Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
panik


__ADS_3

KAU MENGATUR TAKDIRKU SANGAT INDAH


PART 69


Semua keluarga sudah berada di meja makan, suasana sangat hangat, sehangat kebersamaan mereka. Pak Mus mulai memberi hidangan di piring mereka. Ketika Aliya hendak memulai suapan pertamanya, tiba tiba bel rumah berbunyi. Pak Mus segera bergegas menuju pintu depan. Setelah di buka ternyata tampak sosok pria berjaket hitam dengan celana jeans. Pria itu masih sangat muda dan wajahnya juga sangat tampan.


"Ada yang bisa saya bantu?," Tanya pak Mus


"Apa Aliya ada?," Pria itu balik bertanya, dengan memijit mijit dagunya.


"Ada, apa ada paket buat nona ya?,"


"Apa saya terlihat seperti kurir ya?," Pria itu mengusap rambutnya ke belakang.


"Oh tidak tidak,"


"Terus kenapa tanya paket?,"


"Saya kira pengantar paket."


"Ah sudah sudah, cepat panggil Aliya, aku ada urusan dengan dia." Bentak pria itu


"Baik silahkan masuk dulu tuan!."


Pak Mus segera berlari ke dalam menuju Ruang makan. Pria itu mengikuti pak Mus dan berhenti di ruang tamu.


"Non ada tamu yang perlu sama nona katanya."


Ucap pak Mus memberi tahu.


"Selesaikan dulu makannya!." Sambung Malik


Aliya menoleh kearah suaminya, dan tersenyum. Usai makan Aliya langsung menuju ruang tamu, betapa terkejutnya dia melihat sosok yang tengah duduk di ruang tamu, dengan kaki kanan di atas lutut kiri. Langkah terhenti di depan belakang sofa.


" Kau???, Beraninya kau datang kesini?,"


Dengan suara geram dan samar Aliya menuding pria itu.

__ADS_1


Pria itu bangkit dan menuju Aliya, tangannya mau menyentuh wajah Aliya, tapi Aliya segera mengibaskan ya.


"Jangan lancang kau ya!," Mata Aliya melotot, dan jari telunjuk hampir menyentuh hidung laki laki itu.


"Hebat, hebat, rupanya kau sudah berani, bermesra mesraan di depan media"


Pria itu bertepuk tepuk sambil mengelilingi Aliya.


"Diam, diam!, Cepat katakan yang engkau inginkan, dan segera keluar dari rumah ini!."


"Bagus. Ternyata kau cerdas juga, kau sekarang lebih peka , ketimbang dulu"


"Cepat katakan jangan berbelit Belit"


Aliya masih tetap denagn nada yang sama.


"Transfer 10 juta ke rekeningku!,"


"Kau sudah gila ya?, Dari mana aku akan dapat uang sebanyak itu?."


"Sejak kapak kau pelit, apa suami yang mengajarkan?."


"Baiklah, segera transfer, atau ayahmu akan mati mendadak, karna aku akan bilang siapa ayah anak yang berada dalam perutmu itu."


"Ba baiklah, sekarang kau pergilah!," Besok aku transfer. Aku mohon!."


Aliya menelungkupkan kedua tangannya di depan dada. Pria itu menyentuhkan dan menjalankan punggung tangannya ke punggung tangan Aliya dan berkata


"Kenapa buru buru, aku kan masih kangen."


"Jangan kurang ajar kamu, (Aliya mengibaskan tangannya) n cepat pergilah!."


Dengan senyum puas pria itu keluar dari rumah Aliya, Aliya segera membalikan badannya, keringat dingin bercucuran di tubuhnya. Badannya terbentur badan seseorang tepatnya di dada seseorang.


"Maaf" ucapnya singkat dan panik.


"Kau kenapa, kok seperti orang ketakutan?."

__ADS_1


Tanya orang yang di bentuknya, yang tak lain orang itu adalah Malik.


"Ti tidak, aku Idak apa apa, aku hanya gerah, dan ingin mandi."


"Apa ada seseorang yang mengganggumu?,"


"Tidak,"


"Terus siapa yang datang?,"


"Ohw itu, ada orang mengantar paket."


"Benarkah begitu?,"


"Iya,"


Aliya segera meninggalkan Malik, dia tidak ingin malik lebih banyak bertanya lagi. Aliya masuk kamar dan mengunci pintunya, dia segera mengambil ATM yang ada di laci sebelah tempat tidur.


"Jika aku ambil satu kali dari sini, akankah ada yang tau?, Tapi gak apa apalah, Malik tidak akan mempermasalahkannya"


"Tok tok"


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya, Aliya segera meletakkan kembali ATM tersebut kedalam laci, dan segera membuka pintu.


"Kau?,"


Ucap Aliya gugup


"Emang ada orang lain?," Malik balik bertanya.


"Enggak," Aliya kembali duduk di tempat tidur, malik menghampirinya.


"Aku tahu ada yang kau sembunyikan dariku,"


"Tidak, tidak ada."


"Baiklah, aku tunggu hingga kau benar benar ingin jujur padaku, sekarang aku mau istirahat, kau istirahatlah!. Jangan tidur terlalu larut ."

__ADS_1


Malik merobohkan badannya di tempat tidur, Aliya masih saja tetap di tempat duduknya.Berkali kali dia menoleh ke wajah suaminya.


"Maafkan aku Malik, aku belum siap memberi tahuku saat ini" ucap Aliya dalam hati.


__ADS_2