
Satu bulan sudah berlalu pasangan suami istri itu melalui harinya hanya seperti teman baik saja,meski satu rumah,bahkan satu kamar satu tempat tidur pula,namun mereka tidak lebih dari ngobrol dan bertukar pandapat saja,meski kadang mereka saling bercanda sekedar melepas penat karna tugas yang melelahkan seharian
Seperti biasa adiba tetap aktif kekantor dan tidak ada seorangpun dari keluarga gus hafid yang melarangnya,adiba sudah tidak begitu canggung dengan keluarganya,dia sudah mulai bisa melepas tawa jika sedang bersama gus hafid ,meski bayang baying malik terus saja menghantui karna memang adiba tidak pernah mencoba mengalihkan hatinya,gus hafid adalah sosok yang bijaksana,selayaknya suami dan orang yang berilmu gus hafid tidak pernah memaksakan kehendaknya pada adiba baik itu secara lahir atu batin,
Malam itu di meja makan kursi terisi semua karna saudara perempuan gus hafid dating bersama kedua putranya yang masih berumur 8 dan 12 tahun taufik ( 8 th) Zahra (12 th) adiba bergabung bersama mereka yang kebetulan baru bisa bertatap muka di meja makan,karna memmang seharian adiba berada di kantor,dan dating langsung ke musolla
“bibi kemana bibi dari tadi pagi kok gak ada padahal taufik kesini mau main sama bibi?”
Sapaan taufik membuat sedikit perih tenggorokan adiba
“taufik kita ngobrolnya nanti saja ya,sekarang kita makan dulu,makan kan tidak boleh bersuara,nanti di temeni syetan,taufik mau?”
Taufik menggeleng mendengar penjelasan malik, usai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga kecuali kiayi dan suami saudara malik,karna memang mereka berkunjung ada hal penting yang ingin di bicarakan
“bibi memang bibi ikut ngajar ya di snatri putri?”
Zahra memulai pebincangan di ruang tamu
__ADS_1
“ bibi masih belom ngajar tapi nanti….”
“paman,kenapa selalu paman sih yang jawab,kak Zahra kan nanya ke bibi,tadi pas taufik yang nanya,paman juga yang jawab” sela taufik sambil memainkan remot controlnya
hafid sedari tadi hanya ingin menyelamatkan adiba dari rasa tidak nyaman dan rasa bersalah nya,karana hafid melihat itu di mata adiba
“bibi kapan kapan kalu sudah punya adek bawa kerumah taufik ya,biar taufik ajari main mobil mobilan”
Lagi lagi kata kata taufik membuat kerongkongan adiba serasa ketulangan
Ruang keluarga itu sejenak terasa lebih hidup karna ada anak bermain dan obrolan keluarga,tidak seperti biasanya,yang memang tidak pernah di tempati,karna adiba memang selalu menghabiskan waktunya di kamar,
Gus hafid yang sedari tadi hanya diam melihat sikap aneh adiba muncul keberaniannya untuk menghibur,karna tidak biasanya dia seperti itu
“kenapa masih di benahi ,di buka saja kan sudah mau tidur?’”
“eh kamu gus ,belom tidur?”
__ADS_1
“saya tidak bisa tidur kalau belom nyium bau kamu’
“apaan sih gus”
“kamu tidak usah memikirkan kata kata taufik dan Zahra tadi,mereka hanya anak anak,mereka ngomong hanya di mulut saja tidak pakai logika”
“anak anak selalu jujur gus,dia selalu bertanya apa yang ingin dia tanyakan,tanpa ada yang disembunyikan seperti orang dewasa,kenapa sih gus kamu selalau mencari alas an untuk melindungi saya dari ketidak nyaman an saya,ini semua memang salah gus,saya tidak seharusnya tetap berada di kantor itu,seharusnya saya selalu ada di sini Gus untuk santri putri,dan untuk anak pasti umi juga sudah sangat berharap bahwa akan segera ada kabar tentang kita ,tapi saya ,saya benar benar,,"
"ssst,,(Gus hafid meletakkan jarinya di bibir Adiba)kamu tidak usah berfikir yang aneh aneh,cukup kamu bahagia berada disini itu sudah cukup ,lebih baik tidurlah ,bukankah kamu besok harus masuk kerja"
ya Allah Gus kenapa begitu besarnya hatimu aku benar benar berdosa kepadamu Gus,kamu selalu berfikir tentang kebahagiaanku tapi aku,bahkan aku tidak pernah berfikir ,apakah kamu nyaman dengan sikap ku?
"ayo tidurlah ,,,!
Adiba mengikuti langkah hafid menuju tempat tidur ,dengan pwrlahan dia merebahkan kepalanya,dia tatap langit lekat langit langit kamar,pikirannya terbelah menjadi tiga ,umi,omongan ponakan ,dan masih saja sesekali di campuri dengan bayangan tuannya, Gus hafid hanya berani mandanginya dari posisinya tetap di bantalnya
" tutuplah matamu,dan jangan bacalah kalimat kalimat yang baik sebelum tidur"
__ADS_1
Adiba menoleh dan menganggukkan kepalanya,dan memejamkan matanya
"kau begitu cantik tapi sayang kau masih belom memasrahkannya kepadaku,"