
Pesta sudah selesai ruangan itu sudah mulai sepi,tinggal beberapa pelayan yang masih membereskan ruangan ,
Malik duduk terpaku di teras samping rumah ,sepertinya matanya belum mengantuk
padahal malam sudah hampir pagi,dia menekan bagian belakang kepalanya
"tuan ini sudah hampir pagi,
apa tuan tidak ingin tidur?" pak Mus memecah keheningan,suara yang pelan tampak terdengar sangat nyaring di kesunyian malam
"eh pak Mus ,belum tidur?"
aduh tuan muda di tanya malah balik nanya
"saya masih belum rampung tuan,sebaiknya tuan muda masuklah kekamar,cuaca malam seperti ini tidak baik untuk tubuh"
"pak Mus duluan saja,saya masih belom mengantuk"
"apa tuan muda mau saya bawakan minuman?"
"tidak usah"
kenapa dengan tuan muda ,kok sepertinya ada kesedihan yang sangat dalam di matanya(pak Mus)
Malik kembali pada posisinya semula ,dia mencoba menahan rasa sakit yang kini mulai
mencabik cabik hati dan perasaannya.
"wah ustadz Ali wah!"
Aliya mengejutkannya,dia menolah noleh
takut ada yang mendengar karna suara Aliya begitu keras, tapi syukurlah penghuni rumah sudah larut dalam mimpinya semua
"Aliya kau,"
__ADS_1
" iya aku tuna Ngan mu"
"kau belum tidur?"
" ustadz Ali,atau tepatnya peresiden direktur
MALIK ALI ABROR,kau sangat lihai rupanya dalam memainkan sandiwara ini,lamanya kau di luar negri sudah membuatmu pintar mengambil kepercayaan orang,mengambil hati seseorang,tapi tidak denganku"
"Aliya apa maksudmu?"
" masih berpura pura juga kau rupanya?"
Aliya menumpahkan seluruh kemarahannya yang dari tadi Dian tahan
" kau masih ingat dengan semua tulisanmu di chat ku,kau bilang kau akan membantuku
untuk mengatakan tentang hubunganq dengan ****** ke papa, dari awal aku ngasih tau ke kamu bahwa aku punya seseorang ,tapi aku masih belom berani memperkenalkannya pada keluargaku,kau bilang kau akan memberi tahu papa secara pelan pelan,asal aku mau merubah sedikit dari pakaianku dengan yang lebih tertutup,
aku mengikuti semua syaratmu,tapi mana,dan kapan kau pernah membicarakan tentang aku dan ***** pada papa,dan sekarang kau memakaikan cincin di jariku,kau benar benar rakus tuan Ali, selain orang tuaku
kau juga menginginkanku,kamu jangan bermimpi dengan melingkarnya cincin ini
silahkan nikmati kemenangan tuan Ali,nikmati. harta orang tuaku,tapi jangan pernah mengharapkan cintaku"
Malik hanya tetap terdiam menerima semua lontaran kemarahan Aliya,perasaannya yang sudah dari tadi terasa tercabi cabik kini
semakin hancur dengan tuduhan Aliya yang sama sekali tidak benar
Aliya berlalu dari hadapan Malik,dia jatuhkan tubuhnya di tempat tidurnya, ad 17 panggilan dari ***** di hpnya,dia tidak berani
menelponnya balik
"pasti dia sudah tau,kan acara ini di liput
bagaimana aku menjelaskannya besok,"(Aliya)
__ADS_1
dia melihat beberapa pesan dari pacarnya itu
" selamat ya Aliya ,tuan Malik lebih pantas dari pada ku ,yang hany orang biasa,bukan bos dan bukan entertain juga,muda mudahan
kalian langgeng,"
Aliya menangis membaca pesan dari kekasihnya ,dia ingin malam cepat berlalu ,ingin segera menjelaskan apa yang
sebenarnya terjadi,dia tidak berani membalas
pesan kekasihnya,
*****
Adiba meluapkan semua air matanya di bantal tidurnya,yang dia tahan sedari tadi di pesta,
ternyata pesta yang kusiapkan adalah untukmu ,untuk pertunanganmu, ternyata benar semua jawaban yang selalu kau berikan di media "kita hany saling menyemangati dalam karir,tidak ada perasaan spesial" mungkin aku saja yang terlalu berharap,tapi apa maksud perkataanmu waktu itu pada abil, kau hanya menunggu untuk menghalalkannya, siapa yang akan kau halalkan aku atau Aliya,kenapa sih aku terlalu
serakah mengharapkan lebih padamu,padahal kau memang tidak pernah mengatakan apapun padaku,khayalan tingkat ini benar benar telah menjatuhkanku,dan membuat remuk seluruh jiwa dan ragaku
*****
Lantunan ayat suci melai terdengar dari speaker masjid,itu tandanya adzan subuh akan segera berkumandang,malik bangkit dari tempat duduknya dan berwudlu
dia ganti pakaian pestanya dengan sarung dan kopyah lengkap dengan sorbannya
Dia langkahkan kakinya di jalanan yang masih sepi karna memang masih belum subuh, dia dirikan salat dua rakaat dan
mengadukan semua kepiluannya pada sang pencipta
" Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang,kau yang mengatur segala yang ada di langit dan di bumi,kau yang menentukan jodoh dan kematian,aku tak ingin
memberontak ataupun menentang dengan apa yang telah engkau gariskan untukku
aku hanya mohon pertolonganmu ya rob,,,,,
__ADS_1
(air matanya mulai deras bercucuran) kuatkanlah aku menghadapi semua rasa sakit ini,kuatkan aku dalam menerima tuduhan tuduhan Aliya,dan jika Aliya memanglah takdirku ,tolong hilangkan lah perasaanku pada Adiba ya Allah,ya Allah yang maha memberi pertolongan, kabulkanlah semua doaku!
Amin!,,,,!!!!