Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
MALIK ALI ABROR


__ADS_3

Malik menyandarkan tubuhny di kursi kerjanya,dia memejamkan matanya ,dan menerawang jauh ke alam bawa sadarnya


"ya Allah agungnya ciptaanmu,apakah ini pertanda dari mu ,bahwa dia tercipta untukku


,meskipun dia tidak pernah berkata apa apa padaku,namun melihat mu seperti salah tingkah ketika berhadapan denganku,aku yakin kau juga mempunyai perasaan yang indah untukku,aku yakin akulah yang engkau tunggu,tinggal menunggu waktu yang tepat aku akan jadikan kau halalku,aku akan mengumpulkan keberanian untuk mengatakannya pada tuan"


"permisi tuan"


seorang laki laki berseragam OB di luar ruangan membuyarkan lamunan Malik


"masuklah"


"apa tuan butuh sesuatu?"


"tidak"


"minuman mungkin?"


"baiklah"


"hangat atau dingin"


"cappucino dingin saja"


OB itupun keluar dari ruangan Malik tak lama kemudian dia kembali dengan membawa minuman yang di minta tuannya


tuan MALIK ALI ABROR presiden direktur di Golden star group


Diruangan skretaris Adiba masih tetap terpaku berdiri di dekat meja kerjanya dia belum menduduki kursi kerjany,dia masih tersenyum sendiri memeluk erat berkas yang di tandatangani tuan Malik tadi,entah apa yang di pikirkan skretaris cantik berhijab itu.

__ADS_1


Jam menunjukkan 16 : 30 seluruh staff dan para pekerja satu persatu mulai meninggalkan rungannya masing - masing


begitupun dengan dua orang yang saling memendam perasaan cintanya,Malik turun menuju mobilnya,tampak beberapa staff yang masih ada di situ menundukkan kepala memberi hormat


sebelum memasuki mobilnya matanya sempat bertemu dengan mata gadis yang sudah berada di dalam mobilnya,dadanya kembali berdebar,namun dia coba menguasai tubuhnya agar tidak kelihatan bahwa dia sedang nervous,Malik hanya tersenyum dan masuk ke mobil,begitupun dengan gadis itu yang tak lain adalah Adiba,dia membalas senyum Malik


Tanpa sopir tak sama halnya dengan bos bos besar lainnya Malik mengemudi mobil mewahnya sendiri,sesampainya di gerbang utama kediaman tuan Irawan dua penjaga membuka pintu dan menundukkan kepalanya


tak seperti biasanya penjaga itu semakin menghormati menghormati Malik,Malik tersenyum pada mereka "muda mudahan kemulyaan ini terus berlanjut sampai hari kebangkitan esok"


sesampainya di garasi pak Mus sudah berada di sana dan membukakan pintu untuk Malik sama halnya waktu dulu yang dia lakukan untuk tuan Irawan


kemudian pak Mus mengiringinya sampai kekamar, dan membukakan jasnya


"apa ini juga perintah?"


"iya den,eh tuan muda'


"iya tuan muda"


"apa perlu di ubah semuanya?"


"iya tuan muda"


"saya jadi tidak enak sendiri pak Mus,saya sebenarnya sama dengan pak Mus dan pelayan yang lain?,jangan berlebihan seperti ini"


" ini bukan berlebihan tuan muda,bahkan tuan besar sudah menyuruh saya memerintahkan yang lain agar mengubah panggilannya,bukan berlebihan atau bermaksud sombong,tuan bilang biar mereka lebih menghormati siapa yang membayar mereka,karna untuk membayar mereka juga butuh energi dan fikiran yang jauh lebih rumit dari pada dengan


energi yang mereka keluarkan untuk melayani rumah dan penghuni rumah ini"

__ADS_1


"baiklah terserah pak Mus saja"


lalu Malik menuju kamar mandi,pak Mus masih mengekor di belakangnya


"apa pak Mus juga mau mengikuti saya mandi,atau mau menyabunkan saya "


"tidak tuan,saya hanya ingin mengatur suhunya,"


"tidak usa pak Mus ,saya bisa sendiri"


"tapi tuan?"


"sudahlah ayo kembalilah,istirahatlah ini hampir magrib,,setelah itu kau akan bekerja lagi,untuk menyiapkan makan malam"


"baik tuan"


pak Mus meletakkan pakaian Malik ke keranjang cucian dan keluar dari kamar Malik,


Malik tak berlama lama di kamar mandi,karna seperti biasanya diaingin ke masjid


setelah mengeringkan rambutnya,dan berpakaian Koko lengkap dengan sorban dan pecinya ,Malik bergegas keluar kamar,


di ruang utama dia di tegur pak Irawan


"apa kau tidak capek? "


"tidak tuan" tersenyum


"pergilah"

__ADS_1


kemudian dengan buru buru keluar,


"mana mungkin orang sepertimu akan berkhianat"ucap Irawan dalam hati sambil matanya mengantar kepergian malik


__ADS_2