KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 22 KESAL


__ADS_3

Saat suasana Malam. Setelah perjalan yang panjang yang ditempuh oleh Riana. Akhirnya Riana sampai ke desa tempat dia tinggal. Riana pun langsung mengarah ke rumah dan saat telah sampai. Riana melihat Kevin dan ibunya menunggu di luar. Setelah Riana turun dari mobil, lalu mobil pick up tersebut langsung pergi meninggalkan Riana di depan rumahnya.


Terlihat oleh Riana muka ibunya yang sedang cemas. Kevin yang duduk samping ibu Riana langsung buka bicara tetapi ibunya Riana yang duluan ngomong ke Riana.


"Dari mana saja kamu Riana? Tahukah kamu ibu sangat cemas Riana," ibu Riana langsung memeluk Riana.


"Maaf Bu. Rupanya tempat Riana antar sayur itu, rumahnya Dila yang dulu ginap di rumah kita Bu. Terus Riana diajak ke perusahaanya. Sangat mewah Bu. Terus Riana juga berkenalan dengan pria di sana. Dia baik orangnya dan ramah Bu. Terus Riana diajak Dila ke tempat yang penuh dengan bunga tulip sudah itu baru pulang Bu," jawab Riana yang senang.


Kevin yang mendengar Riana dapat kenalan merasa sedikit cemburu. Ibu Riana yang mendengar ekpresi Riana senang. Tidak jadi memarahinya karena melihat Riana yang begitu senang.


"Ya sudah. Besok jangan dibuat lagi Riana. Ibu sangat khawatir. Ibu tidak mau kehilangan mu," kata ibunya sambil menjewer telinga Riana.


"Ibu. Riana tidak kenapa-kenapa kok Bu," sambil kesakitan yang telinganya dijewer ibunya.


"Ya udah ibu masuk dulu Riana. Siapkan makan malam," sambil masuk ke rumah.


"Riana. Tahukah kamu betapa cemasnya Ibumu memikirkan kamu Riana," kata Kevin sambil berdiri.

__ADS_1


"Maaf Kevin. Soalnya aku terbawak suasana di sana," Riana yang menundukkan kepala seakan merasa bersalah.


"Ya sudah. Tadimu bilang ke Ibumu kalau Riana berkenalan dengan pria di sana. Hati-hati dengan orang kota. Kita tidak tahu di belakang orang itu baik apa jahat," kata Kevin sambil melihat langit malam.


"Dia baik kok Vin. Malahan dia mentraktir aku makan dan mengajak keliling melihat-lihat perusahaan," jawab Riana yang seakan masih mengigat saat dia di perusahaan RMD.


"Riana kamu baru pertama bertemu. Kenapa mau di ajak makan?" Kevin mengucapkan dengan sedikit kesal.


"Vin kenapa kamu kesal? memangnya aku salah ya?" tanya Riana yang melihat Kevin kesal.


"Ya salahlah. Kalau dia kasih yang tidak-tidak gimana?" Kevin yang masih kesal mulai memandang Riana.


Kevin hanya diam saja melihat Riana masuk ke dalam rumah. Kevin pun masuk ke rumah Riana dan mengucapkan mau pamit pulang ke Ibunya Riana.


"Riana di mana Bu?" Kevin yang melihat sekeliling.


"Riana tadi mengarah ke kamar mandi. Mungkin dia sedang mandi Vin," kata ibu Riana yang sedang menyiapkan makan malam.

__ADS_1


"Ya udah Kevin pulang dulu Bu," pinta Kevin.


"Makan dulu Vin. Baru pulang," saran ibu Riana ke Kevin.


"Tidak Bu. Makasih. Kevin masih ada urusan yang lain Bu," ucap Kevin sambil tersenyum kecil ke ibu Riana.


"Baiklah Vin. Terima kasih sudah mengawankan Ibu menunggu Riana pulang," balik senyum ibu Riana ke Kevin.


"Sama-sama Bu. Kevin berangkat dulu," Kevin pun mengarah keluar rumah Riana.


Setelah Riana selesai mandi dan sudah selesai ganti pakaian. Riana ke ruang makan dan melihat hanya ibunya yang duduk sendirian. Riana menanyakan Kevin dan ibunya menjawab sudah pulang.


Riana duduk samping ibunya dan mereka pun makan malam. Setelah selesai makan. Riana merasa sangat lelah. Riana menuju ke kamarnya.


Riana duduk di tepi tempat tidur dan Riana lalu mengigat saat dia bersama Vian.


Kenapa aku memikirkan dia. Padahal baru kenal tetapi seakan sudah kenal lama. Apa aku pernah bertemu dengannya. Ucap Riana salam batinnya yang seakan mencoba mengigat Vian dalam masa lalunya.

__ADS_1


Riana tidak bisa mengigat masa lalunya kalau Vian pernah bertemu dengannya. Riana sangat yakin kalau Vian baru bertemu pertama kali di perusahaan RMD. Riana masih bingung, kenapa dirinya seakan sudah akrab dengan Vian.


Riana yang merasa heran, lalu Riana segera membaringkan badannya ke tempat tidur. Riana pun tertidur.


__ADS_2