
Vian yang ingin berangkat ke kantor. Memanggil supirnya yang telah menjadi supir pribadi Vian sejak dia masih kecil. Setelah Vian masuk ke dalam mobil. Vian pun berangkat.
Vian yang telah sampai di kantor, langsung menemui David di ruangannya. Setelah sampai di pintu masuk ruang David, Vian mengetuk pintu. Dan seseorang menyuruh masuk. Sontak saja David terkejut melihat Vian yang masuk.
"Tumbenmu Vian ke sini?" ucap David yang mempersilahkan Vian duduk.
"Tadi pagi saya melihat, kalau kamu vid. Memposting berita tadi pagi. Jadi kamu serius Vid untuk mengadakan perlombaan?" tanya Vian sambil tertawa.
"Iya Vian. Sepertinya memang harus seperti itu. Kita dikejar waktu. Hanya tersisa 27 hari lagi," ucap David panik.
"Ya semoga berjalan lancar. Jadi kapan rencanamu untuk buat spanduk dan menyebarkan brosur?" tanya Vian yang melihat contoh brosur di atas meja David.
"Kemungkinan hari ini sudah mulai dibagikan dan di tayangkan di iklan tv. Aku akan mintak ke Dila agar menjadwalkan informasi ini ke tv secara cepat."
"Ya sudah. Kalau ada apa-apa, kasih tau ke saya Vid," pintak Vian sambil keluar dari ruangan David.
David lalu pergi ke ruang para staff nya. Saat David sampai. David melihat Yuni, Bima dan Siva sedang bergosip. Mereka selalu ketahuan sama David jika sedang bergosip namum David tidak terlalu merespon.
Yuni, Bima dan Siva tidak melihat David. Kalau david sedang memperhatikan mereka bertiga.
David sebaya Vian. David masih muda dan belum berkeluarga. David adalah kawan Vian dari SMA. Sehingga terkadang Vian dan David hanya memanggil nama dan tidak memperdulikan jabatan. Jadi Vian dan David masih terjalin akrab sampai sekarang.
Siva yang menyadari David sedang memperhatikan mereka. Siva langsung berlari ke kursi kerjanya.
"Lah ini anak kenapa?" tanya Bima yang heran melihat Siva.
Bima dan Yuni melanjutkan gosipnya sambil berdiri.
"Ehm," tiba-tiba David mengeluarkan suara.
__ADS_1
Sontak saja Bima dan Yuni terkejut. Mereka tau kalau suara itu adalah suara David.
"Ehh kerjaan ini. Bagusnya seperti ini," ucap Bima yang sengaja memalingkan bahan cerita karena ada David.
"Ehh iya bagus. Ohh ini juga bagus kalau ditambah," ucap Yuni membalas code dari Bima.
"Apa yang bagus?" ucap David sambil mendekati Yuni dan Bima.
"Eehh ini bos," jawab Bima yang bingung untuk mencari alasan menunjukkan ke David.
Tiba-tiba Bima dan Yuni langsung berlari dan duduk di meja kerja masing-masing.
"Gimana untuk rencana kita menyebarkan spanduk dan brosur?" tanya David yang menuju ke meja kerja Bima.
"Aman Pak. Terkendali," jawab Bima.
Ajudan Dila membukakan pintu untuk David. Lalu David melihat Dila sedang membaca beberapa berkas di atas mejanya.
"Ehh kamu Vid. Ada apa?" tanya Dila yang mempersilahkan David duduk.
"Dil. Aku mintak tolong. Aku ingin masukan iklan perlombaan untuk mencari vocalis baru untuk album seberkas cahaya secepatnya." pintak David.
"Baiklah Vid. Ohh ya, untuk video iklannya sudah kamu buatkan?" tanya Dila yang meletakkan berkas yang dia baca ke meja.
"Sudah Dil."
David pun memberikan sebuah flashdisk ke Dila. Lalu dila mengambil televon di mejanya dan menelvon staff yang bagian pengeditan video.
Setelah selesai menelvon. Dila menutup televonnya.
__ADS_1
"Jadi Vid. Berapa hari rencana untuk mencari peserta untuk lomba audisinya?" tanya Dila.
"Ya mungkin 3 hari. Aku ingin audisi berjalan dari pagi sampai jam 10 malam," jawab David dengan semangat.
"Apa itu tidak keterlaluan Vid. 3 hari lembur. Bagaimana nasib dirimu dan para staff mu?" Dila yang sedikit merasa iba.
"Mau gimana lagi. Kita tidak boleh menyia-yiakan waktu Dil. Aku juga sudah mengasih tau sama staff. Mereka bilang tidak apa-apa. Ini juga demi perusahaan," jawab Vian dengan mengarahkan kursinya ke samping.
"Ya sudah tapi jangan terlalu dipaksakan."
Dila dan David berbincang-bincang santai. Tiba-tiba ajudan Dila masuk dan memberi tau kalau staffnya sudah menunggu di luar. Dila menyuruh untuk masuk. Maka staff Dila pun masuk.
"Tolong video ini di tengok dan apabila ada kesalahan. Perbaikilah. Masukan video tersebut ke iklan yang harus banyak ditayangkan di tv..!!" ucap Dila sambil memberikan Flashdisk ke staff.
Setelah mendengar penjelasan dari Dila. Staff itupun meninggalkan ruangan Dila. Dila dan David melanjutkan perbincangan mereka.
Saat siang hari, David segera menuju ke ruangannya. Saat dalam ruangan, David duduk santai, agar dia dapat sedikit menghilangkan rasa letihnya yang mengharuskan tiap malam bergadang untuk menyusun rencana kegiatan audisi.
David tidak ingin mengecewakan kinerja dia di perusahaan RMD. David mengambil hp di saku celananya dan memesan Go Food untuk makan siang.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. David pun mempersilahkan masuk. Ternyata yang mengetuk pintu adalah Bima.
"Ya Bima. Ada apa?" tanya David yang mempersilahkan Bima duduk.
"Gini Pak David, untuk brosur sudah dibagikan dan untuk spanduk. Saya sudah menugaskan orang untuk memasang di setiap tempat keramaian." ucap Bima dengan percaya diri.
"Bagus lah kalau gitu Bima. Oh iya kamu udah makan?" tanya David.
Bima mengelengkan kepalanya. Melihat reaksi Bima. David pun mengambil hpnya dan memesan makanan lewat media online untuk Bima.
__ADS_1