Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
Siapa yang tercipta dari tulang rusukku?


__ADS_3

ALIYA masih duduk di depan meja riasnya


dan berkali kali menciumi rambutnya ,rupanya dia suka wangi shampo Malik,sahampoomu boleh juga


ketika mandi pagi Malik mencari cari handuknya yang biasa dia pakai,dia lupa kalau semalam handuknya di bawa Aliya


kekamarnya,,terpaksalah dia mengambil handuk yang lain yang tersedia di lemarinya


setelah di kamar mandi ,barulah diaingat kalau handuknya semalam di bawa Aliya,karna melihat pakaian Aliya yang tercecer di lantai kamar mandi,termasuk pakaian dalamnya,dengan tangan menyentuh sedikit dua memindah pakaian Aliya ke keranjang cucian, ya Allah apa yang di pikirkan ya sampai pakaian dan pakaian dalamnya ketinggalan di sini,apa dia tidak malu ya sama aku


setelah merapikan pakaiannya pakmus memanggil dari luar kamar memberi tahu bahwa sarapan sudah siap,Malik membukakan pintu,pak seperti biasa pak Mus langsung menuju keranjang cucian mau ngambil pakaian yang akan di cuci melihat ada pakaian nona Aliya di keranjang cucian pAk Mus melihat ke arah Malik karna sepertinya pak Mus berpikiran macam macam Malik segera meluruskannnya


" jangan salah faham dulu pak Mus itu Aliya


semalam hanya numpang mandi,dan meninggalkan bajunya di sini"


barulah pak Mus mengingatnya bahwa semalam kamar mandi Aliya memang belum bisa di gunakan


ketika Malik mau keluar kamar tiba tiba Aliya sudah berdiri di depan pintunya ,dengan


handuk Malik semalam


"astaghfirullah ,( memalingkan wajahnya)


ada apa tiba tiba nongol,dan itu handuk ,kenapa masih kau pakai juga" tetap masih dengan posisinya wajahnya menghadap ke samping


" aduh jangan GeEr,ini hanya kebetulan saja handukmu tidak sengaja aku bawa tidur,"


" terus ada keperluan apa dengan telanjang seperti ini ke kamar cowok lagi"


" ini lagi siapa juga sih yang telanjang,aku mau beli shampo luar negrimu itu,kamu nyetok kan?"


" saya tidak jual sampo"


"ayolah tuan Ali ,kalau tidak aku tetap berdiri di sini ,biar pegal lehermu yang menghindar,"


akhirnya Malik mengambilkan shampo yang memang benar masih sisa tiga


" ini" menyodorkan nya tanpa melihat ke arah Aliya


" baiklah ,tank you ,aku numpang mandi lagi ya,kamar mandiku masih belom bisa di gunakan " nyelonong masuk

__ADS_1


tanpa menghiraukan Aliya yang mau mandi di kamar Malik, Malik terus menuju ruang makan


" sepertinya ada keributan?" tegur Hesti senyum senyum


" enggak kok"


" makanlah!" Irawan


Malik duduk di tempat duduknya dan mulai mengisi piringnya dengan sarapan


" apa aliyamemarahimu ?"irawan


" tidak tuan dia hanya minta shampo dan numpang mandi"


" kenapa kamar mandinya?"


" entahlah"


" ,mohon maaf tuan saya belum sempat manggil tukang ledeng air di kamar non Aliya macet" sambung pak Mus sambil menuangi air gelas Malik


" selamat pagi" Aliya mulai bergabung


" selamat pagi" Hesti


" tidak papa,aku hari ini mau cari kado pernikahan"


" oh iya saya lupa, untuk Diba kan?"


sahut Irawan


" iya"


" bagaimana kalau kita carinya sama sama"


" bagus itu" sambung Hesti


" bagaimana Malik?"


" mohon maaf tuan saya harus ke kantor"


" cutilah dulu barang satu hari ,kan ada Adiba

__ADS_1


mumpung aliya juga libur" bujuk Irawan seperti ada gelagat mau mendekatkan Malik dengan Aliya


" tidak bisa tuan ,banyak hal hal penting yang harus diselesaikan hari ini"


" sudahlah pa lagian Aliya mau cari sendiri kok ,biar tidak terbelenggu juga" melirik Malik bermaksud menyindirnya


Abil sudah dari tadi menunggu di halaman di kursi halaman rumah,dia tampak menikmati pemandangan sekitar rumah dengan secangkir kopi buatan pak Mus,pak Mus mengikuti Malik dengan menenteng tas kerjanya


" sudah dari tadi ya?"Malik


" sudah lumayan tuan"


" apa ini sudah telat"


kenapa memangnya kalau telat ,anda kan bosnya tuan


abil hanya tersenyum dan tidak menjawab dan membukakan pintu mobilnya


" apa semua karyawan di undang?"


" sama siapa tuan?""


", Adiba"


" iya tuan"


" apa kau sudah beli kadonya?"


" belum tuan"


" bagaimana kalau nanti sore kita cari sama sama"


" baiklah tuan"


Kantor yang dulunya terasa di syurga sekarang bagai ruangan yang tanpa ada celah untuk udara masuk,apalagi ketika dia harus berhadapan dengan orang yang gagal dia halalkan,


takdir itu memang aneh,dari kecil aku dan aliya selalu bersama,bahkan bagaikan tanpa ada batas walau itu sebesar helai rambut,kami tidak pernah melewatkan hal hal tanpa bersama,kedewasaan pelan pelan menimbulkan sedikit demi sedikit garis pembatas di antara kita,akupun mulai menaruh hati dengan seseorang yang aku kagumi,aku anggap dia sudah kiriman Allah untukku,tapi ternyata garis takdir berkata lain,


dia tercipta dari tulang rusuk orang lain,hingga aku tak sanggup jika aku harus mengungkapkan seperti apa rasa sakitku dalam kenyataan ini,dan takdirpun menunjukkanku bahwa seakan akan aku harus meyakini bahwa Aliya adalah gadis yang tercipta dari tulang rusukku,tapi aku harus menerima kembali tusukan yang jauh lebih tajam ,dengan kenyataan ini,dengan tuduhan tuduhan yang sebenarnya tidak pernah ada walau hanya dalam benakku


dan garis pembatas diantara aku dan Aliya sepertinya semakin tebal karna hubungan ini

__ADS_1


ya rob,,,,sebenarnya siapa yang tercipta dari tulang rusukku?"


__ADS_2