
Di tengah tengah kesibukan Gus hafid menyuapi Adiba makan siang,tiba tiba ada yang memanggil salam dari luar pintu
,Dada Adiba mulai tidak karuan mendengar suara itu
"Assalamualaikum"
Waalaikumussalam"
Jawab Gus hafid dengan tetap memegang piring di tangannya
" Masuklah!" Sambungnya maka muncullah lelaki gagah dengan stelan jas hitam dan kemeja donker dengan dadi melilit di lehernya,dengan diikuti seorang laki laki di belakangnya,ya itulah Malik dan abil yang ingin menyambangi Adiba yang sedang sakit,melihat pemandangan di depannya hati Malik seperti masih ada perih perih sedikit
" Eh kamu, silahkan duduk"
Gus hafid bermaksud menyudahi untuk menyuapi Adiba,
"Teruskan saja Gus"
" Saya sudah kenyang Gus"
Celetuk Adiba,seraya melirik ke pemakai jas hitam
" Baiklah aku temani Malik dulu ya?"
" Silahkan Gus"
Gus hafid menuju sofa ruangan itu, Malik berdiri dan mencium tangan Gus hafid tapi Gus hafid segera menariknya,kemudian di susul dengan abil
__ADS_1
" Bagaiman keadaan istri jenenagan Gus?"
Malik menguatkan diri menanyakan wanita yang gagal di halalkannyameskipun bibirnya sedikit berat dan gemetar
"Alham dulilah ,insya Allah besok sudah boleh pulang,tapi mohon maaf ,kami mungkin tidak bisa menghadiri acaramu,acaramu besok kan?"
Mendengar kata kata Gus hafid tentang acara Malik,kerongkongan Adiba terasa perih
" ya Gus,Tidak datang tidak apa Gus,kesehatan istri Gus hafid lebih penting,yang penting doanya saja,"
Setelah lama berbincang bincang,kedua pemuda itu mengundurkan diri,
Gus hafid mengantar mereka ke luar pintu,di sepanjang kehadiran Malik Adiba hanya terbungkam,dan sesekali mencuri pandang,meski tidak ada satu orangpun yang tau,
Kedua pemuda itu,balik ke tempat kerja mereka,di sepanjang perjalanan sesekali Malik melempar pertanyaan pertanyaan kecil ke abil,meskipun pertanyaan itu mungkin tidak perlu di jawab ,bahkan tidak ada jawabannya,menurut abil
" Abil besok aku akan menikah,tapi sekarang saja ,aku dan calon istriku,masih sama sama sibuk dengan urusan kita masing masing,apakah menurutmu aku akan bahagia setelah menikah"
" Bahagia itu kalian yang buat tuan,jadi berusahalah untuk saling membahagiakan,"
" Sok menggurui kamu,"
Abil hanya tertawa kecil menanggapi perkataan tuannya
" Sepertinya mereka bahagia ya bik"
" Siapa?" Pura pura tidak tau
__ADS_1
" Adiba dan suaminya,Gus hafid sangat perhatian,"
" Mungkin iya mungkin tidak tuan,"
" Kok jawabanmu misterius?"
" Ya karna pertanyaannya juga misterius"
" Ah sudah sudah,bertanya padamu itu sama saja ,bertanya pada anak kecil,jawabannya tidak masuk akal"
Mobil mewah itu sudah berada di depan gedung GS GROUP, kedua pemuda itu melangkah menuju ruangannya, di dalam ruangan Malik mulai berfikir ,siapa yang akan menjadi pengganti Adiba jika dia benar benar mengundurkan diri
" Abil ,kau cobalaj sementara waktu menghandle,pekerjaan Adiba"
"Tapi tuan,saya tidak berpengalaman sama sekali dalam hal ini"
" Ini hanya untuk ,sementara,aku tidak tau Adiba benar benar akan mengundurkan diri atau tidak,jika dia benar benar mengundurkan diri,aku harus benar benar hati hati memilih penggantinya,karna
Pengalaman bukan satu satunya andalan untuk menggantikannya,tapi aku ingin orang yang bisa di percaya juga,dan dalam hal ini,aku harus minta pebdapat tuan besar"
" Tapi tuansaya takut "
"Akupun sebelum duduk disini,tidak pernah pengalaman di perusahaan lain,tapi aku jalani saja,dan menampilkan semua ke ahlian yang aku miliki,tentang perusahaan,dan tidak lupa pula,Allah,aku selalu memohon bantuan kepadanya,dan lihatlah hasilnya,bukan aku sombong,tapi tuan besar puas dengan kerja kerasku,jadi cobalah dulu,kamu bisa I TI kan,itupun sudah cukup,selanjutnya aku yang akan bimbing"
" Baiklah tuan ,akan saya coba"
"Lagian aku lebih cocok dan rolex kalau dengan kamu"
__ADS_1
" Iya itu karna neng Adiba sudah menikah," (abil)
Dengan perintah Malik ,abil melangkah dengan ragu ragu menuju ruangan Adiba, dia mencoba membuka semua berkas,yang ada di komputer,dan di meja kerjanya,dia pelajari satu persatu,dan mencoba memahaminya,