Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
Bertemu Adiba


__ADS_3

Sekembalinya dari toilet umum ,Malik mampir dulu ke musholla kecil yang berada tak jauh dari toilet itu,setelah memenuhi panggilan adzan dan sedikit berdzikir,dia keluar ,,dan terperangah tak percaya ada sosok yang dia pikirkan sedari tadi berada kira kir 10 langkah di hadapannya


dia mengucek ngucek bola matanya,karna masih belom percaya juga,dan sosok itu semakin mendekat dan dia mengirim senyum indahnya yang Malik menerimanya seperti belaian lembut tangan seorang permaisuri kepada rajanya


"tuan ada di sini?"


"i iya' dan kau?"


"saya hanya menikmati akhir pekan bersama bapak dan ibu tuan ,karna memang sudah lama kami tidak menghibur tubuh dan hati kami"


"tuan ngapain disini,apa hanya mampir shalat atau memang berlibur?"


" baiklah kalau begitu aku kembali dulu"


menyudahi perbincangannya,tak ingin berlama lama memandangi gadis yang membuat hatinya bergejolak dan pikirannya semakin tak beraturan


"silahkan pak"lagi lagi memamerkan gigi taringnya yang sedikit gingsul dan menambah kecantikannya


Adiba memndangi Malik sampai menjadi titik kecil dan tidak kelihatan lgi


"nduk,,apa sudah selesai shalatnya?"


"eh ibu,,,belom Bu,,,


"dari tadi ngapain?


"tempat wudlu masih antri Bu ,,(sekedar memberi alasan


"tuh sudah sepi"kepalanya melongoh ke tempat wudlu'

__ADS_1


"ayo cepat ,nanti banyak yang datang lagi!"


lanjut ibu


mereka segera ke tempat wudlu' dan menyelesaikan kewajibannya


Di sepanjang perjalanan menuju tempat


duduknya Malik tersenyum senyum ,hatinya berbunga bunga bak tanaman yang baru di hujani setelah beberapa tahun kekeringan


"pak bos ayo sini ,!" menggerakkan tangannya memberi kode agar Malik segera bergabung ,karna mengambil gambar keluarga


"lama banget?"


"antri" jawabnya singkat


setelah puas mengambil foto keluarga mereka pun kembali kerumah,


hp nya, sedangkan di mobil Malik pak Mus yang hanya membisu di kursi belakang


" tadi ada Adiba di musolla"


Malik memecah kesunyian di dalam mobil


abil tetap diam saja fokus pandangannya ke depan


"sepertinya Allah selalu memberi kesempatan kami bertemu"


abil tetap fokus dengan kemudinya karna dia merasa katA kata tuannya bukanlah pertanyaan yang perlu di jawab,pak Mus pun hanya terdiam ,seperti tidak ingin tahu apa yang di bicarakan tuan mudanya

__ADS_1


"abil katakan sesuatu!"


"harus berkata apa tuan"


,,ya Allah,,,kau benar benar tidak meringankan bebabanku"


"jika ingin beban tuan berkurang,ungkapkan lah perasaan tuan,"


"aku masih menunggu waktu yang tepat bil,aku masih ingin mengumpulkan keberanianku ,untuk mengatakannya pada tuan"


"tuan besar sangat menyayangi anda tuan,jadi apapun yang tuan inginkan pasti tuan akan meng iyakan"


Malik tidak melanjutkan lgi obrolannya karna mobil sudah berhenti pak Mus membukakan pintu ,Malik keluar dan


pak Mus menuju mobil satunya,


"kau pulanglah dan beristirahlah,aku juga mau istirahat"


Malik mengangguk dan kembali memundurkan mobilnya kemudian menganggukan kepala kepada tiga orang pengendara mobil satunya


seperti tidak lelah dari liburannya Malik mengeluarkan selembar kertas putih berukuran 50 kali 30 cm


dan meletakkanya di easel kecil yang sudah berada di meja dekat jendela kamar,dia mengeluarkan beberapa alat lukisnya,dan mulailah diA membentuk sebuah wajah yang di hiasi dengan sebuah jilbab hijau daun


wajah itu adalah milik sosok yang selalu menghantui hati dan fikirannya,


tanpa melihat pun dia sudah hafal bentuk wajah gadis yang di cintai ya itu


dan dia menambah beberapa kalimat di samping wajah yang sudah tersenyum di lukisan itu

__ADS_1


kekasih dalam diamku


__ADS_2