
kabar kehamilan adibapun di hantar kepada bapak dan ibunya yang memang sudah lama ingin mendengar anak semata wayangnya itu memiliki keturunan
Tanpa membawa sopir Gus hafid dan Adiba pergi kerumah orang tuanya, mendengar suara mesin mobil yang berhenti di halama rumah,pembantu Adiba keluar dan menyambut mereka,seperti lupa sopan santun pembantu itu berteriak teriak dengan kedatangan Adiba saking bahagianya
" ibuk....bapak.....coba liat siapa yang datang?"
adiba hanya mensenyumi tingkah pembantunya itu
" Bi....tolong bawakan kresek dan kardus di bagasi ya....!"
"baik non" pembantu itu segera menuju bagasi mobil dan mengeluarkan semua oleh oleh didalamnya
" dan yang kresek kecil itu milik bibi ya"
lanjut Adiba yang tanpa menunjukkan kresek yang mana,lalu melangkah menaiki teras rumah,di pintu sudah ada bapak dan ibunya yang baru muncul dari dalam
"assalamu Alaikum" (hafid)
" waalaikumussalam" jawab mereka serentak,
sejenak mereka hanyut dalam pelukan,dan pembantunya sudah menunggu di belakang mereka dengan beberapa barang yang di tengtengnya di tangan
" mari mari masuk saja"
ucap ayah sambil merangkul pundak hafid
mereka semua pun berjalan menuju ruang keluarga dan duduk bersama
" kenapa gak ngabari kalau maubkedini"
tanya ibu dengan wajah berbinar binar
" kami sengaja tidak ngabari Bu,biar jadi kejutan"
ucap Aliya sambil menoleh sebentar pada suaminya yang di balas senyum tipis oleh Gus hafid
"bagaimana kabar pak yai dan Bu nyai"
bapak adibapun tak mau kalah dengan pertanyaannya
" Alhamdulillah mereka semua baik"(Gus hafid)
"Alhamdulillah" ucap ibu dan bapak
__ADS_1
setelah puas saling bercerita dan melepas rindu,Gus hafid dan Adiba menuju kamarnya,mereka sengaja tidak langsung memberi tahu tentang kehamilan Adiba
"mas....kita salatnya disini saja tidak usahbke mesjid, biar saya bisa salat di belakang jenengan"
karna memang sejak menikah mereka tidak pernah salat bersama ,sudah ada tempat salat masing masing bagi mereka,Adiba di musolla putri dan Gus hafid di masjid
"baiklah Ning"
Adiba menggelar dua sajadah di samping tempat tidurnya sambil menunggu Gus hafid yang tengah mandi dan berwudlu di kamar mandi,Adiba menyodorkan handuk kecil pada suaminya yang keluar dari kamar mandi dengan keadaan rambut yang masih kelihatan
sangat basah
"saya mandi dulu ya,ini keringkan dulu rambutnya" dengan memberikan handuk yang memang sudah dibawakannya.
Mungkin rasa malunya didepan Gus hafid sudahbhilang,Adiba sudah biasa keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan
jubah mandinya yang hanya selutut
rambutnya yang awal menikah hanya se leher
kini sudah mulai memanjang hingga bawah pundaknya,Gus hafid yang sudah duduk di atas sajadah dari tadi mulai mengamati istrinya yang keluar dari kamar mandi
jamaah pertama kali di lakukannya usai menikah,memiliki keindahan sendiri dihari mereka,usai salat Sunnah Adiba meraih tangan suaminya,dan mencium punggung tangannya,Gus hafid mengecup ujung kepala Adiba dan membacakannya sebuah doa doa indah untuknya,kemudian mengelus perutnya
dengan beberapa bacaan ayat ayat Al Qur'an
Adiba segeea datang dengan mushaf kecilnya ke hadapan suami yang sudah duduk di sofa,seperti biasa Adiba hanya mendengarkan saja jika di wkatu senggang Gus hafis membaca Qur'an,30 menit berbincang bincang dengan sang pencipta ,Gus hafid pun minta ijin ke Adiba mau istirahat dulu adiba mengiyakan dan menemaninya di tempat tidur,Adiba menyentuh dada Malik yang masih tertutup
Malik pun menyentuh tangan Adiba dengan mata tertutup
" Ning nanti malam saja ya,saya capek sekarang"
"apa sih Gus,"(Adiba mencubit tonjolan dada Gus hafid)orang cuma ingin meluk"
adibapun membalikkan badannya,Gus hafid memeluknya dari belakang dan mencium punggungnya
"orang hamil itu gak boleh ngambekan"
Adiba tetap dengan posisinya
" say tamu loh disini,masak di ginikan"
Adiba tetap tidak bergeming
" baiklah kalau kata kata saya menyinggung saya minta maaf tuan Puteri"
__ADS_1
Adiba tertawa dengan membalikan badannya
"ternyata putera pak yai pandai ngegombal juga ya"
Gus hafid memeluk istrinya dan menggerakkan hidungngya di hidung Adiba
aduh.....ini mau tidur atau mau ngapain sih?(author)
belom sempat berhasil tidur siangnya ,pembantu sudah memanggil mereka untuk makan siang,mereka segera turun dan menuju ruang makan ,yang sudah penuh dengan kesukaan Adiba ,
sambal terasi ,ikan asin,basi jagung,terong,dan sayur asem,
tapi sayangnya Adiba tidak sesumringah dulu
waktu menjumpai masakn itu,malah dia merasa mual dan menutupi mulutnya,
Gus hafid sudah duduk tapi Adiba masih berdiri saja dan menutup mulut dan hidungnya,kemudian dia berlari ke kamar mandi dekat ruang makan,dan mulailah antraksi mual mualnya didalam,Gus hafid pun
sudah seperti hantu tiba tiba saja sudah ada di belakngnya dan memijat mijat lembut punggunya,Adiba sudah mulai gemetar tubuhnya,dan Gus hafid memeganginya dari belakang,ibunya yang tengah memandanginya di belakang Gus hafid jadi kwatir
" kalau tidak enak badan kenapa di paksa kesini,kan kalau kangen bisa kami yang kesana"
Malik hanya tersenyum
" Bu,say bawa neng ke kamar dulu ya!"
" baiklah ayo,ayo"
Gus hafid bermaksud menimangnya tapi Adiba menolak
" saya bisa jalan kok mas,cuma agak lemes saja,bentar lagi udah sembu"
Gus hafid membaringkannya di tmepat tidur,ibu dan ayah sudah berjejer di dekat rnjang ,ibu duduk di dekat kaki dan memijatnya
" kenapa gak pergi periksa saja nduk"
" ibu saya baik baik saja kok,"adiba tersenyum dan melihat ke arah suaminya
"ibu sebenarnya Ning lagi hamil sekarang"
"apa?"suara itu serentak terucap dari dua mulut ornag yang sudah tidak muda lagi itu
seketika ibu memeluk Adiba ,dan air matanya sudah tidak terbendung,begitupun dengan bapak
" ibu sebaiknya ibu dan vapak temeni mas hafid makan ,sekarang ,biar saya istirahat dulu sebentar"
__ADS_1
" Ning mau mau makan apa?"
" saya makan roti isi yang saya bawa tadi saja mas