Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
obat tidur


__ADS_3

Malik menyandarkan kepalanya di sandaran sofa,tidak lama kemudian Aliya juga sudah berad di kamarnya,Aliya berdiri di dekat Malik tapi Malik tidak peduli dengan keberadaannya,


"kenapa kau marah?"


"kenapa kau melakukannya,kenapa kau mau membunuh umat Muhammad baru itu,dia tidak berdosa Aliya" tubuh Malik bergetar diiringi air mata bercucuran,entah apa yang dia tangisi,


" aku malu padamu Malik,aku tidak ingin kau mengetahuinya"


" aku sudah tahu,justru sebelum kau mengetahuinya"


"tapi kenapa kau diam saja,kenapa kau masih saja merWatku,kenapa kau tidak tinggalkan saja aku"


" cukup Aliya,sudah cukup,aku sudah capek,aku tidak mau berdebat "


" tolong Malik ,tolong jangan halangi aku,


aku tidak menginginkan benih orang bejat ini,aku takut papa tau ,bagaimana kalau dia tahu"


" tidurlah,aku tidak mau mendengar apapun lagi,tidurlah!"


suara Malik meninggi seakan memecah langit langit kamar ,Aliya ketakutan melihat kemarahan Malik,tanpa membantah lagi dia naik ke tempat tidur


Malik masih tetap menangis sejadi jadinya,


dan sesrkali terdengar kalimat istigfar dari mulutnya


seharusnya kau senang aku menggugurkannya,inikan bukan bayimu


dasar orang aneh,tapi bagaimanapun


aku akan tetap menggugurkannya,aku tidak mau benih penipu ini ada di tubuhku,


******


Makanan sudah siap di meja makan,Malik memaksa Aliya untuk sarapan di meja makan


meskipun sudah berkali kali Aliya menolaknya,tapi malik tetap saja menarik


tangannya


" Malik aku mohon kau makanlah sendiri,


aku takut ada bau makanan yang akan membuatku mual disana,aku takut ketahuan


papa"


akhirnya Malik mengabulkan rengekan Aliya,


" dimana Aliya,bukankah dia sudah sehat?"

__ADS_1


tanya Hesti


" dia masih pusing katanya"


" owh biar pak Mus nanti bawakan makanan kekamarnya" Irawan


" oh tidak ,tidak usah,biar saya saja"


Malik segera memotong pembicaraan Irawan


Irawan hanya tersenyum,melihat menantunya begitu perhatian


usai makan Malik membawakan roti isi sayur seperti yang di makan Aliya di rumah sakit, dan jus jeruk yang katanya bisa membantu mengurangi rasa mual


" ini makanlah ,ini aku yang membuatnya sendiri"


meletakkan nampan di meja sofa


" habisksnlah makananmu,dan jangan lupa minum vitaminya,aku mau pergi ke kantor,dan


ingat jangan berani keluar rumah ,apalagi berani macam macam dengan bayi yang kau kandung"


Aliya hanya bengong di tempat tidurnya mendengar nasehat Malik


sejak kapan berani mengancamku?


" tuan apa tuan akan kekantor hari ini?"


" iya,tunggulah di mobil,aku sudah siap"


Rutinitas yang melelahkan tapi benar benaremvabtu Malik melupakan masalah hidupnya,berhadapan dengan layar komputer,dan berkas yang menumpuk membuat Malik menjadi lupa dengan masalahnya yang yang tak selesai selesai


jarum jam masih berada di angka no dua itu tandanya dua sampai tiga jam lagi dia harus ada di gs group ,di sela sela kesibukannya,berkali kali hapenya berderin,


Malik mengeset lambang telpon yang melompat di layar hapenya menuju lambang telpon berwarna hijau


" tuan segeralah ke rumah sakit ,Nina Aliya


di bawa kesana"


ya Allah apa lagi yang di lakukannya


" abil antar aku kerumah sakit"


" siap yang sakit tuan?"


" Aliya"


langkah kedua laki laki itu begitu cepat

__ADS_1


menuju mobil,mobil melaju juga agak cepat karna Malik memintanya,sampailah mereka di rumah sakit,abil menyakan tentang dimana Aliya berada kepada resepsionis,setelah itu mereka menuju arah yang di tunjuk resepsionis, di depan ruang IGD tampak Hesti dan Irawan berdiri tegang


" apa yang terjadi pa?"


" entahla,tiba tiba saja Aliya pingsan di kamarnya,dengan bsnyak busa dan muntah di lantai,pak Mus yang menemukannya"


" papa tenang ,dokter sedang menanganinya,Aliya pasti baik baik saja"


tak lama kemudian dokter keluar dengan senyum cerah di wajahnya,itu pertanda ada kabar baik pastinya


" bagaimana anak saya dokterr?"


" syukurlah anak bapak segera memuntahkannya,hingga janinnya baik baik saja?"


" apa?,janin?"bahagia campur kwatir


mengisi hati irawan


" apa kalian tidak tahu ,kalau pasien sedang hamil?"


" tidak dokter,kami tidak tahu"


" saya tahu kok dok" sambung Malik


" kau sudah tahu?"


" iya pa"


" tapi kenapa kau tidak memberitahuku?"


" masih nunggu waktu pa,Aliya yang melarangku"


dokter belom sempat menjelaskan apa apa Irawan sudah ngobrol panjang dengan Malik


" baiklah sekarang pasien sudah melewati masa kritisnya,jadi sebentar lagi akan di pindah ke ruang perawatan"


" oh ya sebenarnya ada apa dengan Puteri saya dokter"


Hesti masih ingin tahu jawabannya kenapa mulut Aliya berbusa seperti orang keracunan


" orang hamil itu kadang kadang sering depresi nyonya,jadi tolong di jaga perasaannya,sepertinya Puteri nyonya berniat bunuh diri,karna dia minum obat tidur sangat banyak"


"apa?"


semua yang ada di situ terkejut


apalagi ini Aliya?


" jadi tolong di jaga perasaannya ya buat dia senyaman mungkin"

__ADS_1


" baik dokter " Hesti dan Irawan


dokter itupun berlalu dari hadapan mereka


__ADS_2