
Gelap menghilang perlahan lahan matahari muncul dan memberi penerangan pada bumi dan isinya,manusia sudah kembali dengan aktifitasnya masing masing begitupun dengan keluarga Irawan,Aliya seperti biasa dia pergi ke lokasi shooting,dengan asisten dan sopir pribadinya,
Malik pun demikian setelah menyelesaikan sarapannya Malik bergegas menuju mobilnya,dengan di buntuti pak Mus di belakangnya yang mbawa tas kerjanya,
belum sampai di pintu depan kemudian Malik berbalik dan berlari menuju kamarnya
pak Mus pun menyusulnya
"ada apa tuan?apa ada yang bisa saya bantu"
pak Mus berdiri di dekat ranjang Malik,sementara Malik mbuka laci dan mengambil sesuatu,kemudian menaruhnya di saku jasnya
"tidak ,tidak penting" berjalan keluar kamar
setelah sampai di luar Malik terkejut melihat abil berdiri di depan mobil
"kau???"
abil menganggukkan kepala memberi hormat
kemudian membukakan pintu,pak Mus memberikan tas Malik ,tanpa berkata apa karna terkejut Malik pun masuk mobil
Abil duduk di belakang setir dan melakukan mobilnya dengan kecepatan sedang
"apa apaan ini abil?" Malik memecah kesunyian dalam mobil
" saya bekerja pada tuan besar,untuk melayani anda"
"saya tidak butuh pelayanan" nada sedikit tinggi
"apa maksudmu anda, anda,jangan buat saya canggung dengan suasana ini" lanjut malik
"tapi ini sudah perintah dan peraturan"
"baiklah terserah kau saja,tapi kenapa kau berhenti dari pekerjaan Mulya mu?"
"saya hanya butuh uang lebih tuan,untuk biaya adik adikku"
Malik terdiam mengingat keluarga abil yang memang sudah dari mondok dia di tinggal ayahnya,dulu adiknya masih kecil kecil
tapi mungkin sekarang sudah besar dan butuh biaya yang lebih besar juga
__ADS_1
Abil berubah ,tidak seakrab dulu dan kemaren kemaren,sebelum Malik menyapanya dia enggan berbicara duluan
sesampainya di depan tempat parkir mobil
abil turun dan membukakAn pintu mobil untuk Malik kemudian dia mengambil tas kerja Malik
"ternyata dia sudah datang"ucap Malik tidak sengaja,karna melihat mobil Adiba sudah ad di antara mobil mobil yang berjejer di disitu
tanpa berani bertanya abil hanya mengikuti
Malik dari belakang hingga sampai ke ruangannya ,abil terperangah melihat ruangan Malik
"sungguh beruntung anda tuan,padahal golongan kita dulunya sama"gumamnya dalam hati
"silahkan duduk"
menunjuk sofa yang ada di dekat jendela
"bb baik tuan" abil terkejut dengan teguran Malik
abil pun duduk sesuai perintah tuannya
"assalamualaikum"
",waalaikumussalam,masuklah!"
"tuan ceo dari perusahaan XX sudah menunggu di ruang meeting"
melihat perubahan kedua wajah orang yang ad di depannya abil hanya tersenyum sendiri
"Baiklah kau temui saja dulu, sebentar lagi saya nyusul"
"baik tuan" membalikkan badannya sambil melangkah menuju pintu
",tunggu !"
"iya tuan?"
Malik berdiri mengambil sesuatu di saku jasnya
dan meyodorkannya ke Adiba
__ADS_1
"ini"
Adiba menerimanya dengan tersenyum tipis
"ternyata tuan menemukannya,padahal saya kira sudah hilang,terima kasih tuan"
"hemm"
Adibupun melangkah kembali menuju pintu tanpa sengaja matanya tertuju pada abil yang lagi menyaksikan mereka,Adiba tersenyum
tanpa menyapa seakan tidak kenal kemudian terus meninggalkan ruangan
"dia tidak banyak bicara" obrolannya tertuju pada abil
"lain halnya dengan wanita wanita lain,"
lanjut Malik
"tapi dia wanita cerdas
sampai sampai levelnya setingkat ini di sini"
"iya tuan,memang dari dulu dia adalah wanita yang cerdas,sampai sampai. Gus hafid ingin menjadikannya istri" abil kecoplosan
"itu hanya hoax"
"itu bukan hoax tuan,tapi sudah berkali kali melamar tidak di terima" jawab abil dalam hati
Malik menuju ruang pertemuan di buntuti abil di belakangnya,
"kau tunggu di sini saja,takut kamu bosan,kembalilah beristirahat,tidurpun juga boleh,aku ke ruang pertemuan dulu"
"terima kasih tuan"
Malik berjalan menuju ruang pertemuan
abil mengantarnya sampai luar pintu saja,sambil memandangi punggungnya hingga tidak terlihat lagi
" kau begitu gagah tuan"
siapa yang akan menyangka kau akan jadi seperti ini(abil)
__ADS_1