
Hari berganti Minggu ,Minggu berganti bulan. dan begitupun seterusnya,tanpa mengungkapkan perasaan satu sama lain
Adiba dan Malik menjalani kisah cintanya,
abil la satu satunya saksi hidup cinta mereka
mereka biarkan cinta mereka tumbuh dan berkembang tanpa ada ungkapan apapun
selama delapan bulan GS GROUP di handle oleh Malik dan Adiba ,dengan masa yang sedikit itu,mereka telah membuat GS group semakin melonjak dan ke suksesannya semakin memuncak,Malik membuka beberapa cabang di beberapa pusat kota
dan tak jarang mereka berdua berada di layar tv nasional untuk konvergensi pears
bahkan banyak komentar komentar positif netizen untuk mereka berdua,setiap wartawan mengejar mereka untuk bertanya abil selalu menjadi orang pertama yang menyelamatkannya,
pernah di satu stasiun TV *****
mereka berdua sedang di wawancarai tentang cabang barunya GS group
dan wawancara dan promosi pun berlangsung lancar
dan di akhir acara tiba tiba pembawa acara
memberanikan diri bertanya kepada kedua orang sukses itu
" mohon maaf sebelumnya tuan Malik dan nona Adiba,apa boleh kami bertanya tentang
kisah cinta kalian"
"kisah cinta apa?kami belum memikirkan kisah cinta ,kami hanya fokus pada karir kami" Malik menjawabnya dengan penuh keyakinan
"dan anda nona?"
" sebagai perempuan saya hanya pasrah saja
dengan takdir yang Allah akan kirim untuk saya" (matanya tertuju pada Malik yang tempat duduk nya ada di sebelah Sofanya)
" apa sekian lamanya kalian sering bersama,tidak ada rasa atau perasaan apa gitu?"presenter tersebut menyertai tawa kecil dengan pertanyaannya.
"perasaan apa?"(Malik tersenyum)
"ya saling menyemangati saja untuk kemajuan GS group"
sepertinya mereka berdua kompak menyembunyikan perasaan mereka
__ADS_1
"dan apa nona tidak ada perasaan lebih gitu
setiap berdekat dekatan dengan orang se ganteng dan segagah tuan Malik"?
" deg" pertanyaan presenter itu bagai
beban berat menimpa badanku
pertanyaan macam apa ini,siapa sih yang tidak akan kesemsem sama tuan MALIK ALI ABROR yang gantengnya kebangetan dan cara bicaranya itu membuat orang jadi melayang layang ,
"sepertinya pertanyaan ini tidak perlu saya jawab,sudah waktunya kami kembali ke kantor"
" baiklah nona tuan terima kasih sudah meluangkan waktunya "
Malam sudah mulai mendekat abil mengantar tuannya ke kediamannya
dan seperti biasa dia mengantarnya sampai depan pintu kamar
"abil kau ke masjid kan hari ini?"
"insya Allah tuan"
sudah seperti biasa sepulang kerja mereka
pak Irawan melarang dia ke masjid
karna ada hal penting yang ingin di bahasanya setelah shalat magrib
" apa kau bisa shalat di rumah saja?"
menegur Malik yang sudah muncul dari balik
pintu kamar sudah lengkap dengan kopyah putih dan sorbannya
"ada apa tuan?"
"'ada hal penting yang ingin saya bicarakan
setelah salat magrib"
"kalau begitu saya ke masjidnya sebentar saja tuan,tidak usah menunggu isya"
"baiklah terserah kau saja"
__ADS_1
Malik memenuhi permintaan tuan Irawan hari ini dia tidak berlama lama di mesjid
dia kembali dari masjid yang kebetulan di ruang keluarga sudah ada tiga orang dengan
di lengkapi beberapa makanAn kecil dan tiga cangkir kopi,
"dudukla kami menunggumu"
"duduklah ustadz Ali "Aliya menimpali
Malik bergabung bersama mereka duduk di tempat duduk di dekat pak Irawan
kemudian tanpa di perintah pak Mus menyodorkan secangkir kopi
"sebenarnya saya mengumpulkan kalian di sini,hanya ingin mengajak kalian ikut andil dalam mempersiapkan pesta"
" pesta apa pa?"
Aliya bertanya terkejut"
"Dan kamu mintalah semua karyawan di GS group untuk cuti tiga hari" tanpa menjawab pertanyaan Aliya pak Irawan meneruskan pembicaraannya
"dan mintalah pada sekretarismu besok
untuk datang kesini,biar dia yang memimpin atau mencari tema dekorasi rumah ini untuk pesta "
"baiklah tuan "
"papa belom menjawab pertanyaanku?"
"pesta kejutan untukmu Aliya"
"kejutan?dalam rangka apa?
ulang tahunku kan sudah lewat?"
" anggaplah ini hadiah ulang tahunmu ,karna papa dulu tidak memberimu hadiah istimewa"
"wah wah,wah
aku jadi penasaran ,jadi pengen cepat sampai
pada hari H,"
__ADS_1
"jadi berdandanlah secantik mungkin kau di hari itu Aliya" Hesti menambahkan