KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 67 PERJODOHAN


__ADS_3

Pagi yang datang menerpa embun pagi hari. Vian diajak oleh ayahnya. Vian dengan pakaian rapi di lapisi oleh jas kantor.


Vian dan ayahnya yang sedang menuju ke mobil. Vian dan ayahnya pun segera masuk ke dalam mobil dan mereka menuju ke kantor induk perusahaan RMD.


Saat di perjalanan. Ayah Vian sangat senang karena Vian sedang menuju ke tempat kerja bersamanya.


Setelah sampai di perusahaan. Para pegawai menyapa presiden RMD dan Vian. Saat Vian berada dalam perusahaan induk RMD. Wanita-wanita yang bekerja selalu menantap Vian dengan perasaan kagum, namun Vian hanya diam tampa memperdulikan mereka.


Saat Vian dan ayahnya tiba di ruangan tempat VIP. Vian terkejut melihat ayah Lisa sedang menantikan kedatangan mereka berdua.


Vian dan ayahnya duduk di meja yang sama. Ayahnya Vian dan ayah Lisa mengobrol namun Vian hanya mendengar obrolan mereka berdua.


Tiba-tiba ayah Vian menoleh ke Vian.


"Vian. Ayah ingin mengajukan suatu pernyataan ke kamu Vian," ucap ayah Vian sambi memegang bahu Vian.


"Apa itu Ayah?" tanya Vian sambil melihat ke ayahnya.


"Begini. Pas sekali kamu datang. Jadi Ayah menelvon Ayah Lisa kemarin malam untuk menyuruh dia datang ke perusahaan."


"Jadi maksudnya gimana Ayah?" Vian makin ingin tau maksud dari perkataan ayahnya.


"Ayah akan menjodohkan kamu dengan Lisa," ucap ayah Vian sambil senyum ke.


Sesaat mendengar perkataan ayahnya. Hati Vian langsung terkejut dan seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Hati Vian seakan tersambar petir.

__ADS_1


"Ayah serius? kenapa tiba-tiba Ayah menyatakan soal ini?" tanya Vian seakan masih syok.


"Vian. Menurut ayah, itu terbaik. Kalau kalian menikah, perusahaan RMD dan perusahaan ayah Lisa bisa jadi satu Vian."


"Ayah bukan begitu.."


"Vian jangan membantah Ayah," tiba-tiba ayah Vian memotong pembicaraan Vian.


Ayah Lisa yang mendengar Vian. Hanya diam dan memang niat ayah Lisa dari dulu adalah untuk menjodohkan Vian dengan Lisa.


Vian lalu berdiri dan pamit untuk mencari udara segar. Vian yang telah keluar dari ruangan. Vian masih syok dan masih kesal dengan pernyataan ayahnya.


Vian lalu menuju ke ruangan ayahnya dan menunggu ayahnya sambil duduk dengan menundukkan kepala.


Setelah beberapa lama menunggu dengan renungan dan pikiran yang buntuh. Ayah Vian datang dan masuk ke ruangannya. Ayahnya melihat Vian sedang duduk.


Vian lalu berdiri dan mendekati ayahnya langsung.


"Ayah. Sebenarnya Vian tidak mau di jodohkan dengan Lisa. Vian mau sudah mendapatkan orang yang Vian suka," pintak Vian dengan sungguh-sungguh.


"Vian. Ayah tau apa yang terbaik untukmu. Ayah sudah merencanakan dari dulu, namun Ayah belum menyampaikan ke kamu karena menunggu saat yang tepat. Mungkin sekarang sudah waktunya Ayah bilang ke kamu," ucap ayahnya sambil duduk di meja kerjanya.


"Yah. Lisa itu tidak baik Yah. Ayah tidak tau kayak apa dia. Vian tidak bisa Ayah. Maaf Ayah kali ini Vian menolak. Vian sudah menemui wanita yang Vian suka."


"Wanita yang kamu suka? biasanya kamu tidak pernah mencintai wanita," ucap ayahnya dengan heran.

__ADS_1


"Ya dia membuat Vian nyaman."


"Tapi Vian. Meski begitu. Ayah tidak mau Ayah Lisa kecewa. Ayah Lisa sudah berjasa ke perusahaan kita."


"Jadi ayah menjual Vian? dengan menjodohkan Vian ke Lisa?" ucap Vian tidak menyangka kalau dirinya akan seperti ini.


"Vian jangan membantah Ayah. Tidak beberapa lama lagi. Kalian akan di bertunangan," ayah Vian lalu berdiri dari kursinya.


"Yah sampai kapanpun. Vian tidak setuju," Vian lalu keluar dari ruangan ayahnya.


Ayahnya hanya diam melihat Vian keluar dari ruangannya. Ayahnya tidak pernah melihat Vian seperti ini. Tapi ayahnya tetap dengan pendiriannya untuk menjodohkan Vian dan Lisa.


Apa yang mesti ku katakan ke Riana. Tapi bagaimana pun aku akan mencari cara agar perjodohan ini tidak jadi diselengarakan. Kenapa ayah dan anaknya sama saja membuat diriku menjadi bermasalah. Ucap Vian dalam hatinya.


Vian lalu tidak pergi ke luar perusahaan. Pikirannya yang sekarang sedang buntu dan tidak bersemangat. Vian lalu menuju ke tepi jalan untuk mencari taxi.


Tidak berlangsung lama. Vian melihat taxi dan memanggilnya. Vian lalu mengkasih tau ke supir taxi, rute perjalanan.


Vian yang menuju pulang ke rumah dan setelah mereka sampai di pekarangan rumah. Vian lalu mengkasih ongkos dan turun dari taxi.


Vian lalu masuk ke rumah dan menuju ke kamar tidurnya. Karena masih merasa syok, Vian lalu menyalakan musik di ponselnya dan tertidur.


***


Maaf jika sekali ini thors membuat ceritanya pendek. Karena hari ini thors banyak urusan. Jika ada kata yang salah..thors minta maaf, karena thors buru-buru upnya. Maaf ke pada readers..jangan lupa tinggalkan likenya ya 😁😁

__ADS_1


__ADS_2