Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
SPOG


__ADS_3

Di luar Gus hafid menunggu penuh cemas,


sambil melantunkan kalimat kalimat doa di hatinya,Gus hafid mendetak detakkan sepatunya ke lantai,bak sang drummer memainkan drumnya,di sela sela kecemasannya,tiba tiba seseorang memanggilnya


,seketika hentakan kakinya berhenti,dia bangkit dari duduknya


" tuan dokter menyuruh Anda ke dalam"


Gus hafid kedalam memenuhi panggilan dokter,Adiba menoleh kerahnya,dengan melempar wajah yang cemas pula


" silahkan duduk tuan!"


Gus hafid menarik kursi kosong di samping Adiba,dia duduk di samping adiba,seperti ingin mengurangi rasa cemas Adiba Gus hafid mengelus punggung tangan Adiba,sambil menganggukkan kepalanya


"tuan nyonya ,kalian tidak usa merasa cemas,


hasil pemeriksaan,tidak menunjukka adanya penyakit apapun,dan sesuai keluhan yang istri bapak alami sepertinya istri bapak sedang hamil"


" hamil?"


mereka berdua serentak memotong penjelsan dokter,seketika wajah cemas berubah menjadi ceria,dan tanpa terasa ,ada air bening mengajar di sudut netra Gus hafid

__ADS_1


"iya" sambung dokter


"tapi untuk lebih jelasnya silahkan mendaftar ke bagian SpOG mumpung sekarang ada jadwalnya,disana akan jelas istri tuan benar benar hamil atau ada gangguan lain di rahim yang belom bisa saya analisa"


wajah ceria itu kini berubah menjadi cemas lagi,ada rasa takut,takut akan seperti penjelasan dokter,laku mereka pamit,dan mendaftar ke bagian SPOG,tidak mengantri dengan waktu lama,karna memang pasien sudah banyak yang pulang,Seoarang perawat memanggil mereka masuk,mereka berdua di persilahkan masuk ,dan duduk di depan meja kerja spesialis kandungan itu


" apa sudah pernah periksa kandungan?"


dokter mulai menanyai mereka


" belom dokter" jawab Gus hafid singkat


" baiklah silahkan berbaring di sini nyonya"


pasien,Adiba melihat kewajah suaminya,suaminya mengangguk menenangkan adiba,karna isyarah suaminya


Adiba menaiki ranjang itu


" maaf nona " dokter menyingsing gamis Aliya ke atas hingga terbuka bagian perutnya,untung saja adinba memakai dalaman ,Adiba meringis merasa malu,wajahnya memerah,kembali wajahnya kembali memandangi wajah suaminya,suaminya hanya bisa memberi anggukan,kembali Adiba meringis karna merasa terkejut oleh rasa dingin di perutnya,


dokter mengolesi perut Adiba dengan gel,entah apa itu namanya,author kurang mengerti,kemudian dokter menggerakkan sebuah alat di perut Adiba, dan mengamati sebuah layar yang terpajang tepat di atas kaki Adiba

__ADS_1


" tuan kemarilah" dokter itu memanggil Malik setelah sebentar mengamati layar itu,Malik bangkit dan berdiri di samping kepala Adiba,ada seseorang yang memegang benda sepanjang 50 cm dan di arahkan ke layar


"selamat ya tuan,istri tuan hamil,itu janinnya,masih sangat kecil,dia masih berbentuk bulatan kecil,karna usianya masih


sangat dini,dan dalam usia ini sebagian ibu


banyak yang mengalami hal hal seperti yang istri anda rasakan,karna perubahan hormon di dalam tubuhnya"


Gus hafid hanya manggut manggut mendengarkan penjelasan dokter


"baiklah,nyonya silahkan kembali"


Adiba bangkit dari berbaringnya


"istirahat yang cukup dan minum obatnya secara teratur" dengan menyodorkan resep yang sudah ditulisnya


setelah menerima resep dari dokter mereka keluar dari ruangan ,seperti tak kenal malu lagi,gushafid merangkul tubuh istrinya,dan menciumi berulang ulang ujung kepala istrinya


"ya Allah terima kasih ya Allah,engkau telah mempercayakan amanahmu kepada kami,terima kasih Ning,sudah bersedia menjadi ibu dari anakku"


Adiba hanya menikmati pelukan hangat suaminya

__ADS_1


terima kasih ya Allah betapa engkau telah mengirim pemimpin yang sangat agung kepadaku @diba


__ADS_2