
, Undangan sudah di taburtermasuk ke tangan adiba,satu minggu menjelang pernikahan, tapi malik tetap saja aktif di kantornnya,meski pasca ernikahan adiba dia sering menjaga jarak,tapi cintanya begitukuat,karna semakin dia bermaksud melupakan,semakin dia tersakiti,
Aku tidak brharap akan terjadi perpisahan di pernikahan seseorang yang sudah terjadi,aku hanya berandai andai, seandainya ada ke ajaiban dalam waktu satu minggu ini,tapi perandaian konyol apa ini?
Semua sudah terjadi,kau menikah,akupun akan menikah,kau berada dibawah tanggung jawab seseorang,dan ajku akan bertanggung jawab pada seseorang”
“tuan ada yang mengetuk pintu” abil mengagetkan malik
“suruh dia masuk”
Orang itu masuk setelah di bukakan pintu oleh abil,dia tak lain adalah adiba yang membawa setumpukan berkas dan meletakkannya di atas meja malik
“ tuan ini laporanxxxxxxxx xxxxxxx untuk bulan ini,silahkan di cek,dan sebagian sudah ada di email tuan”
“ adiba,kenapa kau masih saja bekerja?apa gus hafid tidak melarangmu?”
Prtanyaan malik membuat bayangan yang bijaksana itu muncul di kepala adibayang
“beliau tidak pernah keberatan dengan keputusan yang saya buat”
“tapi apa kamu tidak merasa bersalah dengan keputusanmu,sebagai istri dari putra satu satunya kiayi yang menetap di pesantren,tenagamu sangat di butuhkan untuk selalu ada untukmemantau perkembangan pesantren putri”
Kata kata malik bagai petir menyambar,wajah adiba seketika menjadi pias,
__ADS_1
Kenapa tuan,kenapa tuan mempertanyakan hal ini,apakah tuan belom sadr juga bahwa tuanlah sosok yang tidak bisa aku jauhi,tuanlah sosok yang sering membuatku melamu dan menangis tanpa alas an,kenapa,apa kehadiranku sudah mengganggu mengganggu suasan hati tuan sekarang,karna nona aliya sudah mnjadi pemilik sah?bukankah dulu aku tidak salah dengar bahwa aku juga pernah menjadi orang penting dalam hidup tuan,kenapa tuan cepat sekali menghapusku dari memory tuan?
“secepatnya saya pasti membuat surat pengunduran diri tuan”
“adiba aku tidak bermaksud”
“saya mengerti tuan,sangat mengerti,saya memang bersalah,tidak seharusnya sebagai menantu dari seorang kiayi,saya masih berkluyuran bebas di luar pesantren seperti sekarang ini"
“adiba….kantor ini akan sangat kehilangan mo(termasuk aku) akan sulit meencari pengganti seperti dirimu,tapi ini semua demi kebaikanmu I(dan kebaikanku juga,agar aku bisa cepat melupakanmu,dan belajar
Memenuhi tnggung jawabku)”
“baiklah tuan kalau sudah tidak ada keperluan lagi saya permisi,dan saya akan usahakan segera mebuat surat pengunduran diri”
Adiba Keluar dari ruangan dengan tubuh tak berenergi,bagai selesai berlari jauh tanpa minum air,tubuhnya merasa lunglai ,dia menghela nafas panjang di kursi kerjanya,dia hanya tidak percaya,dia akan meninggalkan jabatannya yang sudah diraihnya dengan susah payah,
Mungkin memang inilah yang terbaik,aku harus pergi dari sini dan meupakan semua yang ada disini
Tentang pekerjaan dan tentang hatiku
******
Berkali kali malik menyapu rambutnya kebelakang dengan kedua tangannnya,dan sesekali dia menggerakkan kursi kerjanya,kedepan dank e belakang,abil hanya memperhatiikannya dengan diam
__ADS_1
,mencoba memahami kesulitan demi kesulitan yang di hadapi tuannya,
“abil”
“iya tuan”
“apakah kata kataku salah?”
“tidak tuan”
kalaupunsalah selalu benar saja bila tuan yang berkata(abil)
“aku hanya berusaha ,membuatnya sadar dengan keputusaannya,”
“iya tuan,saya paham”
Kembali malik terdiam seribu bahasa,pikirannya tertuju pada hari dimaana dia akan di beri tanggung jawab besar dalam hiduppnya,yaitu seorang istri,yang tidak dia cintai dan tidak mencintainya,
Sepulang dari GS GROUP, dia tidak berani keluar kamar ,dia takut tiba tiba saja aliya datang,dan memaki makinya kemali,dia hanya rebahan di tempat tidur dengan di temani foto ibunya,dia takut menghadapi aliya dengan tuduhan tuduhannya yang tidak masuk akal,malik hanya mencob a menghilangkan semua ke galauannya,dia mencoba membiarkan semua terjadi dengan kehendak sang pencipta,tapi layaknya manusia biasa,hatinya tetap merasa tertekan,dia merasa sudah tidak snaggup dengan keytaan yang sudah dan akan dia hadapi,sampai sampai netranya tak terasa telah banyak mengeluarkan air,
"Seandainya saja kau masih ada pasti semua tidak akan serumit ini ibu,aku bukan mengeluh,tapi aku merasa tidak kuat saja menghadapi ini sendirian,kenapa jalan hidupku begitu rumit,sehingga aku
Sampai tidak tahu lagi bagai mana aku harus menempuhnya,terkadang aku merasa allah itu tidak adil padaku,karna semua orang orang yang ku cintai pergi satu persatu meninggalkanku"
__ADS_1