KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 21 PAMIT


__ADS_3

Dalam perjalanan Riana dengan Dila. Riana tidak banyak mengobrol. Riana hanya melihat pemandangan. Setelah lama Dila mengemudi mobilnya. Dila memberhentikan mobilnya.


"Riana kita sudah sampai, gimana menurutmu pemandangannya?" tanya Dila sambil menikmati angin yang berhembus.


"Waahh bagus Kak. Tidak disangka, kota yang begitu besar ada di tempat seperti ini," Riana terkagum melihat suasana banyak bunga tulip serta udara yang masih alami.


"Kak, lihat di sini ada," Riana tiba-tiba menghentikan bicaranya saat berpaling ke arah Dila dan melihat Dila meneteskan air mata.


"Kak kenapa?" sambil mendekati Dila.

__ADS_1


"Riana bunga tulip. Seperti apa bagimu?" tanya Dila sambil memetik bunga tulip.


"Bunga melambangkan cinta yang sempurna. Kemewahan. Serta jalinan yang abadi," jawab Riana menjelaskan.


"Benar jika itu menurutmu Riana. Dulu lama sekali, aku mempunyai seorang kekasih. Orangnya sangat dermawan. Kami mempunyai kesamaan. Kami selalu tertawa. tiga tahun menjalani hubungan. Sekalipun kami tidak pernah bertengkar. Kami mempunyai tanggal ulang tahun yang sama. Sewaktu itu aku tidak tahu dia mempunyai sakit kanker otak sehingga aku baru tahu saat dia telah beberapa minggu dirawat. Aku juga baru tahu saat dokter bilang kalau masa hidupnya tidak berapa lama lagi. Saat satu hari sebelum ulang tahun kami. Aku ingin membuat hari yang sangat bahagia bagi dia sebelum dia pergi selamanya. Aku ingin mengasih bunga tulip ke padanya tapi saatku baru sampai di rumah sakit ternyata dia telah pergi untuk selamanya. Bunga yang sebanyak ini kamu lihat adalah tanda besarnya cintaku ke dirinya. Aku percaya kalau meskipun dia jauh, namun hatinya dan rasa cintanya masih ada untukku," kata Dila sambil mengusap air matanya.


Meskipun dia jauh, namun hatinya dan rasa cintanya masih ada untukku (terbayang dari ucapan Dila). Rey meskipun mu jauh dan ku tidak tahumu dimana sekarang, seakan seperti terpisah oleh dua dunia yang berbeda. Apakah hatimu masih untukku?. Ucap Riana dalam hatinya.


"Terima kasih Riana. Kamu benar pasti dia sekarang sedang memperhatikan kita dan tersenyum" kata Dila yang sudah tidak lagi bersedih.

__ADS_1


"Riana, apakah ada orang berharga di dalam hidupmu saat ini?" tanya Dila sambil memandang Riana dengan serius.


"Ada Kak, namun Riana tidak tahu di mana dia berada," Riana sambil menundukkan kepala.


"Suatu saat pasti dia akan kembali, percayalah selagi kamu percaya sama dia," jawab Dila sambil tersenyum.


Riana hanya tersenyum kecil yang bimbang apakah harus dipercaya atau tidak. Karena Riana telah berniat untuk melupakan. Tapi saat sampai sekarang Riana tidak bisa melupakan Rey.


Setelah lama mereka memandang tempat itu. Dila mengajak Riana pergi pulang ke rumah. Karena hari yang sudah menjelang sore.

__ADS_1


Saat mereka sudah sampai di rumah Dila. Dila mau mengajak Riana untuk menginap tapi Riana menolak dengan alasan takut ibunya khawatir. Dila yang mengerti dengan alasan Riana. Akhirnya menyetujuinya. Supir yang pergi dengan Riana yang dari tadi menunggu Riana tidak kesal kalau Riana lama pergi karena Dila sudah mengasih supir tersebut uang.


Akhirnya setelah siap-siap dan berpamitan dengan Dila. Dila berpesan agar suatu saat Riana harus main lagi ke rumah Dila. Riana pun mengangguk setelah itu Riana pun berangkat kembali kerumah. Menuju ke desa Teluk Bintang. Dari jauh Riana melambaikan tangan ke Dila dan Dila membalas melambaikan tangan juga.


__ADS_2