Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
BOLEHKAH AKU SALAT DI BELAKANGMU???


__ADS_3

Biasanya sebelum adzan subuh berkumandang Malik sudah siap dengan sarkocinya(sarung Koko peci),tapi kali ini benar benar adzan subuh yang telah membangunkannya ,sepertinya ada aura yang membuat tidurnya sangat nyenyak,perlahan dia membuka matanya dan bangkit.tapi tangannya seperti di tahan seseuatu,seseorang tepatnya,ya benar saja kedua tangan Aliya tengah memegang erat tangan kanannya yang dan di sentyhkan ke hidungnya.Malik sebentar termangu melihat pemandangan itu,pikirannya melayang pada beberapa tahun silam yang mana orang di hadapannya sekarang itu adalah orang yang sangat sering berada di pangkuannya,dan menaiki punggungnya,dia adalah seorang gadis kecil yang polos dan manja,yang sangat senang dengan air hujan dan sangat takut dengan suara petir.ketika suara petir mulai mengejutkan konsentrasinya dalam bermain hujan,seketika itu dia berlari ke pelukan Malik dan menyembunyikan pandangannya di dada malik.tapi perjalanan waktu dan perpisahan membuat aliya tidak seperti Aliya kecil lagi,yang selalu ceria dan polos dan banyak bicara


"Eh kau,sudah bangun?"seketika Aliya melepas tangan Malik,Malik hanya tersenyum melihat Aliya yang gelagapan.


"Aku,aku tidak sengaja memegang tanganmu"


"Itu hakmu,baik sengaja atau tidak,kau boleh melakukannya"


"Apa kau tidak merasa jijik padaku?"


"Kau bukan bangkai,kenapa pula aku harus jijik,kau adalah istriku yang harus aku penuhi haknya,yang aku harus lindungi di setiap ketakutannya"


Air mata Aliya menetes mendengar kalimat kalimat indah Malik,dadanya terasa sesak,dia bagai Padang padir yang tengah di guyur hujan setelah sekian lama tak di jamah air langit.


" Baiklah aku ke kamar mandi dulu,aku mau salat subuh,ini sudah hampir kesiangan"


Malik bangkit setelah mengusap lembut punggung tangan Aliya


"Kenapa kau tak menyuruhku untuk salat di belakangmu?"


" Bukankah setiap hari aku sudah membangunkanmu untuk salat subuh?,"


Lagi lagi Aliya tertunduk,bahkan dia tidak tau kalau Malik selalu membangunkannya untuk salat


"Sesering apapun manusia mengajak,jika Allah belom menggerakkan hati yang di ajak,niscaya ajakan itu tidak akan berpengaruh,karna manusia hanya pelantara,Allah lah yang memutuskan,tidak ada yang kebetulan di dunia ini,bahkan pernikahan kita dan kehamilanmu,itu semua terjadi karna allah yang telah menentukannya".


Di saat Malik membersihkan tubuhnya,Aliya mulai membuka pintu lemari yang sudah lama sekali tidak pernah dia buka,dia ambil kain putih yang berjuntai di gantungan lemari,yang begitu indah dengan hiasan bordir bunga bunga kecil berwarni hijau tua,dia peluk erat kain itu seraya menciuminya.


Malik menggosok gosok rambutnya dengan handuk kecil dan memandangi istrinya yang tengah terlena merangkul kain putih,pura pura tidak melihat Malik menggelar sajadah dan mengenakan kopiyahnya.


" Maukah kau menugguku?aku ingin salat di belakangmu,itupun jika kau Sudi jadi imam wanita kotor sepertiku"


Malik menghampiri Aliya dan memegang kedua pangkal lengan atasnya,dia menatap wajah wanita yang tengah menunduk itu


"Tidak ada yang tau siapa yang lebih bersih dan lebih kotor diantara kita,

__ADS_1


Kita salat dan beribadah itu hanya berusaha menjalankan perintahnya,tapi yang menentukan kita masuk surga itu adalah rahmatnya,dan kita tidak ada yang tau siapa yang akan lebih memperoleh rahmatnya,jadi tugas kita hanyalah menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya,biarlah dia yang menilai seperti apa kita,belom tentu juga aku lebih baik darimu,


Jadi sekarang pergilah! Bersihka


n tubuhmu,aku akan menunggumu"


Aliya mengangguk dan menuju kamar mandi,Malik menggelarkan sajadah untuk Aliya,setelah salat dua rakaat dia mengangkat tangannya dan memanjatkan syukur dengan butir butir air matanya


"Ya Allah yang maha agung!


Ya Allah yang besar!


Ya Allah yang pengasih lagi maha penyayang!


Ya Allah yang maha membolak balikkan hati manusia!


Terima kasih engkau telah berkenan melembutkan hati Aliya


Terima kasih engkau telah membuat Aliya kembali ke jalanmu


Amin.....


Aliya sudah berdiri dibelakang malik,wajahnya tampak cantik terbingkai bordir ruku


Yang berwarna hijau ke kuning Kuningan.sejenak mereka terlena dalam kenikmatan menghadap sang kholik.Aliya mengulurkan tangannya dan mencium tangan Malik,Malik membiarkannya saja karna itu memang hak Aliya


"Sebenarnya aku ingin lebih dari ini,aku ingin kau juga mencium ujung kepalaku dan mengucapkan beberapa dia baik untukku,tapi mungkin itu terlalu mustahil,dan harapan yang terlalu tinggi.kau tidak mungkin tidak kau menyentuhku lebih dari tangan,karna aku bukanlah orang yang kau cintai,atau mungkin saja kau merasa jijik padaku,karna aku sangatlah kotor,sampai sampai aku mengandung anak orang lain"(Aliya)


"Muda mudahan Allah selalu merahnatimu,dan selalu menuntunmu kejalan yang benar"


Malik mengusap kepala Aliya yang tengah mencium punggung tangannya


" Amin......"


Sekembalinya dari ruang kerja Aliya sudah menyiapkan baju kerja Malik

__ADS_1


Diatas tempat tidur,dan Aliya masih sibuk mencari sesuatu di lemari,dan kembali dengan membawa sesuatu di tangannya.


" Apa ini kau yang menyiapkannya?"


"Iya,apa kau tidak suka?"


" Istri adalah cermin suaminya,jadi apapun yang kau siapkan berarti itu baik untukku"


"Dan ini dasinya,sekarang pakailah pakaian ini"


"Disini????" Malik menggoda samb tertawa


"Sejak kapan kau seberani ini?"


"Sejak kau baik padaku"


"Maafkan aku ...."


"Karna selama ini sudah jahat padamu"


" Aku bercanda kok,kau tidak pernah jahat,kau hanya khilaf,iyakan?"


Seperti tidak pernah sakit hati,Aliya mengusap usap ujung kepala Aliya .


"Baiklah aku ganti baju dulu"


Malikkrluar dari ruang ganti dengan kemeja birlang dan jas navi yang di pilih Aliya


Aliya menghampirinya dengan membawa dasi.


"Boleh aku memakaikannya?"


" Dengan senang hati"


Malik memperhatikan wajah Aliya yang sangat dekat dengan wajahnya,tangannya sangat cekatan merapikan dasi Malik,wajahnya tampak berbinar binar,seperti anak kecil yang baru saja di kasih hadiah.

__ADS_1


"Aku harap Allah segera menghadirkan rasa istimewa ke dalam hatiku untukmu,kau sekarang sudah kembali,tapi hatiku seperti tak bergeming,tak ada rasa apapun untukkmu"(Malik)


__ADS_2