
Waktu isya pun tiba,dua lelaki itu tampak saling memerintah satu sama lain agar mengumandangkan adzan,tapi akhirnya para jamaah lain yang berada di dalam mesjid ,ikut serta menyuruh Malik mengumandangkan,karna sudah lama tidak mendengar suaranya alhasil malikpun maju dan mengumandangkannya
"Allahu Akbar Allahu Akbar"
suara itu menjulang tinggi mengangkasa
bak suara adzan masjid Nabawi,semua jamaah penuh khidmat mendengarkannya,bahkan sampai ada yang menganga saking merdunya,
Tampak di jamaah wanita ada seseorang yang terperangah dan ekspresinya seperti tidak percaya dengan suara yang di dengarnya,sambil menjawab adzan hatinya terus bertanya tanya,"aku seperti mengenal suara itu,dan kenapa dadaku berdebar debar mendengarnya,benarkah suara itu,,?,ah tidak mungkin,"dia berusaha meyakinkan dirinya sendiri,
usai sudah jamaah shalat isya,semua jamaah satu persatu mulai meninggalkan masjid,begitupun dengan Malik dan abil,mereka mulai berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumahnya.
dari kejauhan tampak seorang yang masih menggunakan mukena,menunduk sambil mencari sesuatu sepertinya,setelah dekat
abil dan Malik berhenti tepat 2 langkah di sampingnya
" ada yang bisa saya bantu"
" ti,,,,d"sembari mendongak dan
deg dadanya seperti tertimpa sesuatu
sekejap dia memandang pria di samping abil yang tak lain adalah Malik ,malikpun merasa denyut jantungnya tak beraturan
kemudian dia menurunkan pandangannya
"malik?" kata wanita itu yang tak lain adalah Adiba
," Adiba?" sedang apa kau di sini?"
sementara abil diam saja menyaksikan mereka,saling bicara seperti saling tak percaya kalau mereka benar benar bertemu
"ini tasbih saya terjatu tadi,tapi kok gak ketemu ketemu ya,?,tapi tidak apa - apalah,mungkin besok ketemu,saya permisi dulu takut bapak kwartir, assalamualaikum"sambil pergi meninggalkanereka berdua,
"waalaikum Mussalam warohma"
__ADS_1
jawab mereka berdua,
" mari kita pulang"(Malik)
sambil melangkahkan kakinya
"ets tunggu tungngu!"(Malik)
"kenapa?"(abil)
"sepertinya saya menginjak sesuatu"
menunduk kebawa
"ini dia yang di carinya tadi"(Malik)
" iya benar,"(abil)
"apa kau bersedia memberikannya ? rumahmu kan masih melewati rumahnya?"
e e,mohon maaf sampai lupa menjelaskan kalau Adiba adalah anak pak lurah
"baiklah saya simpan dulu saja,besok kalau ketemu saya kembalikan,"
"baiklah,sampai jumpa ,assalamualaikum"(abil)
" waalaikumussalam"
langkah mereka terpisah di pertigaan jalan,,karna rumah mereka beda arah,,,
"assalamualaikum"Adiba
"waalaikum salam" pelayan
" ,bapak mana bi?"
__ADS_1
" menunggu di ruang makan non"
lalu Adiba bergegas menuju kamar
"ayo cepat turun makanannya keburu dingin"
sapa bapak yang sudah ada di meja makan
" iya pak ,saya taruh mukena dulu"
Adiba melangkah menaiki tangga dan menuju kamarnya,kemudian dia membanting tubuhnya di tempat tidur,masih tetap dengan mukenanya,dia menatap langit langit kamarnya dan tersenyum senyum sendiri
"ini bukan mimpi kan?" gumamnya sendiri
sambil mencubit pipinya,
"aduh sakit,!ternyata ini nyata dia benar benar datang"ucap wanita itu seakan masih tidak percaya
"oh hati,,,apa ini?" gumamnya dalam hati
"kenapa kau terus saja memikirkannya
kenapa detak jantungku tidak beraturan,?
ya Allah tolong berilah hamba kekuatan dan petunjukmu!"grutunya lagi dalam hati
kemudian dia tersadar karna ada suara mengetuk pintu dari luar kamar
"non,,,"
"iya Bi,"
" di tunggu tuan di bawah"
tanpa menjawab wanita itu membuka mukenah dan keluar kamar,kemudian turun dengan di ikuti bibi di belakangnya
__ADS_1