Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
mencari kado pernikahan


__ADS_3

sepulang kerja Malik dan abil langsung mencari kado pernikahan,mereka berhenti di pusat perbelanjaan \*\*\*\*\*\*,di tempat pakaian merek mulai pencariannya sampai berulang ulang mereka menelusuri tempat itu,namun tak satupun hadiah yang di dapat


" apa kau sudah dapat hadiahnya"


" belom tuan" sahut abil yang sedari tadi mengekor di belang malik tuan apa tidak sebaiknya kado kalian di jadikan satu?" abil.


" maksudnya?"


"tuan dan nona Aliya kan sudah tunangan,


masak menghadiri undangan sendiri sendir?"


" ya apa boleh buat,kami memang lebih suka sendiri"


" mohon maaf tuan,itu tidak akan bagus dampaknya buat pak Irawan dan nama baik keluarganya,orang orang seperti kalian ini selalu banyak mata yang mengawasi lebih lebih media yang tidak bertanggung jawab"


" terus apa kamu pikir Aliya mau beriringan dengan ku?"


" kalau non Aliya pasti mau tuan ,karna dia takut pada kamera dan gosip"


" terus bagaimana?"


" kalau tuan masih bermaksud membelinya


jadi membungkusnya jadi satu saja dengan non Aliya"

__ADS_1


" tapi kamu ya yang ngasih ke dia"


" baiklah tuan"


" apa kita akan terus mutar mutar disini tuan"


" aku sudah menemukannya abil" sambil menunjukkan alas shalat yang terbuat dari bahan yang sangat lembut dan tebal


"baiklah tuan,mari kita ke kasir"


" terus kamu mana?"


" saya lain kali saja tuan,kan acaranya masih satu Minggu lagi"


abil menolak kwatir tuannya yang membelikan


" abil apa kau sudah capek?"


' tidak tuan"


" kalau begitu ayo kita kesana!"


" mari tuan"


dua orang tampan itu bergerak memasuki

__ADS_1


toko axesoris,didalamnya memang banyak barang barang lucu dan menakjubkan membuat tertarik para pemandangnya,tak lama kemudian tangan Malik menyentuh sebuah tasbih yang terbuat dari bahan koka


dia mau menambahkan kado pernikahannya rupanya,dan satu lagi dia mengambil dua buah cincin kecil dari kayu steki dan ada satu permata kecil di tengah tengahnya,sepertinya kalau itu bukan but Adiba,setelah selesai semua yang di cari mereka menyelesaikan pembayarannya,dan langsung menuju sebuah yang letaknya tepat di sebelah toko axesoris tadi tepat di dekat pintu masuk resto abil menyapa seseorang sepertinya orang yang di kenalnya


" hi ngapain di sini?" mendaratkan tangannya di telapak tangan orang tersebut


" noh " melongohkan kepalanya ke meja no 23 disana sudah tampak Aliya dan pacarnya sedang makan malam,pandangan Malik juga mengikuti arah yang di tunjuk seseorang tadi


"tuan menyuruh saya mengawasinya" lanjut seseorang itu


" apa kita pindah saja tuan"


" kenapa?"


" saya muak melihat laki laki itu"


" jangan di liat,hidup jangan di buat rumit"


serumit hidup tuan saat ini (abil)


" mari masuk"


mereka menuju meja no 07 yang kebetulan agak jauh dan yang menempati baru saja selesai makannya, Malik menyodorkan menu makan yang sudah tersedia di meja makan tersebut,tapi abil milih ngikut saja dengan menu yang di pilih Malik


" disini tidak ada ikan asin dan nasi liwet seperti yang selalu kita makan bil" ledek Malik sambil tertawa kecil abil pun memecahkan sedikit tawanya mengingat masa masa dulu

__ADS_1


menu setiap harinya adalah ikan asin dan nasi liwet yang di masaknya sendiri di pondok


,


__ADS_2