
Suara ayam jantan mulai bersahutan,alam yang gelap perlahan lahan berubah jadi terang dedaunan tampak basah karna siraman langsung dari sang pencipta,yang mengatur pergantian siang malam yang begitu sangat indah.Tapi tak lain halnya dengan mempelai yang tengah berada dalam satu kamar namun tak seranjang,menikah tapi tak mencinta itulah pasangan Malik dan Aliya,yang kini tengah berjuang menghadapi
hatinya yang sama sama terluka.
Sejak pertama lantunan adzan subuh melengking di angkasa hingga terdengar ke dalam kamar mempelai itu,sejak itu pula Malik sudah berusaha membangunkan istrinya untuk salat subuh,tapi sayang hingga fajar hilang dan matahari muncul istrinya tak mengindahkan keinginan Malik
ternyata tanpa Aliya sadari semua barang barang Malik sudah ada di kamar itu,termasuk peralatan mandinya,Malik terheran heran juga melihat handuknya bergelantungan di ruang ganti
"ternyata semuanya sudah di siapkan" ucap Malik sendiri
ketika Malik asyik menyabun tubuhnya,
dari belakang nya sudah ada teriakan histeris hingga seakan memmecah langit langit kamar mandi
"aaaaa,,,,"
seketika Aliya membalikkan badannya
dan Malik jadi kehilangan akal,ini wanita satu satunya melihatnya telanjang
"kau ,berani berani nya kau masuk ke kamar mandiku"
tetap dengan posisinya
"keluarlah,biarkan aku menyelesaikan mandiku"
Aliya keluar dan membanting pintu kamar mandinya
sudah gila dia ,berani beraninya dia mandi disini,oh iya aku lupa,dia kan memang sekamar denganku sekarang,ya ampun,,,,kenapa aku harus melihatnya sih,,,,
Aliya berjalan kembali ke tempat tidur ,setelah menggetarkan kepala dan seluruh badannya mengingat kejadian yang baru saja di alaminya,
tiba tiba saja rasa malunya muncul setelah dia tenang dalam duduknya,
aduh,,,,kenapa aku bisa mengetuk pibtu dulu sih,,,kenapa aku bisa lupa kalau dia sekarang sekamar denganku?
aliya menundukkan kepala dan menutup mukanya,Malik yang sudah keluar dari kamar mandi sambil menggosok gosok rambutnya dengan handuk kecil,dia tidak pedulikan Aliya yang sedang duduk di tempat tidur,Malik hanya berharap Aliya tidak membahas kejadian yang memalukan itu,
tersadar Malik sudah berada didepan kaca ,dia melihatnya dan kemudian membuang muka
memaluka
__ADS_1
diapun bergegas kekamar mandi,
Malik tetap saja duduk di sofa dengan pakaian mandinya yang agak panjang,
dia memencet bel yang terarah ke dapur dan ke kamar pak Mus
,tak lama kemudian pak Mus datang
pak Mus senyum senyum melihat tuan mudanya dengan pakaian mandi dan handuk kecil di dekatnya,apalagi masih terdengar suara gemericik air dari kamar mandi
"apaan sih senyum senyum?"
"maaf tuan,apa tuan butuh sesuatu?"
" bawakan saya teh hangat dengan madu ya
,sepertinya aku kurang sehat"
" begadang ya tuan?"
pak Mus dengan lancang mengeluarkan pertanyaannya
" iya" Malik balik menggoda biar urusannya tetap kelar, pak Mus meninggalkan ruangan,ingin mengambilkan teh dan madu yang di minta Malik
"kau benar benar betah ya di kamarku?"
" ini kamarku juga kan"
" terserah !!!yang jelas aku terganggu dengan
keberadaanmu,"
"cepat tutup badanmu,pak Mus sebentar lagi kesini"
"apa hakmu,dan sejak kapan ada peraturan Aru di rumah ini,pak Mus sudah biasa kok dengan pakaianku"
" aku berhak atas MU,peraturan itu berlaku mulai hari ini,karna aku adalah suamimu"
Malik sedikit melempar nada tinggi,
Aliya mengepalkan tangannya dan kemudian mengibaskan ya
__ADS_1
kenapa dia sok marah marah gitu sekarang,
main ngatur ngatur seenaknya,,dasar Ali,menyeramkan juga kalau lagi marah,sampai kapan aku harus sekamar bersamanya?
Aliya mengambil setelan santainya yang panjang dan lengan tiga perempat,dia menuju ruang ganti sambil menggerutu
Pak Mus datang bersama nampan dan dua cangkir teh madu,dia meletakkan di meja depan Malik,
" ini tehnya tuan,selamat menikmati!"
"terima kasih"
" owh iya kira kira jam berapa perias datang"
" mungkin sudah ada di bawah tuan"
" baiklah"
pak Mus keluar dari ruangan pengantin baru,
" wah sebegitu antusiasnya ya kau,hingga bertanya kapan perias datang?"
sambil meraih cangkir yang ada di meja
"iya"
jawab Malik singkat
lagi lagi Aliya gagal mau bertengkar karna jawaban Malik yang menyebalkan,
dasar menyebalkan
Aliya sibuk mengeringkan rambutnya dengan hair dayer dan malikpun sibuk dengan telpon genggamnya,masih seputar bisnis,dan GS GROUP,di sela sela kesibukannya untuk resepsi Malik masih saja memikirkan GS group
Terdengar ketukan pintu dari luar,sepertinya mereka adalah tim perias ,Malik mempersilahkan masuk
" silahkan duduk dulu,saya ke ruang ganti sebentar,"
" baiklah tuan ,biar nona dulu yang kami rias"
*****
__ADS_1
episode selanjutnya akan bercerita tentang
Adiba yang meminta malam pertamanya duluan ya,,,jadi minta likenya dulu ya reader,,biar bisa lanjut.