
tanggal yang yang tertulis di undangan sudah tiba,ruangan penuh dengan riasan bunga dan lampu lampu yang sangat indah,
di campuri dengan harum bunga melati rancangan santri putri kedua mempelai sudah tampak seperti raja dan ratu ,sesekali adiba menpakkan gigi gingsulnya yang membuatnya semakin cantik,senyuman palsu yang tidak ada seorangpun tahu,Adiba merasa waktu berjalan sangat lambat dengan rasa sakit dan di tambAh gaun pengantin yang sangat berat dia merasa dadanya terasa sangat pengap, di tambah dia
harus melayani satu satu tangan orang yang memberinya selamat.
*****
Di rumah Irawan Malik masih kebingungan
mau pergi sendiri atau dengan Aliya,dia belom juga keluar kamar sementara abil sudah lama menunggu di kursi teras rumah
Aliya sudah tampak dengan gaun sesuai tema pernikahan Adiba yaitu gaun putih yang tertutup kecuali rambutnya,karna dia mau kelingkungan pesantren,
" mana Malik?" tegur Irawan
Aliya hanya mengernyitkan bahunya
"apa kau mau pergi sendiri ,apa kau mau mempermalukan papa?"
Aliya hanya diam
" cepat susul dia!"Irawan
kenapa harus aku juga sih yang nyusul gak ada pak Mus apa?
dengan langkah kesal dia menuju kamar Malik
tanpa mengetuk pintu dia membuka kamar Malik,yang ternyata Malik sudah ada di balik pintu,sejenak Aliya tercengang dengan penampilan Malik,kemudian dia alihkan pandangannya ke tangan Malik yang sudah siap dengan kadonya,
kau keren juga tapi sayang aku tidak tertarik
__ADS_1
" belajarlah panggil salam sebelum membuka pintu,ngagetin terus sih kerjanya"
" jangan ceramah ayo abil menunggu dari tadi"
Malik pun melangkah mengikuti langkah Aliya
" penampilanku gimana sudah cantik kan?"
" cantik ,lebih lebih kalau semuanya ku tutup"
" aku gak minta pendapatmu"
" seandainy papa tidak menjodohkan ku denganmu pasti aku sudah hadir dengan kekasihku"
Malik hanya diam dan terus melangkah
menuju mobil ,disana abil sudah membukakan pintu melihat Malik dan Aliya sudah muncul
"tidak bisa tuan,ini perintah tuan besar"
" jangan sok jual mahal ayo masuklah kita sudah terlambat"
dengan terpaksa Malik masuk di pintu belakang dia duduk sangat menepi kemudian di susul Aliya,abil mulai melajukan mobilnya,dan sesekali dia melihat pasangan di spion mobilnya,
" kalian sangat serasi tuan" abil usil dan lancang mengatakannya
"aku tidak minta pendapatmu,lagian ini hanya sementara,aku hanya nunggu waktu untuk mengakhirinya"
Malik terus saja diam dan mengamati pohon pohon yang seperti berjalan dan di tinggal oleh mobil ,dan sekali lagi abil mengusili mereka dengan ngerem mendadak ,Sampek kepala Aliya terpental dari kursi depan dan kepala Malik,karna bersamaan dengan dengan tetpentalnya kepala Malik ke kaca
" abil hentikan ke konyolanmu jangan bercanda"
__ADS_1
sambil menggosok kepalanya dan melihati Aliya yang juga menggosok kepalnya"
" apa apaan sih abil,kau mau saya pecat?"
" maafkan saya tuan nona,tiba tiba saja ada kucing lewat
tanpa bicara sepanjang perjalanan akhirnya sampai juga di tempat yang di tuju mereka berjalan tanpa bergandengan tangan,mata mereka tertuju pada kedua mempelai yang tampak cantik dan gagah
kau benar benar cantik ,beruntunglah Gus hafid telah menyandingmu
" hi lihatlah dia sangat cantik(menyenggol siku Malik) seandainya kau yang ada disana pasti serasi banget,"
Malik diam saja dan terus melangkah kedepan ,sepertinya mata adiba juga memperhatikan mereka ,matanya mulai berkaca kaca namun sekuat tenaga dia menahan dan k campuri dengan senyumnya yang palsu
sampailah mereka di hadapan mempelai
Malik memeluk Malik dan memberi selamat
kemudian melanjutkan memberi selamat kepada Aliya sejenak dia menatap Aliya
kemudian berjalan terus dengan di ikuti aliya
" apa neng sudah capek?" bisik Gus hafid
Adiba hanya mengangguk
" 10 menit lagi selesai ,yang sabar ya!"
adiba hanya mengangguk lagi
selesai sudah acara itu semua tamu sudah pada kembali ke kediaman masing masing
__ADS_1