Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
belum siap menikah


__ADS_3

satu bulan yang di targetkan ibu Adiba telah sampai ,rupanya tidak tidak main main dengan ucapannya,dia benar benar mau melaksanakan kata katanya,setelah makan malam selesai,ibu memasuki kamar Adiba


dan Adiba sudah memeluk guling erat dan merapatkan seluruh badannya ke guling


"nduk,,,ibu tau kau belum tidur,bahkan kau belum menutup pintu kamarmu,terus kenapa kau sembunyikan wajahmu di balik bantal seperti itu?"


,"kepengen cepat tidur saja Bu,biar besok bangunnya lebih fres"


"tapi kenapa pintunya di biarkan terbuka,?"


"Adiba lupa Bu"masih tetap dengan posisi yang sama


"bangunlah ada yang ingin ibu bicarakan"


"Adiba mengantuk Bu,"


"baiklah kalau tidak mau bangun,dengarkan baik baik"


Adiba tetap terdiam dan tetap di posisi yang sama


" kau masih ingat kan satu bulan yang lalu


ibu pernah bilang apa padamu?"


Adiba tetap saja diam dan mematung dalam posisinya sepertinya seringnya bertemu dengan Malik membuat ingatannya pada yang lain terhapus


"jika dalam satu bulan kau belum ada yang melamar juga ibu akan menerima Gus hafid,karna dia masih menunggu keputusanmu"

__ADS_1


Adiba langsung tersentak dan bangun dari akting tidur tidurannya


" kenapa sih Bu,selalu membahas Gus hafid,


tolong beri Adiba kebebasan Bu,,Adiba masih ingin menikmati karir Adiba,nanti kalau sudah tiba saatnya,pasti nikah juga"


"kapan saat yang kau bicarakan itu,?kasian Gus hafid menuggu mu"


" kenapa harus menungguku Bu,kan masih banyak wanita wanita di luar sana yang jauh lebih pantas menyandang gelar bunyai"


"Adiba jaga ucapanmu,dia itu gurumu,"


" tapi Bu?"


"sudah diam ,beliau bilang dalam satu tahun ini masih mau menunggumu,barangkali hatimu bisa terbuka katanya"


"ibu tolong jangan selalu membahas ini


tanpa berkata apa apa ibu keluar dari kamar Adiba


maafkan aku Bu,mungkin aku telah berdosa karna berkali kali menentang ibu


tapi aku tidak berdaya Bu,aku tidak bisa mengkhianati hatiku,tunggulah waktu itu tiba Bu,aku yakin dia juga akan membawa kedamaian dengan keluarga ini


Mata Adiba mengembun dia merasa bersalah


karna sudah berkali kali membuat ibu kecewa dengan jawabannya,tapi dia begitu yakin laki l aki yang di dambakannya akan datang membawa kedamaian pada rumahnya dan keluarganya.

__ADS_1


pagi itu di meja makan ibu tidak seperti biasanya,ibu hanya diam seribu bahasa,membuat hati Adiba semakin merasa bersalah


"ibu kenapa,apa ibu sakit?"


tanya bapak memecah keheningan


ibu tetap diam dan mengangkat sendoknya hingga ke mulut,dia mengunyah makanannya seperti keong berjalan


" ibu marah pad saya pak"(Adiba),saya tidak bermaksud mempermalukan kalian,saya hanya ingin menikmati kesendirian saya dulu,sebelum nantinya saya benar benar terikat dengan pernikahan"


" perempuan tetaplah perempuan,setinggi apapun ilmunya,seberhasil apapun karirnya


dia tetap harus berada di bawah suaminya,jadi untuk apa kamu membangga banggakan karir mu"(dengan intonasi yang lebih menegangkan)


" sudahlah Bu,,,Adiba benar dia hanya ingin


menikmati kesendiriannya,beri dia waktu ,,,,"


"itu hanya alasan dia di depan bapak saja,


dia selalu membawa bawa karir jika ibu yang membujuknya"


"maafkan Adiba Bu,jika kata kata Adiba sudah menyinggung ibu,Adiba tidak pernah merasa bangga dengan keberhasilan Adiba sendiri,Adiba hanya ingin membahagiakan kalian di masa tua kalian,tidak lebih"air mulai bercucuran dari bola mata indah Adiba


Ruang makan itu seketika berubah menjadi sunyi,yang sesekali bunyi piring yang terkena gesekan sendok dari pak Irawan yang masih menghabiskan sisa makanannya


"Adiba permisi pak"

__ADS_1


mencium punggung tangan bapaknya


lalu berpindah ke ibu yang kini jilbabnya sudah mulai basah,meski tangan tak bergeming,Adiba mencoba meraihnya dan menciumnya


__ADS_2