KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 62 PERNYATAAN LISA


__ADS_3

Saat mereka lagi lari pagi. Tiba-tiba kaki Riana terkilir dan membuat Riana terjatuh. David yang melihat Riana terjatuh. David lalu menuju ke arah Riana dan David lalu jongkok di depan Riana.


"Kamu kenapa?" tanya David yang melihat muka Riana.


Riana lalu memegang kakinya. David lalu melihat ke arah kaki Riana. David lalu segera memegang kaki Riana yang terluka. Riana lalu kesakitan saat kakinya yang keseleo dipegang David.


"Tahan sebentar," ucap David yang mengobati luka kaki Riana.


Riana hanya melihat kakinya yang diurut sama David sambil menahan kakinya.


"Tahan ya sakitnya," ucap David yang fokus mengurut kaki Riana.


"Coba berdiri," pintak David ke Riana.


Riana lalu berdiri. Riana merasa kalau kakinya sudah tidak sakit lagi.


"Wah Kak pandai sekali Kak," ucap Riana sambil mencoba melangkahkan kakinya.


"Ya sudah kalau sudah tidak sakit. Kita lanjutkan kembali ke apartemen. Lagi pula kita tidak boleh buang-buang waktu untuk latihanmu di perusahaan.


David dan Riana segera menuju pulang ke apartemen. Tiba-tiba Lisa yang sedang menyetir melihat David dan Riana sedang jalan kaki. Lisa pun langsung menepikan mobilnya dan segera turun dari mobil.


Lisa yang sedang menuju ke arah David dan Riana. Lisa lalu memanggil David. David yang mendengar suara Lisa. David lalu menoleh ke arah suara tersebut.


"Lisa. Sedang apa kamu di sini?" tanya David ke Lisa.


"David, aku mau menyampaikan sesuatu ke dirimu," ucap Lisa sambil melihat ke arah Riana.


"Menyampaikan apa?" tanya David ke Lisa.


"Begini. Aku dulu menelvon presiden RMD. Jadi aku mintak ke dia, agar aku di jadikan sebagai penyanyi di album seberkas cahaya dan dia setuju."


"Apa kamu bilang. Kamu yang menjadi vocalisnya?" tanya David ke Lisa sambil melihat sekilas ke arah Riana.


"Iya. Kalau kamu tidak percaya. Kamu bisa menghubungi presiden perusahaan RMD," ucap Lisa sambil memandang Riana dengan sinis.


Riana yang melihat Lisa yang memandang dirinya dengan muka sinis, Riana hanya bisa diam dan mencoba agar tidak mencari masalah.


"Nantik aku bicarakan ke berbagai pihak soal ini ke perusahaan," ucap David sambil mengkerutkan keningnya.


"Ya sudah Lisa. Kami mau pulang dulu," ucap David sambil menuju ke arah apartemennya.


Riana yang melihat David pergi. Riana lalu mengikuti langkah David pulang.

__ADS_1


Akan aku buat dirimu hancur Riana. Dasar gadis kampung. Ucap Lisa dalam hatinya dalam batin sambil melihat David dan Riana pergi.


Riana yang melihat muka David yang tidak seperti biasanya. Riana lalu mencoba untuk bertanya ke David namun Riana tidak berani. Riana akhirnya mengurungkan niatnya untuk bertanya dan hanya mengikuti David pulang.


Setelah mereka sampai di apartemen David. David lalu duduk di sofa dan melihat Riana.


"Riana, jangan pikirkan perkataan Lisa tadi. Aku akan mencoba mendiskusikan soal ini ke perusahaan," ucap David yang melihat ke arah Riana.


"Ya Kak kalau begitu. Kak mau Riana siapkan mie?" tanya Riana mencoba membuat David tenang.


"Ya sudah, siapkan lah," David lalu membaringkan badannya di sofa.


Riana lalu menuju ke dapur dan segera memasak mie untuk David. Saat Riana masak, Riana masih teringat muka Lisa yang memandangnya dengan sadis.


Lisa itu kenapa. Heran aku melihat itu orang. Tapi apakah dia sudah tau kalau aku sama Vian berpacaran?. Ucap Riana dalam batinnya sambil memasak.


Setelah masak. Riana lalu menuju ke arah David dan menarok mie tersebut di meja dekat David yang sedang tertidur di sofa.


"Kak David. Bangun Kak. Mienya sudah siap Kak," Riana lalu mengoyangkan badan David.


David lalu terbagun dari tidurnya. David lalu melihat Riana.


"Ada apa?" tanya David sambil mendudukkan badannya.


"Ya sudah," David lalu berdiri dan menuju ke kamar mandi untuk cuci muka.


Setelah David keluar dari kamar mandi. David langsung duduk di sofa dan menikmati makanannya.


"Tunggu. Kamu juga mau masak mie untukmu Riana?" tanya David yang melihat dua piring berisi mie.


"Iya Kak. Emang kenapa?" tanya Riana yang menunggu David untuk makan bersama.


David lalu menjitak kepala Riana.


"Aduh. Sakit Kak. Emang kenapa Kak?" tanya Riana sambil heran.


"Kamu lupa. Makanan yang mesti kamu makan?" tanya balim David.


"Tapi ini sudah terbuat loh Kak," ucap Riana sambil melihat mangkuk mienya.


"Sini aku makan dua. Kamu tidak boleh memakan itu," David lalu mengambil ponselnya di atas meja dekat kursi sofa.


David lalu menekan aplikasi untuk memesan makanan lewat media online. Setelah David memesan makanan untuk Riana. David lalu meletakkan ponselnya dan memakan mie di hadapan Riana.

__ADS_1


Riana yang melihat David makan. Riana menjadi kesal dan ngiler yang melihat David makan. David yang melihat Riana, David tidak memperdulikan Riana. David hanya fokus makan.


David lalu melihat Riana yang berdiri. David tidak merespon Riana. David hanya melihat Riana mengambil perlengkapan mandinya, lalu menuju ke kamar mandi.


David yang melihat Riana menuju ke kamar mandi. David tidak memperdulikannya dan hanya fokus makan mie buatan Riana.


Tiba-tiba suara bel pintu ruangan David berbunyi. David lalu segera berdiri dan menuju ke pintu.


David lalu membukakan pintu dan melihat pria mengantarkan pesanan yang dipesan oleh David.


David lalu mengambil makanan dan menyuruh pria itu menunggu. David segera menuju ke kamar tidurnya untuk mengambil uang.


David lalu menuju ke pria tersebut dan membayar. David lalu menutup pintu dan segera melanjutkan makannya.


Setelah Riana selesai mandi dan berpakaian dalam kamar mandi. Riana lalu ditegur oleh David.


"Hoi. Itu makananmu. Makanlah," ucap David sambil menunjuk makan ke Riana.


Riana lalu mendekati makanannya tersebut. Riana tidak begitu semangat membuka bungkusan makanan tersebut.


Hmm. Makanan apa ini. Jadi tidak selera melihatnya. Ucap Riana dalam hatinya setelah membuka bungkusan makanan tersebut.


David yang melihat Riana tidak begitu semangat dengan makanan yang dipesan oleh David. David hanya diam dan tidak memperdulikannya.


Riana lalu makan dengan terpaksa sambil bergumam kesal dalam hatinya.


"Ya sudah. Aku mau mandi dulu. Kamu habiskan makanan itu," David lalu berdiri dan menuju ke kamar mandi yang terdapat dalam ruangan kamar tidurnya.


Riana pun segera menghabiskan makanannya dengan perasaan kesal.


"Sampai kapan Aku akan makan makanan ini," ucap Riana berbicara sendiri sambil mengunyah makanan di mulutnya.


Setelah Riana selesai menghabiskan makannya. Riana lalu berdiri dan membereskan meja tempat mereka makan.


Setelah Riana selesai mencuci piring. Riana lalu segera menuju ke perlengkapan bedaknya. Riana lalu merias mukanya.


Tidak beberapa lama. David pun keluar dari ruangan tempat tidurnya dengan mengunakan pakaian jas kerja.


David lalu duduk di kursi sofa sambil menunggu Riana selesai merias dirinya. Setelah Riana selesai, mereka berdua pun segera menuju ke mobil David dan segera menuju ke perusahaan RMD.


***


Makasih kepada readers yang sudah memberikan like. Bagi yang belum, mohon untuk memberikan likenya agar author bisa selalu memberikan cerita yang lebih menarik dan bersemangat. Terima kasih kepada para readers yang sudah setia membaca novel 'Kenangan Sedih'. :)

__ADS_1


__ADS_2