
Jam kerja biasanya berputarnya seperti sangat pelan bagi Adiba,di dalam ruangan dan mengerjakan semua tugas membuat badan dan pikiran terasa jenuh dan bosan
tapi ketika presdirnya berubah Malik,dia merasa waktu terasa sangat cepat ,tanpa terasa dia sudah harus meninggalkan GS group karna matahari sudah hampir mau memasuki persembunyiannya
sesampainya di rumah dia langsung berendam air hangat menunggu datangnya adzan magrib,karna itu memang sangat berhasil rasa penat dan lelah,dia pejamkan matanya di dalam bak mandi yang suhunya sudah sangat pas menyamankan tubuhnya
Dia sangat gagah di depan para pemohon tadi,cara dia menyampaikan ,cara bicaranya
seperti orang yang sudah benar benar berpengalaman ,ya rob,,,,kenapa waktu berputar begitu cepatnya padahal aku masih kurang menikmati indahnya ciptaanmu,
jika ini berdosa maka ampunilah aku ya rob,,,,
aku hanya hamba yang sedang gila akan ke indahan ciptaanmu maka cepat jadikanlah pahala dosa ini dengan caramu!
"Allahu Akbar Allahu Akbar"
kumandang adzan membangunkan Adiba dari lamunannya ,dia terburu buru menyudahi mandinya
ganti baju dan segera memakai pakaian khusus menghadap sang pencipta, selain akhir pekan dia memang tidak pernah jamaah di masjid,karna merasa lelah,
lain halnya dengan Malik yang tidak pernah merasa lelah ke masjid,
selesai salat dan dzikir, dia merebahkan badannya,dia kembali teringat sosok gagah
yang menjadi penunggu hatinya
"nduk,,," ibunya menghampiri tanpa permisi karn memang pintunya tidak di tutup oleh adiba
" Hem"masih tetap dengan posisinya
menatap langit langit kamarnya
"apa kau ketiduran dengan mukenahmu?"
"tidak Bu" dduduk di dekat ibu yang sedari tadi memang sudah duduk di dekat paha Adiba
__ADS_1
",sampai kapan kau akan menutup mata dan hatimu nak?"
lagi lagi pertanyaan ibu menggugurkan kebahagiaan yang sudah ku dapat dalam dua hari ini (Adiba dalam hati)
"ibu malu dengan tetangga,se usiamu sudah banyak yang memiliki anak,ibu juga sudah kepengen gendong cucu"
"kenapa harus malu pada tetangga sih Bu,,?,kita hidup bukan mereka yang nunjang"
"tapi nduk,,,Gus hafid?" tidak meneruskan perbincangannya
"kenapa selalu Gus hafid Bu?"
"terus siapa,kalau memang ad orang lain yang ingin melamarmu mana dia orangnya,kenapa dia tidak datang,usiamu itu sudah lebih dari cukup Adiba,kamu itu cantik pintar,ibu malu
seakan akan kamu itu tidak laku,sampai usiamu sekarang kamu belum tunangan juga"
"dia pasti datang Bu"
jawab Adiba yakin
ibu keluar ruangan dengan perasaan kesal
karna jawaban Adiba selalu sama,adiba hanya menunduk lesu,hilang sudah poin yang di perolehnya selama dua hari ini
"ayolah tuan Ali alias Malik halalkan aku!
apa aku terlalu yakin ,bahwa kau menginginkanku,bagaimana jika tidak ?,tapi abil dulu pernah bilang,bahwa dia menaruh hati padaku,tapi itukan dulu,sudah lebih satu window lamanya,bagaimana jika perasaan itu sudah lenyap dari dirinya?dan itupun dulu hanya dari mulut abil,dia tidak pernah mengatakannya langsung padaku,kenapa aku sekarang jadi takut,,,ya rob,,,,berilah aku petunjukmu!"(Adiba)
Aliya sudah berada di kediamannya sejak sebelum Malik datang,tumben tumbenan dia datang lebih awal,hal itu membuat penasaran seisi rumah,begitupun pak Irawan,tapi dia masih menunggu waktu setelah makan malam yang ingin bertanya
Waktu itupun tiba ,mereka semua sudah selesai makan malam,Irawan mencoba mencari jawaban dengan rasa penasarannya
" kok gak biasa biasanya kamu pulang sangat cepat?"
"sebenarnya mau papa itu gimana si?,pulang terlambat di introgasi
__ADS_1
pulang cepat di introgasi seperti kantor polisi saja" cemberut
"ya papa heran saja,papa senang juga
sih sebenarnya kalau kamu lebih sering ada di rumah,lebih lebih lagi jika kau mau off dari dunia entertain"
Malik dan Hesti hanya menyimak pembicaraan mereka,sebenarnya Malik juga merasa sangat senang akhir akhir ini Aliya banyak perubahan,pakaiannya pun sudah tidak begitu mengumbar nafsu.
"jangan meminta hal hal yang tidak mungkin
pa,jika di rumah bicaralah tentang keluarga ini
biar aku tidak merasa bosan,ini lagi,pak bos baru seperti gak ada kangen kangennya,
gak pernah ada waktu ngobrol ,atau apa kek,?
"kapan ngobronya coba?"
Malik menjawab sebisanya
kita sekarang sudah bukan anak kecil lagi ,sudah ada batasan batasan yang harus kita patuhi(Malik dalam hati,)
"Malik benar kapan ngobrolnya,kamu datangnya selalu di saat kita sudah mengantuk"
"bagaimana kalau Minggu ini kita liburan"
"mau liburan dengan artis?jadi ngeri,,,(Malik tertawa kecil)
"nanti bukannya tenang dan santai menikmati liburan,kit malah di kejar kejar wartawan"
"kamu ngeledek ya,,,"(cemberut)
"emangnya gak ganggu job kamu,biasany gak da waktu libur tu?"
" sumua kontrak dan semua urusan sudah aku bereskan ,dan dalam dua Minggu ini aku belum menyetujui kontrak apa dan dengan siapapun"
__ADS_1
Irawan sebenarnya penasaran kenapa dalam dua Minggu dia mau break ,tapi dia enggan bertanya ,takut keliru lagi