
Jatuhnya hujan yang sesekali diselingi nada petir membuat suasana malam semakin mencekam dan semakin dingin,Malik menarik selimutnya yang sedada hingga menutup bagian wajahnya,tubuhnya hampir berbentuk lingkaran di sofa itu.Aliya memperhatikan suaminya seperti merasa kedinginan di sofa yang ukurannya tidak enak di buat tidur itu,dia turun
Dan berdiri didekat sofa,
"Kau kedinginan?"
Mendengar suara Aliya yang begitu dekat Malik berbalik dan duduk,matanya tertuju pada wanita yang berdiri tepat di hadapannya sekarang
"Tidak ,selimut ini cukup menghangatkan"
"Tapi cuaca ini sangat dingin malam ini"
"Kau tidurlah,tidak usah pikirkan aku,tidak baik ibu hamil tidur terlalu larut"
"Jedder"
Suara petir itu spontan membuat tubuh Aliya menempel erat ke tubuh Malik yang tengah duduk di hadapannya,dan pelan pelan Aliya melepas pelukannya
"Maaf ,akubtidak sengaja,aku takut petir"
"Baiklah ,sekarang kau tidurlah"
Aliya pergi sesuai perintah Malik
Suara petir yang bersahut sahutan,membuat tubuh Aliya yang melangkah menuju tempat tidur terkaget kaget.
Malik diam diam memperhatikan Aliya yang sepertinya ketakutan tak kunjung lelap di ranjangnya,hal itu terlihat jelas dari irama tubuhnya yang selalu bergerak gerak berbalik ke kanan dan ke kiri dengan bantal di atas telinga.
__ADS_1
"Bolehkah aku tidur di sini?"
Suara Malik mengagetkan Aliya yang tengah menyembunyikan kepalanya di bawah bantal
"Boleh ,boleh"
Malik meletakkan bantal dan gulingnya di samping aliya dan merebahkan tubuhnya
"Sepertinya kau sangat ke takutan?"
'"bukankah kau sangat mengenal aku dari kecil,aku sangat takut dengan petir"
Aliya masih menjawab dengan telinga di tutup bantal,Malik menarik bantal itu meletakkannya di bawah kepala Aliya
" Tidurlah dengan benar,petirnya sudah mulai reda"
Aliya memperhatikan wajah suami yang mbetulkan posisi tidurnya itu
"Hem"
Aliya memperhatikan wajah suaminya yang sudah memejamkan .matanya
"Apa kau sudah melupakan suami keburukan ku?"
" Lupakan semua masa lalu,dan sekarang tidurlah,kau harus istirahat yang cukup,biar bayimu sehat"
Aliya tidak berani lagi menyapa maliik,dia pejamkan matanya,seperti ada yang aneh ketika tubuhnya berada di dekat tubuh Malik,bukannya kedinginsn karna cuaca dingin,tapi malah tubuhnya seperti meriang,darahnya berdesir,matanya terus memandangi wajah lelaki gagah dan bijaksana itu dalam cahaya remang remang lampu tidur.
__ADS_1
"Kau lelaki suci,aku merasa tidak pentas berada sejajar di samping tubuhmu,
Seandainya sewaktu waktu ada wanita baik yang ingin memasuki hatimu,aku akan merelakanmu,karna aku tidak pantas untukmu,kau berhak mendapatkan wanita yang baik dan Mulya pula,bukan wanita kotor sepertiku"(Aliya)
Aliya menciumi tangan suaminya itu dengan di penuhi rasa bersalah,kesalahan dan kecerobohannya di masa lampau benar benar selalu menghantuinya
"kau terlalu sempurna untuk aku sanding,
dan aku benar benar merasa tidak pantas
menjadi istrimu,muda mudahan ada orang seperti di lukisan itu suatu saat yang akan mengisi hatimu,demi tuhan aku pasrah,karna kau pantas mendapatkannya"
" lukisan???"
seketika Aliya melepas tangan Malik yang di genggamnya,dia merasa sangat malu karna ternyata Malik belom tidur.
"lukisan apa yang kau maksud"
tubuh Malik berbalik ke arah Aliya
"aku ,aku,tidak sengaja tadi mendapati lukisan mu di bawah ranjang.Aku minta maaf,aku tidak bermaksud untuk tidak sopan,aku hanya mencari handponku"
"jadi kau sudah tau?"
" hatimu benar benar besar Malik,kau tetap berusaha diam dengan semua ocehan tak bermoralku,di kala hatimu sedang berusaha melawan rasa sakit karna wanita yang kau kagumi bersanding dengan orang lain"
"sudahlah,itu semua hanya masa lalu,
__ADS_1
mungkin Allah lagi merahasiakan sesuatu untukku,sekarang kau tidurlah !kasihan bayimu"
Malik kembali telentang dan memejamkan matanya,padahal masih banyak kata yang ingin Aliya ungkap kepada suaminya,tapi Malik keburu berbalik dan memejamkan matanya.