Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah

Kau Mengatur Takdirku Sangat Indah
liburan


__ADS_3

Waktu yang di tentukan pun tiba,Minggu pagi mereka berangkat,dengan abil dan pak Mus juga,dua mobil mewah menuju sebuah danau yang tak begitu banyak pengunjungnya,target liburan tidak mewah,sekedar ingin menenangkan menikmati keindahan alam di danau dan taman XXxxxx,nampak sudah beberapa keluarga berada diatas karpet kecil sedang menikmati makanan yang mereka bawa dari rumah,dan ada juga beberapa anak kecil berlari larian,mereka tertawa lepas tanpa ada beban ,ada juga beberapa yang sedang memancing


pak Mus mulai menghampar karpet dan menata semua yang di bawA dari rumah ,Malik juga ikut serta dalam hal itu,begitupun dengan abil,Aliya keluar dengan kaca mata dan topi lebarnya,tuan dan nyonya Irawan mulai duduk dan menikmati pemandangan,lain halnya dengan Aliya dia masih terus menyusuri pinggir danau sambil menutup mukanya dengan shal sampai kacamatanyA,


pak Mus tetap stand by di karpet takut ada


ada yang butuh sesuatu,


"tuan apa tuan butuh sesuatu?"


abil menghampiri malik yang berdiri tertegun di bawah pohon besar di dipinggir danau,


"mancing asyik juga kali ya?" menyudahi pandangannya


"apa tuan mau mancing?"


"kita akan mancing,kita lomba siapa yang menang boleh meminta sesuatu pada yang kalah"


abil menyetujuinya saja dan bergegas menuju bagasi mobil,tak lama kemudian dia kembali dengan dua pancing,lama sudah mereka memegang gagang pancing namun tak satupun ikan yang nyangkut di kailnya


"abil Aliya kemana ya?"


"entahla tuan"


"saya chat saja ya"


"silahkan tuan!"


"dasar Aliya!'


"kenapa tuan?" abil ingin menjawab penasarannya


tanpaenjawab Malik menunjukkan hpnya


yang mana di situ sudah ada gambar adegan mesra Aliya bersama pacarnya


"astaghfirullah" abil tersentak kaget


"kenapa kamu ,pengen?"


"tidak tuan"

__ADS_1


"alasannya liburan keluarga,tapi masih nyempat nyempatin bersama orang lain,padahal tuan dari tadi nungguin"(Malik)


"ayo kita kesana,kasian tuan dan nyonya"lanjut Malik


abil dan Malik menarik pancingnya yang sedari tadi tidak di hAmpiri ikan


"sini tuan biar saya yang taruh di bagasi,tuan duluan saja"mengambil pancing dari tangan Malik


Malik menuju karpet yang sedari tadi sudah di gelar oleh pak Mus


"mana Aliya?"


"entahlah tuan,"Malik seperti tidak tahu sesuatu


"coba di telfon,biar kita bisa sama sama menikmati makanan ini"


Malik menelponnya hingga lima kali panggilan barulah tersambung


"ada apa pak bos?"


"tuan menunggu'


"baiklah 7 menit aku sampai"


"duduklah ayo kita makan ,setelah itu kita ambil gambar"(Irawan)


merekka sangat menikmati makanan yang sengaja mereka bawa dari rumah


"pak bos apa kau ingat dulu kau pernah menjatuhkan aku dari sepeda di sini?


Malik tertawa kecil mengingat kembali peristiwa itu karena danau itu memang dulu


sering di kunjungi keluarga Irawanbersama ibu Malik juga


"iya iya aku ingat"(meneruskan tawanya)


"kau menangis keras sekali di pangkuan ibu"


lanjut Malik


"iya bibi memang satu satunya orang yang paling bisa menggantikan mama,dia membalit lukaku sambil menceritakan kisah lucu ,hingga aku tidak merasa sakit lagi"

__ADS_1


wajah Aliya seketika seperti kekurangan ion


begitupun dengan Malik,mungkin mereka teringat ibu Malik sebagai sosok yang penyayang


Hesti hanya membisu mendengar aliya bercerita karna memang selama ini dia tidak pernah di anggap oleh Aliya


"sudah sudah ayo selesaikan makannya !"


Irawan memecah kesedihan mereka


"inikan liburan ,kok malah berlarut larut dalam kenangan sedih"


Acara makan selesai,mereka kembali menikmati pemandangan sekitar yang benar benar menyejukkan hati


Aliya beberapa kali mngambil gambar


sepertinya dia begitu menikmati liburannya,terlebih lagi dia masih bisa bisanya mengundang pacarnya sembunyi sembunyi


" tuan saya ketoilet dulu ya!


Malik berdiri minta ijin ke toilet umum


"pergilah!"


Malik berjalan menuju toilet umum dengan di buntuti abil


"apa kau mau ikut ke toilet ?"


"iya tuan"


"apa kau juga mau buang air?"


"tidak tuan"


"truss?"


"menemani tuan saja"


"kamu tunggu di sini saja,aku risih kalau ke toilet ada yang ngikuti"


sambil tertawa kecil menggoda abil

__ADS_1


sesuai perintah tuannya abil kembali ke karpet dan duduk menikmati suasana alam yang jauh dari polusi asap knalpot dan asap pabrik itu


__ADS_2