi ke garasi dan menjalankan mobilnya,mendengar suara mesin berbunyi Malik segera turun ke bawah,ternyata Aliya sudah keluar dari gerbang utama,di suasana hatinya yang kacau,malik masih harus mengendara sendiri
untuk mengejar Aliya, ternyata mobilnya menuju rumah kontrakan yang dulu pernah dia kunjungi bersama abil
tampak seorang laki laki sudah di menunggunya di depan pintu ,belum sempat kedua orang itu masuk ,Malik sudah menarik tangan Aliya,
"ayo pulang !"
" lepaskan tanganku"
kekasih Aliya tersenyum licik
"Aliya aku bilang berhenti,kau sungguh keterlaluan ,kau telah melampaui batsanmu"
"aku tidak peduli,aku mencintainya,jadi jangan ganggu aku"
" kau dengar itu ,jadi pulanglah"
kekasih Aliya mendorong Malik dan menarik menarik tangan Aliya dan menutup pintunya
,Malik berulang ulang mengedit gedor pintu tapi ,dua ornag itu sudah masuk kekamarnya,Malik Mondar mandir di depan pintu itu,kedua orang itu sedang melakukan kebiasaannya di dalam kamar,
kamar itu adalah saksi setiap kali mereka melampiaskan hasrat mereka,kekasih Adiba menjalankan jari jarinya di pipi Aliya dan terus kelehernya
"hi gadis nakal...ini malam pengantinmu,tapi kau malah bersamaku disini"
__ADS_1
pria itu menciumi seluruh tubuh Aliya
"aku mencintaimu,bawalah aku pergi dari sini"
pria itu tidak membiarkan Aliya berbicara dia ******* bibir Aliya,hingga Aliya aush bernafas,dan terjadilah hal yang tidak seharusnya di jelskan disini.
Sementara Malik masih tetap saja menunggui kekasihnya di luar, berkali kali dia
melihat jamnya
yaallah selamatkan lah istriku dari perbuatan hina,dan ampunilah aku karna aku tidak berdaya,aku tidak bisa menjalankan amanahmu,apa yang harus aku lakukan ya Allah? jika aku melaporkan perbuatan mereka
semua orang akan tahu,dan apa yang akan terj Adi pada papa?ya allah........
air mata Malik bercucuran deras ,dia merasa
adalah orang yang paling bodoh karna tidak bisa berbuat apa apa.
" Aliya Aliya buka pintunya,ininsudah hpir pagi"
mendengar terialan itu pria yang bersama aliya membangunkan Aliya,dan menyodorkan pakaian aliya
" hi bangunlah !suamimu yang bodoh masih menunggumu"
"biarkan saja dia menungguku"
"Aliya Aliya ,keluarlah!" Malik kembali berteriak
"ayo pakailah pakianmu dan pulanglah!"
Aliya mengambil pakaiannya dan mengenakannya dan keluar dari kamarnya
tanpa memperdulikan Malik yang menunggu,Aliya langsung menuju mobilnya
,mulut Malik sudah merasa keluh untuk memanggilnya,Malik pun mengikutinya dengan tanpa berkata kata
__ADS_1