Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
Akan menjadi ayah


__ADS_3

Artis pensiun ini kini mulai menyadari betapa cerobohnya dia,terlalu percaya sama seseorang yang tidak jelas darimana asalnya,siapa orang tuanya,dan lebih cerobohnya lagi dia rela memberikan semua yang dia miliki,termasuk kehormatannya,


uangnya habis,kehormatannya di renggut,dan


kini tinggal tubuh kotornya yang harus malu berhadapan dengan Malik,yang tak pernah sekalipun punya niat pergi meninggalkannya,meskipun berkali kali dia berkhianat secara terang terangan,tidak tau mau mengadu pada siapa di tempat tidurnya dia mencurahkan seluruh kemarahannya,air matanya mewakili rasa sakit dan kecewa karna di tinggal seseorang yang benar benar telah merenggut segalanya


Malik mengetuk pintu kamarnya berkali kali tapi tidak ada jawaban ,dia masuk saja krna tidak ada jawaban,tanpa peduli dengan Aliya yang sedang terlelap di tempat tidurnya,dia langsung menuju ruang ganti,membersihkan tubuhnya,ganti baju dan langsung kemesjid,rupanya mas kawin yang di minta Aliya telah membuatnya jadi tidak betah jauh dari mushaf lama lama,jika tidak ada pekerjaan


Rupanya Malik benar benar telah memasrahkan jalan hidupnya pada Allah,dia benar benar mengikuti alur cerita yang telah di tulis sang pencipta,dia benar benar menikmati kebencian Aliya yang di berikan ya setiap berhadapan dengannya,karna memang Aliya memintanya untuk tidak menyapa,apalagi menyentuh,Malik benar benar mengikuti peraturan itu,bahkan dia tidak pernah bicara sekedar untuk bertanya barangnya yang terselip,atau berkas pentingnya yang ketinggala,usai jamaah Isyak


Malik kembali,dia masih mendapati istrinya terlelap di bawah selimut


dia meletakka sorbannya sambil mengamati wajah Aliya,karna sepertinya ada yang aneh,nafasnya sepertinya tidak beraturan


tidur macam apa dia,kok selama ini


"tuan makan malam sudah siap"


pak Mus memberi tahu dari ambang pintu,karna memang Malik belom sempat menutup pintunya


" baiklah,sebentar lagi saya nyusul"


karna takut di tanyakan Irawan Malik memberanikan diri untuk membangunkan istrinya,malik memanggil Aliya dengan berdiri di dekat nya


" Aliya bangun!papa sudah menunggu"


berkali kali Malik menyerukan suara seperti itu,karna tidak ada respond dia mencoba menggerakkan lengannya,Malik terkejut karna mendapati lengan istrinya sangat panas


"Aliya kau sakit,tubuhmu sangat panas,dan nafasmu"


Malik meraih tubuh Aliya dan membawanya kebawah menuju mobil,Irawan panik melihat Malik tengah menimang tubuh Aliya


"ada apa ,kenapa"

__ADS_1


" tubuhnya panas"sambil terus berjalan menuju mobil,Irawan berteriak teriak memanggil sopirnya,dan sopirnyapun berlari kecil mengejar Malik,sesuai instruksi pak Irawan, Malik meletakkan kepala Aliya di pahanya,dan memerintah sopir yang sudah siap di belakang kemudi untuk menjalankan mobilnya


" di percepat sedikit pak,tubuhnya menggigil"


" baik tuan"


tak memakan waktu lama sampailah mobil itu dirumah sakit,Malik terus menimang tubuh Aliya dan berteriak memanggil dokter


datanglah beberapa perawat,dengan mendorong sebuah ranjang, Malik merebahkan tubuh Aliya di ranjang itu


" pak ,silahkan tunggu disini biar dokter memeriksanya"


malik mengiyakan saja permintaan perawat


malik tampak kwatir menunggui dokter yang sedang memeriksa di dalam,tak lama kemudian dokter yang memeriksa Aliya keluar


"bagaiman istri saya dokter?"


justru saya ingin memberi selamat,anda akan segera menjadi orang tua"


" maksud dokter?"


" selamat ya tuan,istri anda hamil,tubuh istri anda hanya berusaha menghadapi keadaan barunya,jadi tolong jaga jangan sampai terlalu


ke capean,apalgi setress"


setelah kepergian dokter,Malik tidak bisa menguasai tubuhnya,dia hampir terjatuh karna tidak percaya dengan kenyataan yang dia hadapi,dia sandarkan tubuhnya,dan tanpa terasa air matanya telah deran membanjiri pipinya yang bersih


astaghfirullah ,astaghfirullah,astagfirullah


berkali kali bibirnya melantunkan kalimat itu


" Malik ,ada apa?"

__ADS_1


Irawan dan Hesti mengagetkannya,Malik segera menghapus air matanya dengan kedua tangannya


" apa Aliya baik baik saja,kenapa kau menangis?"


sambung Hesti panik


" i,iya,dia baik baik saja,dia hanya kecapean,"


" owh syukurlah,tapi kenapa kau menangis,?(Irawan)


"saya hanya terbaw perasaan saja ,tadi ada orang kecelakaan,dan anaknya menjerit jerit menangis"


" kasihan anak itu,tapi apa sekarang Aliya sudah baik baik saja?"


" dia sudah baik baik saja,perawat sedang memindahkannya ke ruang perawatan,mari kita kesana"


Mereka bertiga menuju ruangan Aliya,


dan rupanya Aliya sudah sadar,Irawan segera


menghampirinya,dan mennyentuh tangannya,


"apa kau baik baik saja sekarang?papa sangat mengkhawtirkanmu"


Aliya menangis melihat kepanikan Irawan,betapa dia merasa bersalah karna telah menghancurkan kepercayaan orang yang sangat menyayanginya,Malik hanya terdiam melihat adegan itu


ya Allah apa yang telah kau lakukan Aliya,kau benar benar telah menghancurkan hati papa


" kenapa kau menangis,isturahatlah,


kau akan baik baik saja,biar mali yang menjagamu"


aliya hanya mengangguk dan Irawan dan Hesti berpamitan pulang

__ADS_1


__ADS_2