
Di suasana tegang dan bertanya tanya,awak media masih tetap dengan pekerjaannya,Irawan menarik tangan Malik hingga ke tengah diantara mereka,Adiba semakin deg degan melihat hal itu,dia merasa begitu yakin kalau tuan besar nya yang yang selama ini memberikan kepercayaan kepadanya dan Malik akan memberinya sebuah kejutan yang tidak mengkin dia bisa lupakan seumur hidupnya,da berulang ulang meraba kepalanya yang di selimuti jilbab, mencoba membenahi jilbab yang masih rapi belum berubah sama sekali,mungkin dia hanya ingin mengurangi rasa groginya
berkali kali pandangannya di jatuhka pada Malik dan pak Irawan beberapa dia panjatkan dalam hati berharap ini hari
keberuntungannya,dia akan pulang dengan
bercerita kisah indahnya yang selama ini dia pendam,kepada ibunya yang selalu memaksa ingin tahu siapa laki laki yang di tunggunya,dari ketegangannya dal suasana tanda tanya tiba tiba pak Irawan kembali ke Aliya dan menariknya ke dekat Malik,Aliya jadi ingin bertanya apa sebenarnya yang ingin dilakukan orang tuanya,tidak mungkin kalau dia akan menjodohkan Malik denganku,ini sudah jauh di luar batas dugaannku,(Aliya)
dengan langkah agak berat dan coba tersenyum karna banyak awak media yang mengambil ke untungan dengan hal ini,Aliya mencoba menenangkan dirinya,
Adiba yang sedari tadi menancapkan seribu pertanyaan dan harapan kita tubuhnya seakan
lemah lunglai namun dia masih coba meyakinkan dirinya
apa mungkin ada pertunangan ,apa mungkin dia juga akan memanggilku dan memanggil pacar Aliya yang tidak ke temui keberadaannya di sini(Adiba)
"dia Aliya putriku satu satunya,sejak kecil mereka sudah bersama,dan hari ini saya sebagai orang tua akan memperkuat ikatan mereka dengan saling bertukar cincin di jari mereka "
"brelk" seketika tubuh Adiba lunglai ,dengan di tangkap kedua orang tuanya yang semakin panik,mata Malik yang sedari tadi diam diam mengawasinya ,ingin rasanya berlari ,tapi dia memikirkan perasaan orang baik di sampingnya. melihat insiden itu pak Irawan menjeda acaranya, mereka berempat menuju
Adiba yang sudah di krumuni para tamu
sesekali Aliya memandangi Malik dengan tatapan tajam bak serigala menerkam mangsanya,dia merasa ini rencana yang benar benar telah di susun oleh Malik
"air ,tolong bawakan air"(Irawan)
seketika pelayan menyodorkan air putih dan menyerahlannya pada ibu Adiba yang tengah
memangku badannya
ibu menuang sedikit demi sedikit air yang tengah di pegang nya
", nduk bangunlah,ada apa, sebenarnya?'
dengan perlahan Adiba membuka matanya
__ADS_1
dia terkejut melihat kerumunan wajah manusia yang tepat berada di atas tubuhnya
dan satu lagi yang tiba tiba membuat dadanya kembali sesak matanya tertuju pada laki laki yang kini ada di dekat ibunya,dia membuang mukanya begitu saja,dia mencoba berdiri
"saya tidak apa apa kok Bu,saya cuma kecapean"
mencoba tegar dengan keadaan yang menimpanya sekarang dia kembali berdiri dan menghiraukan lagi sosok yang dari dulu dia kagumi berdiri sangat dekat dengannya
"Adiba jika kau tidak enak badan kamu bisa istirahat dulu" ucap Hesti kwatir
"tidak nyonya saya hanya kecapean dan saya sudah enakan,kalian bisa kembali menikmati pestanya,maaf telah membuat panik" seraya memberi sebentar tatapan kebencian kepada Malik yang berada di samping ibunya
", baiklah kalau memang sudah tidak apa apa mari kita lanjutkan acaranya!"(Irawan)
mereka semua kembali ke posisi masing masing, media kembali meng aktifkan kamera mereka masing masing ,
"Malik kau baik baik saja kan " Irawan menegur Malik yang masih mematung di tempatnya, sekembali dia dari menarik tangan Aliya menuju posisi semula,dengan hati yang penuh amarah Aliya manut saja,karna dia mengingat banyak media berkeliaran,dia takut
sedikit saja dia melakukan kesalahan akan menurunkan reputasinya sebagai artis papan atas dan keluarganya yang sangat terhormat
Malik tersentak dan berjalan mengikuti pak Irawan " baiklah sekarang mulailah memasang cincinnya Malik" (Irawan)
" nak,,,,pasanglah cincinnya"
bak alunan nada kiriman dari surga suara itu mengingatkan Malik dengan suara ibunya ketika memanggilnya,
Hesti pertama kalinya memanggil Malik anak
mungkin karna dia terbawa suasana haru dan bahagia
Malik mengambil cincinnya dengan tangan bergetar,seolah dia ketakutan dan tertekan
dengan rasa takut dia mengambil tangan Aliya ,pertunangan yang sama sekali tak pernah terlintas di benaknya
Aliya membiarkan saja tangannya di tarik oleh Malik karna dia masih mempertahankan
__ADS_1
posisinya di dedepan media,dia tersenyum kosong,dan Malik merasakan hal itu,
dia tidak berani lagi melihat ke arah yang sedari tadi memandangnya sinis,gadis yang
menunggunya sekian lama untuk di halalkan,
tanpa di perintah Aliya melingkarkan cincin di tangan Malik setelah Malik melakukannya
para tamu bersorak turut bahagia menyaksikan pertunangan orang besar itu,
lain halnya dengan adiba ruangan yang sudah berubah seperti di tengah gurun Sahara yang sewaktu waktu panasnya bisa saja merenggut nyawanya,dia ingin acara ini cepat selesai dan lari dari ketidak nyamanan ya
pesta berjalan sangat lambat bagi pasangan baru itu ,demikian pula bagi Adiba,
di tambah lagi dengan iringan musik yang slow ,menambah hati mereka seperti makin tersayat sayat,,mereka saling tenggelam dengan perasaan perih mereka masing masing,
"Malik ku serahkan putriku padamu,karna aku yakin kau akan jadi imam dan teman hidup yang baik bagi dia"
Irawan merangkul Malik dan mengelus elus pundaknya,malik menikmati pelukan hangat seorang ayah dari irawan
Aliya diam dengan dalam ketidak setujuannya ,tapi kemarahannya seperti akan meluap namun dia tahan
kebaikanmu menyiksaku tuan
kau telah begitu baik ,lalu bagaimana aku akan mengabaikan kebaikanmu hanya demi
rasa yang lancang ini,rasa yang sengaja aku biarkan tumbuh tanpa berfikir akan seperti ini jadinya (Malik)
kemudian dia berpindah memeluk Aliya begitupun dengan Hesti,
"selamat nak,,muda mudahan kalian selalu melengkapi satu sama lain"
ucap Hesti yang belum melepaskan pelukannya di badan Aliya
Lagi lagi pandangan Malik dan Adiba bertemu,seketika Malik menunduk,tak kuasa
__ADS_1
menahan perasaan yang entah bagaimana mau mengungkapkannya saat itu,
karna saking galaunya