
Pagi yang cerah,dedaunan tampak hijau dan masih basah sisa dari basahan embun kiriman dari sang pencipta,mobil malik melaju menyusuri jalanan yang sudah padat dengan ramainya kendaraan yang membawa pemiliknya masing masing menuju tujuannya masing masing pula,di sepanjang perjalanan Malik hanya terbungkam menyaksikan pemandangan luar kaca mobil yang sudah tampak tidak begitu sedap di pandang mata,
hanya ada tiang tiang listrik dan beberapa pohon besar,yang sudah berbau polusi,sepertinya sudah sangat sulit mencari udara segar di jalanan itu.
"tuan!"
abil membuyarkan lamunan Malik
"hemmm"
"apa non Aliya sudah baikan?"
"alhamdulillah"
abil tidak berani lagu mengajukan pertanyaan,melihat wajah tuannya seperti sedang tidak ingin berbicara
mobil itu terus menyusuri halaman GS GROUP ,yang di tepi tepi jalannya terjejer rapi pohon palem yang sudah meninggi,abil membukakan pintu mempersilahkan tuannya yang masih terdiam di tempat duduknya,dengan berjuta misteri yang membuat timbul tanda tanya besar di hati abil.
"jika tuan sedang kurang sehat,saya akan mengantar tuan kembali,atau saya akan panggilkan dokter bila perlu"
Malik bangkit dari duduknya dan keluar
" tidak usah,aku baik baik saja"
Tidak ada kata letih bagi Malik,selagi kakinya masih mampu berdiri dia tidak pernah tidak hadir ke GS,dan benarlah kata pepatah "hasil tidak akan mengkhianati usaha" GS GROUP benar benar melaju pesat dalam genggaman Malik,Namanya ada di berbagai tempat,dan banyak perusahaan yang
ingin bernaung di bawahnya,tapi di balik karirnya yang sukses,kehidupan pribadinya benar benar telah membuatnya lupa bagaimana cara tersenyum dengan tulus,tersenyum yang tanpa di buat buat.
Hari itu ada beberapa pertemuan yang harus Malik hadiri ,dan hal itu membuat Malik tidak tiba di rumah seperti biasa, meeting terakhir berakhir,jam sudah menynjukkan jam ,delapan 20 menit,setibanya di rumah orang orang sudah pada sepi,hanya pak Mus yang mengikutinya hingga ke kamar dengan menenteng tas kerja dan mnyandang jas Malik di lengannya,tapi dia juga tidak mendapati istrinya di tempat tidur
" pak Mus pada kemana kok sepi?"
" tuan dan nyonya,sudah pergi sejak jam lima tadi tuan,katanya di undang temannya makan malam" sambil meletakkan barang barang Malik ketempatnya masing masing
" Aliya?"
" kalau non Aliya baru saja keluar,entahlah,dia tidak bilang apa apa,
apa tuan ingin makan malam?"
" tidak aku sudah makan"
__ADS_1
"apa perlu saya siapkan air hangat?"
"tidak,kau istirahatlah"
Malik berendam di bak mandinya,karna merasa tubuhnya sangat lelah,di tengah tengah Malik menikmati hangatnya air di bak mandinya,suara deringan telpon berkali kali seakan memerintahnya untuk menyelesaikan mandinya,malikpun menyelesaikan mandinya
dan segera menuju suara deringan telpon yang sepertinya bukan punya miliknya,tapi bunyinya mulai tidak terdengar lagi,itu berasal dari hp Aliya yang tertinggal di tempat tidur,
karna bunyinya sudah selesai,Malik tidak jadi mengambilnya,tapi ketika Malik berbalik,kembali berbunyi nada pesan beberapa kali,Malik meraih hp Aliya dan membukanya
neng kalau benar benar mau kesini
cepetan sebentat lagi saya mau keluar
pesan itu membuat Malik ingin tahu beberapa pesan sebelumnya,disana juga ada alamat orang itu, tapi sepertinya pesan itu dari wanita ,karna namanya" mbok Ningrum"
siapa wanita ini,dan kenapa Aliya ingin menemuinya malam malam begini?
Malik jadi di hantui pikiran pikiran negatif
hingga membuatnya ingin pergi ke alamat itu,selesai salat isya Malik memanggil sopir pribadi rumah itu,karna merasa badannya sangat lelah ingin mengemudi sendiri
sepertinya ada yang sakit,apa jangan jangan Aliya menengok orang sakit,tidak mungkin,
ah tidak mungkin dia sepeduli ini pada orang lain
hati Malik mencoba menebak nebak
karna rasa penasarannya makin meningkat,dia mencoba mengetuk pintu,
dan suara rintihan sudah tidak terdengar lagi,hanya terdengar suara langkah seseorang
menuju pintu tersebut,pintu di buka dan tampak seorang wanita paruh baya menanyai Malik
" mencari siapa ya tuan?"
" saya mencari istri saya"
"siapa?"
" Aliya namanya"
__ADS_1
seketika wajah wanita tersebut pias
" kenapa bengong,dia ada di sini kan?,tuh mobilnya" sambil menunjuk mobil yang berada didepan mobilnya
"tuan suaminya?"
" iya saya suaminya,dan anda?"
" ss ,saya, mbok Ningrum"
" ada keperluan apa dia kesini,apa ada yang sakit?,dan kenapa anda segugup ini?"
" dia dia,apa dia tidak bilang apa apa sama tuan?"
" bilang sesuatu ,sesuatu apa,tolong bicara yang jelas"
" saya dukun peranakan tuan,non Aliya kesini
berniat mau mengugurkan kandungannya"
" apa?""
Malik sangat terkejut mendengar penjelasan dukun itu,dia masuk tanpa dipersilahkan masuk ,dan mencaribaliya ke dalam,Malik mendapati Aliya,sedang duduk di ranjang tua milik mbok Ningrum dengan menggunakan sarungdi terkejut dengan kedatangan Malik,tanpa sadar tangan Malik menampar pipi Aliya yang sedang terbelalak dengan kedatangan malik
" kamu sudah gila ya ,apa yang kamu lakukan?"
Aliya menangis dan mengusap pipinya
" dan kau,,,,(menunjuk mbok Ningrum uang juga sudah ad disana)
" jika kau tidak menghentikan praktekmu ini,kau akan menyesal,aku akan membuatmu masuk penjara"
" mmmafkan saya tuan,tolong jangan laporkan saya kepolisi,saya janji saya akan berhenti jadi duku"
"kamu keterlaluan aliya"
Aliya masih saja terdiam,dia tertunduk
sepertinya ada sejuta rasa malu didirinya,hingga dia tidak kuat mengangkat wajahnya
tanpa berkata apa apalagi Malik keluar dari rumah itu,dan memasuki mobilnya,tidak pernah dia semarah hari itu,sopirnyapun tak berani melihat wajahnya yang memerah
__ADS_1