
Minggu adalah hari yang tidak perlu tergesa gesa bagi adiba karna dia tidak perlu masuk kantor
Sehabis mengikuti dzikir panjang dia langsung tidur lagi,karna memang gus hafid tidak pernah menegurnya,dia di kejutkan dengan jatuhnya sesuatu ternyata gus hafid menjatuhkan gelas bekas minumnya karna meletakkanya kurang ketengah di meja
“gus…jenengan sudah datang”
“sudah dari tadi neng ,karna ini sudah jam tuju”
“apa?” adiba langsung bangkit dari tidurnya
“biar saya bereskan pecahan kacanya gus”
“tidak usah bentar lagi ummu datang membereskannya,kau mandilah sana,tidak bagus di lihat santri bunyai jam segini baru bangun”
Tanpa berkata apa apa lagi langsung ke kamar mandi,sementara gus hafid kembali menelaah kitab yang di pegangnya sedari tadi,selesai mandi,kamar itu sudah bersih dari pecahan kaca, gus hafid masih tetap di tempat duduknya,adiba mengeringkan rambutnya sambil berjalan menuju meja rias
“lain kali jangan terlalu pendek memotong rambutnya”
‘apa,ternyata dia memperhatikan rambutku”(adiba dalam hati)
Adiba memang sengaja memotong rambutnya sampai bawah telinga karna dia merasa kesulitan menata rambutnya kalau berjilbab.apalagi di tengah tengah kesibukannya bekerja,adiba tidak menjawab dan dia meraih cream wajahnya kemudian di pencet pencet sampai beberapa kali tapi tidak keluar juga isinya,kemudian dia dia ketok ketokkan kemeja riasnya akhirnya muncul sedikit
“sudah habis ya?kalau hari ini tidak ada jadwal kerja,ayo saya antar beli kebutuhanmu”
Apa emangnya dia suka ngmall juga ya? (adiba)
“kenapa diam,ayo bersiap siaplah”
“baiklah”
Adiba tidak menolaknya,karna memang sudah banyak kebutuhannya yang sudah habis,dan dia juga sepertinya butuh refres,karna sudah lama dia tidak keluar rumah selain bekerja
Setelah bersiap siap pergilah kedua mempelai itu ke tempat perbelanjaan,gus hafid hanya membuntuti adiba dari belakang ,tampak semua barang dia sentuh,tapi tidak semuanya di ambil
Setelah selesai adiba menuju kasir sepertinya dia tampak kelelahan karna menunggu antrian yang panjang, gus hafid meraih gagang troli yang di pegang adiba ,adiba menoleh ke wajah gus hafid
__ADS_1
“duduklah sambil memesan sesuatu,biar aku yang mengantri”
“tapi gus” gus hafid menggerakkan kepalanya menuju ke meja bundar tak jau dari stempat nya berdiri
Adiba merogoh dompetnya dan bermaksud memberikannya keg us hafid
“ simpan saja uangmu untuk bapak dan ibu,sekarang duduklah”
Cie cie cie perhatian banget sih jenengan gus ……(author)
Tanpa memesan apapun adiba hanya memainkan hapenya di meja itu,dan sesekali dia melihat gus hafid yang berdiri menunggu antrian
“kasian kamu gus,kenapa sih kamu selalu perhatian sama aku?”
“kenapa tidak pesan sesuatu?”
“tidak haus gus”
“ kalau begiitu ayo keluar!”,apa kau tidak mau makan?”
“belum lapar gus ,kan masih belom waktunya makan siang”
Mendengar ajakan gus hafid adiba seperti mau melompat lompat karna bahagia,karna memang dia sudah sangat rindu rumahnya
“baiklah gus,kebetulan saya sudah sangat rindu dengan bapak dan ibu”
Setelah membeli beberapa oleh oleh gus hafid lajukan mobilnya ke rumah adiba,tangan adiba seperti
Mau mengganti tangan gus hafid yang tengah mengemudi,karna ingin mempercepat jalan mobilnya
“kau beli apa untuk bapak dan ibu?”
“saya hanya membeli bahan bahan dapur,,,untuk di masak menu makan siang,”
Ketika mobil sampai di halaman bibi berteriak teriak kegirangan dengan kedatangan adiba
__ADS_1
“bapa ibu ,coba liat siapa yang datang?”
Tak lama kemudian bapak dan ibu keluar ,ibu berlari memeluk adiba sejenak mereka tenggelam dalam pelukan,bapak merangkul tubuh gus hafid mengajaknya ke dalam,
“bagaimana kabarmu nak?”’’
Sambil melangkah menuju kedalam menyusul bapak dan g us hafid
“sangat baik bu”
Adiba langsung menuju kekamarnya, sementara bapak dan gus hafid mengobrol di ruang tamu dengan di temani kopi yang masih berasap ibu juga ikut bergabung bersama mereka
“gus apa adiba sudah menjadi istri yang baik bagi gus hafid”
“dia adalah istri yang sangat baik bu,dia selalu melayani saya dengan baik”
“tukan pak betulkan apa saya bilang,adiba pasti akan menjadi istri yang baik,meskipun awalnya dia menolak”
Setelah puas mengintrogasi gus hafid ,ibu menuju kamar adiba,ibu berhenti sampai pintu,karna mengamati adiba yang sedang asyik mengamati baju baju kerjanya di dalam lemari
“ adiba” menghampiri adiba
“ya bu”
Kamu tidak usah menggunakan alat kontrasepsi,biar cepat punya anak,karna seumuranmu anaknya sudah pada sekolah paud”
Kerongkongan adiba terasa perih mendengar kata kata ibu
“ ibu adiba…..”
“adiba sudah tidak menggunakan apa apa kok bu, (gus hafid tiba tiba muncul)kami sudah merencanakannya iya kan sayang?” memeluk iba
sejak kapan panggilannya berubah jadi sayang?
“deg” jantung adiba terasa tidak beraturan pertamanya di peluk laki laki kenapa seperti ini rasanya ,adiba membatin
__ADS_1
“kenapa harus adegan peluk peluk segala sih gus?”(adiba)
Melihat hal itu ibu tersenyum lega