
Semenjak tahu kalau aliya tidak senang dengan dengan pertunangan itu pak Irawan menugaskan beberapa pengawalan secara sembunyi sembunyi di khawatirkan melakukan tindakan yang tidak di inginkan,
malam sudah semakin larut tapi Aliya belum Pulang juga, namun laporan dari beberapa pengawal sejauh ini tindakan Aliya masih wajar wajar saja,tidak aneh aneh,meskipun dia sering berontak tapi dia tidak pernah melampaui batas,dia sekedar ngobrol dengan teman temannya karna ingin memperlihatkan ke tidak setujuannya
satu bulan sudah pertunangan Malik dan Aliya,tapi tidak ada kencan,tidak ada Dinar,bahkan hubungan mereka semakin
buruk,tak jarang sapaan Malik di balas dengan hinaan dan pandangan tajam bak harimau mau menerkam mangsanya.
Pagi bagai petir menyambar Adiba menyodorkan sebuah kertas berwarna maroon,dan didalamnya bertuliska tinta emas
dengan dua nama
ADIBA AZZURA MALIKA
dengan
MUHAMMAD HAFID ABDILLAH
Malik menerimanya dengan beberapa kali menelan ludah ,karna tenggorokannya terasa kering
" kehadiran adalah kehormatan bagi saya,saya harap tuan berkenan menghadirinya"
" bbbaiklah dengan senang hati saya akan menghadirinya "
Adiba mohon ijin keluar dan dengan tenangnya dia melangkahkan kakinya seperti tanpa beban ternyata kau benar benar bukan takdirku
*****
suara nyanyian jangkrik semakin terdengar jelas itu pertanda malam semaki sunyi,tapi Malik tak kunjung bisa memejamkan matanya dia lihat berulang ulang kertas berwarna marun yang ada di tangannya,dan sesekali dia menatap lampion yang berada di tengah \- tengah taman rumah pak irawan,disela sela lamunannya ada suara mobil yang memasuki
halaman rumahnya,ya,,itu mobil Aliya yang baru datang,Malik pun bangun dari tempat duduknya berniat mengakhiri lamunan konyolnya,karna memang matanya mulai terasa berat
" eh tuan muda ada di taman rupanya ya dari tadi," sapa pak Mus yang berada di belakang Aliya
" iya pak Mus" dan tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata Aliya dan kembali dia mengalihkannya ,tanpa bergeming Aliya terus saja melangkahkan kakinya,di susul pak Mus dan Malik di belakangnya
ketika berniat ingin mandi ternyata air di kamar mandinya macet,dia kembali memakai pakaiannya dan memanggil pak Mus yang sudah hampir terlelap dalam tidurnya,
" iya ada non"
" nona memanggil saya" tanya pak Mus yang sudah berdiri di depan pintu kamar Aliya
__ADS_1
" iya ,air kamar mandi saya kok macet"
" coba saya periksa dulu ya non"
Aliya mengangguk dan pak Mus mencoba memeriksa kran dan memutar kran nya sampai berkali kali,tapi airnya benar benar macet
"non sepertinya ini ada masalh di salurannya
harus tukang ledeng yang membenahinya non ,soalnya saya kurang ngerti" alasan pak Mus karna sudah mengantuk
" baiklah"
pak Mus kembali kekamarnya, berkali kali Aliya menggeliyat di atas tempat tidurnya,matanya belom bis terpejam juga,
kebiasaannya mandi setelah beraktivitas yang membuatnya tidak bisa tidur karna tidak melakukannya malam itu,mau tidak mau dia mengetuk pintu kamar Malik yang bersebelahan di kamarnya,karna dia malas mau turun ke ruang tamu
" tok tok tok"
sampai berkali berkali hal itu di lakukannya
tapi tidak ada jawaban dari dalam
kenapa si tuan Ali,lama sekali membuka pintunya ,padahal aku sudah tidak bersuara
dan akhirnya Malik mendengar suar ketokan yang semakin keras dari pintu kamar,
baru saja terpejam siapa sih?
ucapnya sambil berat membuka matanya,langkahnya malas malas menuju pintu,setelah membuka pintu dia terkejut ada Aliya di depan pintu kamarnya
" kau ,kau mau apa malam malam begini di kamarku"
tanpa menjawab Aliya masuk sampai menabrak bahu Malik,dan menuju kamar mandi
"aku mau numpang mandi"
karna memang sudah berad di kamar mandi
Malik setuju saja ,Malik kembali ke tempat tidurnya,dan kembali menarik selimutnya
karna matanya memang sudah berat
__ADS_1
Aliya menggunakan semua peralatan mandi Malik
shampoo mu boleh juga ,ini bekas dari Mesir rupanya,kamu nyetok rupanya ya,,apa jangan jangan kau menjual shampoo juga,sampai sudah lama di sini shampo mu masih ada juga,tapi gak pa pa aku suka wanginya,
aliya tersenyum senyum sendiri sambil memijat minat kepalanya di bak mandi Malik
yang sudah berisi air hangat
setelah selesai mandi dia kebingungan mencari handuknya,yang memang dia lupa membawanya,setelah lama berdiri di balik pintu kamar mandi akhirnya dia berteriak memanggil nama Malik yang sudah kembali terlelap
" Malik,,,!
seketika Malik tersentak dan langsung duduk dengan kaki sampai paha masih dintutupi selimut
" aduh apa lagi sih,rupanya belum keluar dari kamar mandi,"
Malik menghampiri pintu kamar mandi dan menanyakan apa maunya
" ada apa ?"
" handuk"
"dimana handukmu"
" hamdukmu'
" kenapa handukku?"
" cepatan aku kedinginginan"
akhirnya dengan terpaksa Malik memberikan handuk yang sudah dinpakainya itu dari balik pintu ,seketika Aliya menarik handuk dari tangan Malik dari balik pintu dan dia keluar
dengan tubuh hanya di balut dengan handuk Malik sampai sepaha
" astaghfirullah" seketika Malik membalikkan badannya yang masih berdiri takut Aliya memanggilnya lagi
" sok suci,padahal seneng"
ucap Aliya dan terus keluar kamar
kenapa handukku di bawa?
__ADS_1
bukankah dia anti ya denganku?