Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
ANCAMAN


__ADS_3

Sesampainya di rumah Aliya merebahkan badannya, tubuhnya terasa sangat lelah, usia kandungannya yang semakin besar mebuatnya cepat merasa lelah. Malik membawakan segelas air putih dan beberapa tablet obat.


" Minumlah dulu vitaminmu!"


Aliya bangkit dan mengambil obat yang di bawakan Malik


" Terima kasih"


"Hemm"


"Aliya kau istirahatlah, aku mau ke taman, abil sudha menunggu di sana, ada beberapa urusan yang harus kami selesaikan"


"Pergilah"


Malik berlalu dari hadapan Aliya, Aliya memejamkan matanya, tubuhnya yang semakin berat semakin sering merasa ngantuk. Ketika hampir saja terlelap, tiba tiba hapenya berbunyi, dia geser gambar telpon hijau yang tengah melompat lompat di layar hand phone ya.


" Nomor siapa ya, kok sepertinya tidak pernah ada sebelumnya?"


Pikir Aliya , sambil ragu ragu mendekatkan handphonenya ke telinga.


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Mendengar suara itu jantung Aliya berdenyut kencang, dia segera menutup handphonenya,


Seketika peluh dingin memenuhi jidatnya. Tangan gemetar memegang handphonenya. Kemudian handphonenya kembali berbunyi, kembali dia mematikannya. Begitulah berulang ulang. Orang itu memaksa menghubungi Aliya, meskipun Aliya selalu mematikannya.


Dan akhirnya Aliya mematikan handphonenya.


"Mau apa dia, setelah sekian lama?"

__ADS_1


Karna merasa tidak tenang Aliya, mengeluarkan kepalanya ke luar jendela, dari atas tampak Malik dan abil tengah berbincang dengan abil, dengan di temani LAPTOP dan makanan ringan di mejanya.


"Aku tidak bisa mengganggunya, sepertinya dia bicara hal penting dengan abil"


Untuk menenangkan dirinya, Aliya mencoba menghidupkan TV di kamarnya,


Benar saja pemandangan di TV, seketika membuat senyumnya datang tidak di undang, ternyata tanpa sepengetahuan mereka, Wartawan meliput adegan mesra mereka waktu di pusat perbelanjaan.Di televisi adegan itu tampak sangat Romantis, meskipun Malik tidak ada niat apapun melakukannya.Ternyata nonton TV membuatnya benar benar lupa, bahwa ada seseorang yang tengah ingin berbicara dengannya di handphone. Aliya terlelap dengan TV tetap menyala.


"Aliya bangun!, Apa kau sudah salat Dzuhur?"


Malik memijat mijat pundak Aliya, supaya tidak mengejutkannya


"Belom"


" Ayo bangunlah!, Ini sudah hampir ashar, dari tadi aku calling dari bawah untuk memperingati untuk shalat Dzuhur, tapi handphonemu tidak aktif"


Seketika ingatannya kembali tertuju pada orang yang menelponnya tadi, dan wajahnya berubah karna terkejut.


"Kenapa?"


Aliya beranjak ke kamar mandi


Malik mengernyitkan bahunya


"Aneh!"


Selesai salat, Aliya langsung menghidupkan hapenya, benar saja


Banyak pesan yang masuk, di antaranya dari nomor tadi


Wah wah udah mulai sombong ya kamu,

__ADS_1


Sudah berani pamer kemesraan di publik,


Awas saja nanti, aku akan kasih tau pada dunia,


Termasuk ayah kamu, anak siapa yang kau kandung itu.


Melihat pesan itu, Aliya langsung menelpon pengirim pesan tersebut. Tak butuh lama untuk tersambung dengan orang itu.


" Ada apa, kenapa kau menelponku, buakankah tadi kau menolaknya?"


" Aku peringatkan kau ya!, Jangan macam macam dengan keluargaku. Dasar lelaki bejat!"


"Hi Nyonya Malik!, Dengar ya!, Aku tidak takut dengan ancamanmu, justru kau yang harus takut dengan ancamanku. Karna akubtidak akan segan segan untuk benar benar membongkar rahasia itu. Biar dunia tau, seoerti apa artis idola mereka, yang sok sok hijrah, pakai hijab segala. Biar ayah mu yang sudah tua itu tahu sekalian, seperti apa putrinya yang selalu kemana mana di beri pengawasan. Biar mati sekalian karna tidak kuat malu, atau serangan jantung."


" Diam kamu, diam!"


" Siapa yang di suruh diam?"


Malik tiba tiba muncul dari luar pintu, seketika Aliya menutup telponnya


" Ti tidak, ini orang salah sambung."


" Salah sambung?, Sampek merah gitu mukanya, pake mukena lagi, bukannya berdzikir malah marah marah"


" Habisnya tu orang nyebelin"


" Siapa sih?"


" Gak penting, aku males bahasnya"


"Apa kau merahasiakan sesuatu dari suamimu?"

__ADS_1


" Mana mungkin? Aku menyembunyikan sesuatu padamu"


" Baiklah aku percaya padamu, jadi jangan khianati kepercayaanku


__ADS_2