KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 10 SANGAT BERARTI


__ADS_3

Tahun berlalu dengan cepat. Sekarang Riana telah meginjak usia 20 tahun. Menjadi gadis yang manis serta memiliki kulit berwarna putih bersih. Banyak pria yang terpikat oleh Riana namun Riana hanya tidak memperdulikan.


Riana hidup sebagai gadis yang ramah dan selalu membantu ibunya berjualan. Terkadang mengantar sayuran pesanan menggunakan sepeda sejak masih kecil.


Seorang pria sedang berdiri di depan kedai ibunya berjualan.


"Riana ada Bu?" tanya Kelvin


"ada vin, masuklah," jawab ibunya Riana.


Setelah masuk. Kelvin melihat Riana sedang membungkus sayuran. Lalu kelvin pun mendekati Riana.


"Riana, siniku bantu," pinta Kelvin.


Riana hanya tersenyum kecil. Lalu mereka berdua pun membungkus sayuran. Kelvin adalah kawan Riana sejak Riana pindah rumah. Kelvin selalu membantu pekerjaan orang tua Riana, terkadang ikut mengantar sayuran bersama Riana. Tetapi Riana tidak mengangap spesial ke Kelvin. Riana tidak ingin terjadi ke dua kali seperti kisah pertama yang ditinggal pergi sama Rey. Namun Kelvin dan Riana sudah terbiasa melakukan bersama-sama. Riana hanya mengangap kelvin kawan biasa. Namun tampa sadar Kelvin sudah memendam perasaan suka ke Riana namun tidak berani bilang ke Riana.


"Riana. Bisa antarkan sayuran ini ke rumah pak Didik?" tanya ibunya.


"Bisa Bu," jawab Riana yang langsung berdiri mengambil sayuran yang akan diantar.

__ADS_1


Setelah itu Riana pergi namun ternyata Kelvin ikut mengawankan Riana. Mereka beriringan memakai sepeda sambil ngobrol.


"Riana, aku tidak menyangka kamu gadis seperti ini," kata Kelvin sambil mengayuh sepeda.


"Seperti apa Vin?" tanya Riana yang penasaran.


"Ya dulu kamu ngk terlalu cantik dan manis seperti sekarang," jawab Kelvin sambil tersenyum ke arah Riana.


"Ah kamu ini Vin. dasar tukang gombal. Selalu saja ngombalin. Berapa banyak cewek yang kamu gombalin vin?" tanya Riana sambil tertawa mengejek ke arah Kelvin.


"Tidak ada wanita yang aku gombalin dan ini juga bukan gombal loh Riana. Hanya ke kamu yang aku bilang seperti ini," jawab Kelvin sambil memandang Riana dengan muka yang serius.


"Kenapa memandangku seperti itu?" tanya Riana melihat muka Kelvin.


"Ya udah yok Vin kita mesti cepat. Mungkin orang yang mesan sayur ini sudah menunggu lama," kata Riana sambil mempercepat sepedanya.


Si Kelvin melihat sepeda Riana melaju cepat. Kelvin pun melajukan sepedanya agar tidak ketinggalan dibelakang. Kelvin tahu kalau Riana masih ingat Rey karena Riana dulu pernah cerita kalau dia punya kawan yang spesial dalam hidupnya, namun terpisah. Terkadang Riana masih menuju temlat bermain lamanya denga Rey seorang diri. Kelvin hanya mengikuti Riana dari jauh dan mengintip Riana jika Riana pergi kesana.


Setelah sampai di tempat rumah yang memesan sayur. Riana mengambil uang si pembeli dan langsung pulang beriringan dengan Kelvin.

__ADS_1


"Riana aku mau tanya, aku sering melihat boneka bintang selalu bersamamu. Apakah boneka itu sangat berharga bagimu?" tanya Kelvinyang dari dulu memang penasaran dengan boneka tersebut.


"Ya Vin. Sangat berharga. Aku tidak mau boneka ini rusak apa lagi hilang," jawab Riana yang tetap fokus mengayuh sepeda.


"Kenapa sangat berharga. Itukan cuma boneka. Pasti banyak jual model seperti itu di toko kalaupun hilang," kata Kelvin.


Mendengar ucapan Kelvin. Riana menghentikan sepedanya. Melihat Riana berhenti, si Kelvin pun menghentikan sepedanya juga.


"Vin. Memang banyak yang jual seperti itu. Tapi boneka yang samaku itu pemberian dari Rey. Aku tidak mau boneka itu hilang atau rusak. Aku akan menjaga boneka itu sampai Rey datang menemuiku dan melihat boneka itu masih bersamaku," jawab Riana, lalu melanjutkan mengayuhkan sepedanya lagi.


Si Kelvin pun ikut melanjutkan mengayuh sepeda mengikuti Riana dari samping.


Sepertinya boneka dari rey memang sangat berharga. Ngak terbayang kalau boneka i hilang. Pasti Riana merasa sangat sedih. segitu besarkah perasaan Riana ke Rey. Aku penasaran seperti apa Rey itu. Meski sudah beberapa tahun tidak bertemu tapi perasaan Riana tidak hilang. Aku merasa iri dengan Rey. Ucap Kevin dalam hati sambil sesekali memperhatikan Riana.


Kevin yang melihat sebuah tempat jajanan kecil, mengajak Riana ke sana. Lalu Kevin membelikan beberapa makanan dan minuman. Lalu mereka pun mencari tempat duduk dan menikmatinya.


Kevin yang melihat Riana, semakin besar harapan dia untuk mendapatkan Riana. Kevin hanya mencari cara agar Riana menyukainya.


"Kenapamu Vin memandang aku seperti itu?" tanya Riana dengan heran.

__ADS_1


"Tidak apa Riana," jawab Kevin yang langsung memalingkan mukanya karena malu.


Riana yang tidak mengangap serius, lalu menghabiskan makanannya. Setelah itu mereka melanjutkan pulang kerumah. Riana tidak banyak berbicara. Riana hanya fokus mendayung sepedanya.


__ADS_2