
Acara salam dan peluk sudah selesai,tampak kepala Malik menolah noleh kebingungan seperti mencari sesuatu di temapat itu
"siapa yang kau cari" tannya Irawan lembut
"apa non Aliya tidak ikut?"
"tuh" sambil menunjuk seseorang berbaju hijau dengan stelan jensnya yang ketat,dengan rambut lurus terurai,sampai bawah bahunya,yg duduk di kursi tunggu sibuk dengan telpon genggamnya
Malik mengalihkan pandangan ke arah yang di tunjuk pak Irawan,dia melihat sebentar kemudian kembali kedepan pandangannya,seakan tak percaya bahwa Aliya kecil kini sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yg sangat anggun dan cantik,
sejenak dia teringat,ketika Aliya merengek minta di ijinkan untuk mandi air hujan ke papanya,dan bermain hujan bersama di kebun samping rumahnya,
"ternyata dia sudah besar sekarang"
"iya,,tapi sayangnya ,dia tidak tumbuh seperti yang saya inginkan,,,dia tumbuh dengan dunia sendiri,dan saya sama sekali tidak menyukai hal itu"
"maksud tuan?"
"jik kau sering nonton tv,tv indonesia tentunya,pasti kau akan kenal betul dengannya"
"saya jarang sekali nonton tv tuan"
bahkan sama sekali tidak ada waktu,karna waktuku hanya tersita untuk mempertajam hafalan hafalan Qur'an dan hadisnya,meskipun demikian,dia tidak hanya mempelajari hal hal yg berkaitan dengan Islam saja,bahkan ilmu bisnis dan teknologi dia juga mendalaminya,,,
"dia tumbuh di dunia entertain,dia beberapa kali meraih ajang penghargaan karna suara dan ke ahliannya dalam akting,kalau siang hari dia jarang sekali ada di rumah,bahkan sama sekali tidak ada di rumah,malampun kami jarang bertemu,kadang krna saya yang sudah tidur duluan,kadang dia yang sudah terlelap,,kami berjumpa sebentar hanya waktu sarapan pagi,itupunterburu buru,hari inipun dia bersedia ikut kesini,karna saya memarahinya,,dulu saya berharAp dia akan tumbuh jadi wanita dewasa yang soliha,,dan hanya mau makan uang dari suaminya,,"jelas pak Irawan dengan wajah lesu
"teruslah memperingatinya tuan dan mendoakannya,karna takdir Allah tiada yang tau,terus orang yang di dekatnya itu siapa?menunjuk wanita sepertinya tidak jauh umurnya dari Aliya,,kulitnya juga bersih wajahnya ya standar lah,,,
"Vina,dia asisten pribadinya,,mereka sudah seperti kepala dan rambut yang kemana mana selalu bersama,apa kau tidak ingin menyapanya?"
__ADS_1
tanpa menjawab Malik memberanikan ktempat duduk Aliya,
"assalamualaikum"
kedua wanita yg tengah sibuk bermain hp mendongak keatas,,
"Wa,a,,"
Vina tidak melanjutkan kata katanya dan mengangah,,
sementara Aliya kmbali ke hpnya,,
"Hem,"Malik mengagetkannya
"waalaikum salam ada yang bisa saya bantu?"
"Aliya,,,apa kau tidak mengenaliku?"
"temanmu bermain hujan dulu"
"jangan berbeli Belit,siapa kau dan mau apa
keluarkan bukumu,atau berbalik lah!"
"kenapa?"
"cepat sebelum banyak yang mengenaliku"
"maksudmu apa?"
__ADS_1
lalu Aliya mengeluarkan boloin,dan beruputar menuju punggung Malik,lalu memberinya tanda tangan,di joknya yg birlang
"apa ini" Malik segera mundur 5 langkah menjauh
" bukankah ini yang kau inginkan?"
"tidak,aku tidak menginginkannya"
"sombong"
"aku Malik"
"apa!"Aliya sedikit terkejut
"kau?,"syukurlah kau cepat datang,jadi aku bisa cepat pergi dari sini"
,lalu Aliya bergegas di ikuti asistennnya,,
meninggalkan Malik,sementara Vina masih berjalan sambil menoleh ke Malik,seakan kurang puas sedari tadi memandanginya,
"papa aku pergi dulu,ada keperluan yang masih harus aku selesaikan,,dia kan sudah datang"
"aliya!"
dengan nada tinggi Irawan memanggilnya,,tapi Aliya tidak memperdulikannya,,,dia tetap berjalan keluar
"maafkan dia Malik" gumamnya pada Malik yang kini sudah berdiri di hadapannya,
"tidak apa- apa,saya sudah hafal dengan dia"
__ADS_1
"sebaiknya kita pulang ,mungkin Malik sedang butuh istirahat sekarang" ,kata wanita yang sedari tadi hanya diam menyaksikan mereka