Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
" mencari ALIYA


__ADS_3

Makanan sudah siap di meja makan


di meja makan hanya ada tuan dan nyonya Irawan,tapi tuan dan nyonya itu masih belum menyantap makanannya juga,dia masih menunggu anggota keluarganya yang masih belum muncul


"pak Mus apa Malik masih tidur?"


" belom saya periksa kekamarnya tuan"


"coba sana kau panggil"


ketika pak Mus ke kamar Malik ,tiba tiba Malik muncul dari ruang tengah masih lengkap dengan pakaian religinya


"eh rupanya dari masjid ya ?" tegur Hesti


" iya nyonya "


" ayo sarapan dulu sudah dari tadi kami nunggu Lo"


pak Mus kembali dari kamar Malik


" eh ternyata dari masjid ya? sini tuan(mengambil sorban Malik)


tuan silahkan sarapan dulu ,sarapannya keburu dingin"


tanpa berkata apa apa Malik duduk di tempat duduknya


"panggil Aliya pak Mus"(Irawan)


" non Aliya sudah sejak pagi pagi sekali sudah pergi tadi tuan,dia tidak membawa sopir"


mendengar penjelasan pak Mus Malik jadi kwatir, apa jangan jangan dia mau kabur?


"kenapa bengong ,makanlah tunanganmu


mungkin ke lokasi syuting" pak Irawan menjelaskan ,meligat ke kwatiran Malik


sekarang tuan menyebut dia sebagai tunanganmu,tunangan macam apa ini,bukannya makin dekat malah semakin


jauh


Malik Malik cepat cepat menghabiskan sarapannya,kemudian dia berpamitan


ke kamar dulu,melihat tingkah Malik yang aneh tuan dan nyonya itu betatapa. lalu tersenyum ,dia pikir Malik kwatir sama Aliya


seperti apa yang mereka pikirkan,tapi kekwatiran Malik lain,sesampainya di kamar


Malik berkali kali menghubungi Aliya


tapi no nya tidak aktif,kekwatiran ya semakin


menyeruak


Aliya kamu dimana,jangan sampai kau melakukan hal yang nekat


Malik menelpon abil agar segera datang,


tak lama kemudian abil pun datang

__ADS_1


Malik sudah menunggu di halaman depan.


"tuan memanggil saya,bukankah hari ini masih cuti ya?"


" kau bekerja untuk kantairku apa untukku"


tanpa sengaja Malik mengeluarkan kata kata yang kurang pantas karna panik


"maaf tuan"


tanpa berkata apa apa lagi Malik menuju mobilnya abil membukakan pintu mobil,di dalam perjalanan abil tidak berani bertanya


karna sepertinya tuannya sedang marah


" maafkan aku abil,tadi aku panik"


"tidak tuan, tuan tidak salah


sayanya saja yang lancang"


"apa kau sakit hati dengan ucapanku ?"


"tidak tuan,"


" kita akan ke lokasi syuting Aliya"


abil tidak bertanya untuk apa dan kenapa pergi kesana ,dia takut salah lagi


"aku mau mencari Aliya,(sambung Malik)


aku kwatir karna semalam dia sangat marah,dan tadi sudah pergi pagi pagi sekali


apa tuan dalam semalam sudah bisa merubah perasaannya,apa dia mulai mencintai non Aliya,apa orang kaya seperti itu?


tepat di depan lokasi syuting mobil merek berhenti ,Malik menyuruh abil bertanya .tentang keberadaan Aliya


sementara Malik sendiri tidak keluar karna banyak kamera nganggur di sana takut di jadikan kesempatan oleh media


berita semalam pun sudah membuat para netizen heboh,karna ternyata artis idola mereka mulai mau menampakkan pasangan hidupnya,karna memang dari dulu aliya tidak pernah membeberkan status pacarnya ke media .Abil kembali dengan raut wajah tidak meyakinkan,dia kembali duduk di belakang kemudi


"nona Aliya tidak ada di sini tuan"


" ya Allah kemana dia? nomornya tidak bisa di hubungi,saya kwatir dia kabur"


"kaburrr?" abil terjejut dengan kata kata Malik


",iya,karna dia sama sekali tidak setuju dengan pertunangan ini,dia hanya menjaga reputasi keluarganya dari media"


" coba tanya Vina,kau ada kan nomornya?".


" ada tuan"


untung aku sempat mint waktu itu,waktu pertama kaliny bertemu di depan rumah pak Irawan,barangkali sewaktu waktu di bituhkan ternyata benar benar di butuhkan.


"Vina bilang hari ini nona Aliya tidak syuting tuan, mungkin dia ada di rumah ***** "


" di mana rumahnya?"

__ADS_1


", ini sudah di kurim lokasinya oleh Vina".


Akhirnya mobil itu menuju lokasi yang di kirim Vina ,ternyata benar di halaman rumah yang tidak begitu


besar tampak mobil Aliya terparkir di situ


abil mencoba mengetok ngetik pintu


dan memberi salam ,tapi tidak ada suara dari dalam,setelah berkali kali ,ternyata ***** muncul dari halaman samping rumah


"dimana nona Aliya ?"


" tuh" menunjuk halaman sebelah rumah


Aliya duduk di kursi panjang di bawah pohon tuA


"ngapain kalian disitu?"


" kami tidak ngapa ngapain"


"jangan bohong kamu"


" saya tidak bohong,Aliya hanya menjelaskan


bahwa berita di media itu hanya bohong, Aliya sama sekali tidak mencintai laki laki itu, dia hanya mencintai saya"


" heh jangan macam macam kamu ya( menunjuk wajah *****) pertunangan itu benar adanya"


" iya tapi Aliya kan tidak setuju,bahkan dia ngajak lari sama saya"


" hey jaga mulut kamu( abil menarik kerah baju *****)


" lepaskan tanganmu abil" Aliya tiba tiba muncul


" mana tuanmu? kenapa kau yang datang?"


Malik masih diam saja di dalam mobil menyaksikan hal itu


"saya di sini" Malik keluar dari dalam mobil


" kenapa kau mengikuti aku sampai kesini,mau cari perhatian,atau sok perhatian,mohon maaf ya tuan Ali,saya tidak butuh perhatian anda,saya sudah ada dia( melingkarkan tangannya ke pinggang *****,dan menyandarkan kepalanya di dadanya)jadi saya mohon jangan ganggu hubungan kami,pertunangan ini hanya formalitas,yang lambat laun aku akan mencari alasan dan memutuskannya"


" baiklah aku tidak akan mengganggu kalian,"


Malik berbalik menuju mobilnya dengan di buntuti abil


" kenapa tuan membiarkan mereka,?"


"mau di apainn,toh memang kenyataannya aku orang ketiga di antara mereka, dan Aliya dia masih bukan istriku,aku tidak wajib mengekangnya,aku tau dia seperti apa,


biarkan sajalah dulu,biar Allah yang mengatur permainan ini,aku hanya ingin mengikuti alurnya"


"terus Nina Adiba" obrolan itu terus berlanjut


di sepanjang perjalanan


" entahlah aku tidak kuasa jika terus memikirkan semua yang telah terjadi,

__ADS_1


biarlah Allah yang menjawab semuanya


dia yang maha mengatur ,meskipun aku berontak jika dia tidak berkehendak,apa daya kita,yang penting aku sudah berusaha,ku pasrah finisnya pada dia"


__ADS_2