Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
SAKIT


__ADS_3

Tanpa peduli akan di tegur bu nyai atau gus hafid,sore itu adiba tidak mengikuti kegiatan di musolla seperti biasanya,dia lebih memilih bersembunyi di balik guling dan mengeluarkan semua emosinya dengan tangisan,dia lupa sekarang dia ada di mana,yang pasti dia hanya merasa dadanya sangat sakit,karna perkataan malik tadi,dia masih belum bisa menerima kenyataan bahwasanya dia sudah tidak ada di hati malik lagi,karna dengan sangat ringannya malik meminta dia untuk mengundurkan diri


“neng……”


Suara itu membangunkan adiba dari tidur tidak sengajanya,adiba mencoba bangun,tapi kepalanya sangat berat dan sakit,dengan sekuat tenaga dia bangkit,karna dia sadar dua waktu telah dia lewati,dan akhirnya “bruk” badannya ambruk ke lantai


“adiba” malik segera mengankat tubuh adiba yang msih dengan seragam kantornya


“tubuhmu panas sekali” menyentuh kening dengan punggung tangannya,malik duduk di dekat paha adiba


“saya belum shalat gus”


“kamu demam,biar saya ambilkan makan dan obat dulu,setelah baikan nanti salatlah”


Tanpa menyuruh santri diaa mengambil sendiri makanan di dapur,dan lekas kembali,gus hafid mendudukkan tubuh adiba dan menyandarkannya ke dinding ranjang,adiba hanya diam menerima perlakuan gus hafid dengan bismillah gus hafid memulai suapan pertama di mulut adiba,adiba memandangi wajah tulus gus hafid,lima suap sudah masuk ke mulut adiba,adiba meminta gus hafid menghentikan suapannya,gus hafid kemudian memberikan sebutir obat yang sedari tadi sudah siap di nampannya,kemudian menyodorkan segelas air,dan kembali merebahkan tubuh adiba,kemudian menyelimutinya


“tidurlah nanti setelah baikan shalat,aku sudah ijin sama aba untuk tidak ke mesjid


Gu shaf id hafid mengambil air es dan handuk ,kecil berulang kali dia mengangkat dan meletakkannya di kening adiba,adiba memandangi suami yang tidak dicintainya,itu memperhatikan dan mengurusnya sangat tulus,


“tidurlah gus,saya sudah baikan ,bentar lagi saya akan bangun untuk shalat isya”


Gus hafid tidak menjawab ,diia tetap saja meletakkan handuk kecil itu sambil sedikit menekannya,


Ketika gus hafid mulai tertidur juga,adiba bermaksud untuk bangun dan shalat isyak,dan tiba tiba matanya gelap dan dia terjatuh dilantai,gus hafid terkejut,mendengar adiba terjatuh,dia panik karna suhu adiba semakin meningkat,dia menggendongnya menuju mobil ,dan setelah meletakkannya di dalam mobil dia mebangunkan sopirnya, gus hafid meletakkan kepala adiba di pahanya,sementara ipul


Mengemudi mobilnya dengan laju lumayan cepat,tanpa ada perbincangan apapun di dalam mobil,sampai tiba di rumah sakit terdekat


Sambil membopong adiba gus hafid berteriak teriak memanggil perawat dan dokter,ipul terus saja membuntutinya dari belakang ,dia ikut panic dengan kepanikan gus hafid


“suster dokter ,tolong istri saya dokter” berkali kali kalimat itu keluar dari mulut gus hafid


Sampai akhirnya datang seorang perawat dengan mendorong ranjang, gus hafid menaruh adiba di atas ranjang dan para perawat mendorngnya ke UGD,


“maaf pak,tunggu disini dulu ,biarkan dokter memeriksanya,”

__ADS_1


Gus hafid menunggu di luar dengan panic,dia mondar mandir tanpa peduli ipul menunggu instruksi darinya sedari tadi,tak lama keudian dokter keluar dan memberi tahu apa yang terjadi pada adiba


“bagaiman istri saya dokter”


“istri anda baik baik saja,dia Cuma kecapean,sebentar lagi perawat akan memindahkannya ke ruang perawatan”


“Alhamdulillah,terima kasih dokter”


Perawat membawa adiba yg masih terpejam ke ruang perawatan,gus hafid membantu mendorongnya,


Setelah diruang perawat ,barulah gus hafid sadar bahwa sedari tadi ipul mengikutinya


“eh kamu masih disini,saya minta maaf,saya sampai gak ingat kamu ada disini,kamu pulanglah,dan kalau umi tebangun,bilang kalu adiba sudah baik baik saja,soalnya hape saya ketinggalan,besok pagi bawalah ruroh kesini dan dengan baju ganti adiba,juga punya saya,serta hp say”


“baiklah gus,say pamit,”


“pulanglah”


Berdua saja di kamar itu,dengan adiba yang masih memejamkan matanya,diapun terlarut dalam tidurnya ,di kursi dekat ranjang adiba,adzan subuh membuka mmata adiba,dengan tangan yang berada di bawah dagu gus hafid yg tengah tertidur,


Adiba membiarkan saja tangannya di tiduri gus hafid,karna memang adzan subuh baru berkumandang,sampai dia terbangun sendiri,


" ternyata neng sudah bangun,saya ketiduran,bagaimana sudah baikan ?"


"sudah Gus"


"saya salat dulu ya,kalau butuh sesuatu tekan ini saja," menunjuk tombol bel yang terjuntai di dekat tangan Adiba


" salatlah Gus,saya baik baik saja kok"


pergilah sosok yang hanya mencintai tanpa di cintai itu ke musolla rumah sakit,mau menunaikan kewajibannya,Adiba hanya memandanginya sampai menghilang di balik pintu,lama juga perginya Gus hafid,sampai Adiba mau kehabisan waktu subuh,dan muncullah ruroh dan bunyai dari balik pintu dengan membawa tas dan tas kresek, Adiba menyambutnya dengan senyum kecil dan berniat ingin bangun


" tetaplah berbaring,"


Adiba menurut saja karna memang kepalanya masih pusing,

__ADS_1


bunyai dan ruroh duduk di kursi dekat ranjang Adiba,


" umi duduk di shofa saja,,,"


" gak apa2,biar umi disini saja,dimana hafid?"


" masih salat umi,ruroh boleh saya minta tolong?"


"Enji neng"


" saya mau salat ,tolong antar saya ke kamar mandi"


" sebaiknya kamu tayamum saja"


" iya tapi saya masih ingin qod il Hajah umi"


" antarlah ruroh, "


******


setelah selesai melaksanakan salat dengan posisi duduk,Adiba baru merasa lebih nyaman,karna memang sudah tiga waktu dia lewati,US hafid pun muncul dari balik pintu


dengan ucapa salamnya,


" assalamualaikum"


" waalaikumussalam" (isi ruangan itu)


" kenapa gak bangunin umi semalam ?"


" saya panik mi,tapi sekarang kan sudah tidak apa apa,apa umi sudah dari tadi?"


" baru saja nyampe, tuh pesanan kamu,di dalam tas"


" makasih mi"

__ADS_1


__ADS_2