KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 23 MARAH


__ADS_3

Pagi pun tiba. Riana yang terbangun dari tidurnya melihat jam dinding dan masih menunjukkan jam 5.30 wib.


Riana langsung menuju dapur dan melihat ibunya sedang masak untuk makan pagi dan mendekatinya.


"Sudah bangun rupanya kamu," kata ibunya Riana sambil masak.


"Sudah bu," jawab Riana sambil melihat masakan ibunya.


"Sana mandi dulu, sudah itu antarkan pesanan sayur. Daftar pesanan ada di meja ruang tamu," kata ibunya.


"Ya Bu. Riana mandi dulu."


Setelah itu Riana masuk ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian. Riana segera mengambil daftar pesanan dan langsung menyiapkan pesanan sayur yang akan di antar.


"Riana. Ibu duluan mau melihat tukang bekerja," kata ibunya sambil mengambil tasnya.


"Maksud Ibu. Tukang yang bekerja di kedai Ibu?" tanya Riana sambil melihat ibunya yang sudah sampai di depan pintu rumah.


"Iya. Dari kemarin mereka sudah bekerja. Mungkin sekitar dua hari lagi. Kita bisa membuka kedai. Ya sudah, ibu pergi dulu" ibu Riana langsung keluar rumah.


Riana hanya tersenyum kecil namun bertanya-tanya dalam hati. Dari mana ibunya bisa membuat kedai. Apakah dari tabungan dia selama ini. Riana pun mengurungkan pikiran tersebut dan melanjutkan kerjaannya.

__ADS_1


Tiba-tiba Kevin datang dan seperti biasa membantu Riana.


"Hay Riana. Jadi apa jadwalmu pagi ini?" tanya Kevin.


"Ya seperti biasa mengantar sayuran," jawab Riana sambil tersenyum.


"Oh soal kemarin malam. Aku mintak maaf telah buatmu kesal Riana," Kevin tampak malu ke Riana.


"Oh soal itu. Lupakan saja Vin. Mungkin karena aku capek makanya terbawak suasana. Aku juga minta maaf," balas Riana sambil fokus menyiapkan sayuran.


"Riana nyanyi dong," pinta Kevin.


"Nyanyilah...Ku mohon," pinta Kevin.


"Hmm ya deh. Tapi jangan terusan ya mintaknya," kata Riana sambil mengejek Kevin.


"Siap bos," Kevin yang tersenyum kecil memandang Riana.


Riana pun bernyanyi dan saat setengah lagu berlangsung. Tiba-tiba Kevin dan Riana terkejut mendengar suara ibunya yang dari tadi memperhatikan mereka.


"Riana apa yang kamu lakukan. Sudah ibu katakan jangan bernyanyi lagi," bentak ibunya sambil mendekati Riana.

__ADS_1


"Ibu," Riana yang menundukkan kepala.


"Maaf ibu Riana. Kevin yang salah yang memintak Riana nyanyi Bu," kata Kevin yang merasa bersalah.


"Riana sudah Ibu katakan berkali-kali, nyanyi tidak ada gunanya. Jangan habiskan waktumu untuk hal yang tidak berguna," kata ibu Riana yang semakin marah dan tidak memperdulikan perkataan Kevin.


"Bu. Apa salahnya dengan nyanyi. Nyanyi bisa membuat Riana merasa," Riani yang belum sempat menyelesaikan bicaranya tiba-tiba ibunya Riana menampar Riana.


Riana yang merasakan tamparan ibunya meskipun tidak terlalu keras namun membuat air matanya keluar. Riana yang tahu kalau ibunya sangat marah sekali jika dengar Riana nyanyi. Seharusnya Riana sudah tahu apa yang dibenci dalam hidup ibunya, tetapi Riana tidak bisa meninggalkan hobinya bernyanyi.


"Riana. Maafkan ibu," kata ibu Riana sambil memegang pipi Riana.


Riana memandang ibunya hanya bisa diam. Tiba-tiba saja ibunya memeluk Riana. Kevin yang melihat hanya bisa membisu dan merasa bersalah.


"Sudah Ibu bilang jangan bernyanyi. Kamu bebas melakukan apa yang kamu mau Riana tetapi satu pintak Ibu. Jangan pernah bernyanyi lagi," pinta ibunya sambil melepaskan pelukan ke Riana.


"Ya Bu," Riana tampak kurang semangat membalas kata ibunya.


Ibu Riana pun menghapus air mata Riana. Ibunya pulang ternyata ada barang yang tertinggal sehingga harus pulang. Setelah mengambil barang tersebut, lalu ibu Riana melanjutkan pergi keluar rumah.


Kevin pun memintak maaf ke Riana. Riana pun memaafkan Kevin dan mereka pun melanjutkan dengan kerjaan mereka.

__ADS_1


__ADS_2