Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
Tidur sekamar


__ADS_3

mas kawin yang tidak lunas bukanlah suatu hal yang tidak mengesahkan nikah,bahkan mereka sudah sah menggauli pun sudah halal,asalkan sang istri rela dengan hutang mas kawi suaminya,meskipun hutang itu harus di cicil seumur hidup,dan malik pun sangat paham dengan hal itu,tapi Malik hanya masih kurang keberaniannya untuk satu kamar dengan Aliya,dia masih berpikir bagaimana dia akan sekamar dengan orang yang menuduhnya sangat keji,,,sangat menyeramkan mungkin,


Irawan yang mengetahui bahwasanya Malik masih tetap di kamarnya sendiri,merasa tersinggung,dia merasa Malik sudah kelewatan menentangnya,dengan penuh amarah dia menuju kamar Malik,tanpa sabar dia menggedor gedor pintu kamar Malik,Malik yang masih belom menyudahi bacaannya seketika beranjak panik,entah siapa yang telah mengedit gedor pintu kamarnya


apa itu Aliya?tidak mungkin untuk apa di kezini,bukankah dia lebih senang begini?


dengan langkah ragu ragu dia membuka pintu kamar,dan ternyata pak Irawan sudah berdiri dengan sorot mata menakutkan,


" tu tu tuan,ada yang bisa saya bantu?"."


" dengan panggilanmu saja padaku,kau masih saja tidak menuruti kata kata ku,kau selalu


kembali kekebiasannmu,kau selalu seenaknya bertingkah sesukamu,dimana etikamu,dimana hasil pendidikanku selama 8 Thun di Kairo"


dengan nada berapi api pak Irawan menumoahkan seluruh amarahnya,Malik hanya menunduk tidak berani memandangnya,dia sadar bahwasanya,dia kembali memanggil pak Irawan dengan sebutan tuan lagi ,karna lupa saking gugupnya,


" apa kau tidak di ajari atau memang sengaja tidak belajar tentang bakti dan balas Budi?,aku memang bukan orang tuamu,tapi aku yang membesarkanmu ,dan memberimu pendidikan,sehingga kau seperti sekarang ini,setidaknya,ingatlah sedikit tentang kebaikanku,hargai keputusan dan keinginanku,aku tidak minta banyak ,hanya itu"


pak Irawan sesenggukan setelah menyelesaikan amarahnya,airmatanya tumpah sederas derasnya


"maafkan saya,jika saya bersalah"


"kamu bersalah,bersalah pada Allah,kau telah lari dari tanggung jawabmu,setelah janjimu padanya,yang kau ucap di depan orang banyak,tapi sekarang kau malah membiarkan istrimu tetap sendirian di kamat"


"tapi mas kawin saya belom".


"aku tahu kau bukanlah orang,mas kawin itu hanya alasanmu ,kau bahkan lebih paham dari aku tentang hukum perkawinan ust ali,


tapi sekarang terserah kamu,aku tidak ingin memaksamu,lakukan sesuka hatimu,aku sudah tidak peduli lagi,aku sudah serahkan seluruh kepercayaanku padamu,hartaku,bahkan anakku,tapi kau,,,"

__ADS_1


Irawan berlalu dari hadapan Malik


air mata Malik mengantar kepergian pak Irawan,


saya bersalah tuan,saya tidak tahu balas Budi,saya telah mengkhianati kepercayaan anda,maafkan saya tuan


Malik memandangi gagang pintu kamar di sebelah kamarnya mau tidak mau dia harus memasuki kamar itu,mau tidak mau dia harus membuang semua kenangan tentang Adiba yang indah di pikirannya ,dia menutup pintu kamarnya,dan mengetuk pintu kamar Aliya


"assalamualaikum"


sampai berkali kali Malik mengetuk pintu kamar Aliya,tapi Aliya tidak kunjung membukanya,tapi Malik terus saja mengetuknya,hingga akhirnya di buka juga


" ada apa?"


tanpa menjawab Malik nyelonong masuk saja


" aku sekarang suamimu".


" tapi kau belom melunasi mas kawinmu".


"mas kawin bukanlah suatu alasan tidak sahnya pernikahan kita,"


" tapi aku tidak terima kau,hingga kau menyelesaikan mas kawinmu"


"apapun yang kau inginkan,ijinkanlah aku berada di kamarmu,aku tidak peduli kalau aku hari tidur di lantai,atau di manapun,tapi tolonglah,biarkan aku membahagiakan pak Irawan,biarkan aku membalas kebaikannya"


" itu hanya alasanmu,tapi yang sebenarnya,kau memang mau sekamar denganku"


"terserah apapun yang kau pikirkan,tapi tolonglah,pikirkan ayahmu,dan seharusnya kau yang lebih memikirkan perasaannya bukan aku".

__ADS_1


" kenapa harus aku,bahkan dia tidak pernah sedikit saja memikirkan perasaanku,dia hanya memikirkan keinginannya sendiri,dia sudah terlanjur percaya dengan bibirmu yang pandai bicara"


"cukup aliya cukup,sudah cukup semua tuduhanmu padaku selama ini,aku sekarang suamimu,mau tidak mau kau harus menghormatimu, aku tidak pernah mengharapkan sepeserpun dari harta tuan Irawan,aku sudah cukup berterima kasih karna dia sudah berkenan menampungku di dalam rumahnya,


aku hanya tidak tega padanya,dia tadi datang menangis padaku,dia merasa kepercayaannya telah di khianati,jadi aku mohon hargailah orang tuamu sedikit saja".


" menghargainya,dengan menganggapmu suamiku,begitu,sudahlah jangan bermimpi,


aku tidak suddi dengan hal itu"


" baiklah terserah kau saja,aku tidak peduli lagi,yang penting aku sudah memperingatkan mu,dan biarkan aku tidur aku sudah mengantuk"


Adiba beranjak ketempat tidur dan melempar bantal ke sofa,Malik mengerti bahwasanya Aliya ingin dia tidur di shofa


,Malik merebahkan tubuhnya di shofa dan mencoba memejamkan matanya


ya Allah berilah aku kekuatan untuk bisa menjadi suami yang baik,dan berikan aku petunjuk agar bisa menuntun istriku ke jalan yang benar


malim tidak bisa tidur,karna ke berisikan Aliya dengan telfonnya,sesekali Malik memandangi istrinya, yang tengah ngobrol .


dengan seseorang di seberang sana,sepertiny a sesekali Aliya mengutarakan kekesalanny pada Malik lewat hpnya,tapi Malik hanya diam saja,mencoba untuk menghadiri alam mimpi


"sabarlah sayang pernikahan ini pasti berakhir,aku hanya mencari cara bagaimana sekiranya papa membencinya,dan mengusirnya dari rumah ini"


itu sebagian kalimat yang didengar Malik


ya Allah ternyata kau masih berhubungan dengannya,ya Allah jika dia benar benar jodohku maka kuatkanlah aku,dan segerakanlah lembutkan hatinya ya Robb,,,


aku pasrah dengan takdirmu,dan segera hapuskanlah kenangan indah yang menyakitkan ini

__ADS_1


__ADS_2