Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
KEMBALI KE RUMAH


__ADS_3

Dokter memeriksa Aliya bagian dada dan perut,dokter tersenyum dan menghampiri Malik


" pak istri anda sudah boleh pulang"


lega rasanya Malik mendengar kalimat itu,tiga hari sudah dia meninggalkan abil sendiri, menghandle GS group,setelah menyelesaikan semua tagihan Malik menghampiri Aliya yang sudah dari tadi menunggunya di mobil,abil sudah siap di dekat pintu depan mobilnya,dan membukakan pintu,ketika Malik sudah kelihatan dengan senyum di bibirnya,yang menambah aura ke tampanannya meskipun


sedikit terganggu dengan wajah letih karna sudah tiga hari istirahatnya terganggu


Aliya mengamati tubuh suaminya hingga duduk di samping abil,sambil mengunyah perment karet min yang baru saja di belinya di mini market rumah sakit,mengunyah permen karet membuat mualnya tidak terasa,Malik tidak memperdulikan dua mata yang mengawasinya, dia minta langsung di berhentikan di kantor,dan minta abil mengantar Aliya pulang


Aliya merasa tersiksa juga dengan kebisuan Malik,dia tidak mengerti kesalahan apa yang telah membuat Malik semarah ini


mobil berhenti di halaman GS, Abil membukakan pintu dan Malik keluar


" tuan apa tidak sebaiknya tuan istirahat di rumah menemani non Aliya,sepertinya tuan sangat lelah"


"aku lebih lelah jika berada di rumah"


jawaban Malik seperti sebuah belati yang menggores kulitnya,Aliya menelan ludahnya


kerongkongannya terasa perih mendengar sindiran Malik


" kau antarlah dia "


tanpa berpamitan pada Aliya,Malik melangkahkan kakinya menuju ruangannya,


ke Bali abil menutar arah mobil hingga memasuki jalan raya,Aliya tetap saja dengan kunyahannya,tidak tau mau bicara apa dengan abil di dalam mobil


" apa tuan baik baik saja nona?"


"entahlah"


dia sedang tidak baik baik saja abil

__ADS_1


" kok sepertinya kalian,,,,,"


" dia marah padaku abil,tapi aku tidak mengerti dia marah atas kesalahan yang mana aku tidak tahu,karna terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat"


"maksud nona?"


" owh,,,tidak, tidak ada,aku hanya asal bicara saja"


" owh,,,saya kira beneran"


kenapa aku jadi curhat sama dia


diakan tidak tau,tentang kami


Pelayan wanita mencoba memapah Aliya


yang baru turun dari mobil,tapi Aliya menolaknya


" tidak usah bi,aku sudah sehat kok"


" baiklah"


Aliya berjalan dengan di ikuti pak Mus dan pelayan wanita itu,kemudian Hesti muncul dari ruang keluarga


" pa...aliya sudah pulang"


Irawan pun muncul karna panggilan hesti


" eh sudah pulang rupanya,kok tidak ngabari?"


" hapeku di pegang Malik pa"


" terus suamimu dimana sekarang?"

__ADS_1


" dia langsung kekantor pa"


" kenapa tidak kau suruh pulang dulu,dia kan sudah tiga hari menjagamu,pasti dia sangat lelah"


" tidak mau pa"


" dia benar benar orang orang yang bertanggung jawab,sekarang kau istirahatlah"


tanpa menjawab Aliya melanjutkan langkahnya,dia merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya


akhirnya tidur di sini juga


" apa nona masih butuh sesuatu?"


" owh,,,sampai lupa kalau ada pak Mus,tidak pak,bapak pergilah!"


" baiklah nona"


kenapa aku masih saja lolos dari Kematian,dan kenapa juga dia harus peduli pada benih orang bejat ini


Aliya kembali menangis mengingat pengkhianatan kekasih yang sangat di cintainya,berkali kali dia memukul perutnya


dan kenapa juga dia mau berbohong pada papa,padahal usia kandunganku sudah 12 Minggu,kenapa dia bilang masih 10 Minggu,


sok jadi pahlawan ,mau menutupi aibku di depan papa dan Tante Hesti,aku semakin tidak mengerti apa maunya kenapa tidak biarkan saja aku membuang anak ini


dalam tangisannya,dia mencoba membolak balik pikurannya,dan akhirnya dia bisa menenangkan dirinya sendiri


untuk apa menangisi yang sudah terjadi


untuk apa menangisi pengkhianat,


lebih baik aku cari kebahagiaanku sendiri,dan melanjutkan hidupku,tapi bagaimanapun aku tidak mau mengandung dan jadi ibu dari anak

__ADS_1


ini(Aliya)


__ADS_2