KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 25 KEMBALI KEPERUSAHAAN


__ADS_3

Saat di ruang VIP. Presiden RMD, Avian serta Dila mereka bertiga sedang berbincang-bincang. Meskipun mereka satu keluarga namun dalam pekerjaan, mereka tidak mengangap keluarga tetapi sebagai rekan kerja. Pak Hardianto tidak ingin urusan kerjaan disangkut pautkan dengan keluarga.


"Jadi apa keputusan setelah ini Vian?" tanya Pak Hardianto.


"Untuk saat ini saya ingin mengadakan rapat kepada seluruh manajer," jawab Vian.


Tiba-tiba seseorang masuk keruangan mereka bertiga. Orang tersebut adalah Dio, direktur RMD yang telah digantikan oleh Vian. Setelah Dio duduk bergabung dengan mereka dan menyambut kepulangan Vian dari pendidikannya luar negeri.


"Selamat kembali Pak Vian dan juga selamat atas jabatan direktur RMD," sambil menjabat tangan ke Vian.


Dio adalah anak dari kakak ayahnya Vian sekaligus abang sepupu Vian. Saat Vian keluar negeri untuk menyelesaikan pendidikannya di Perancis, Dio menjabat sementara sebagai Direktur RMD sampai Vian kembali ke perusahaan.


RMD adalah perusahaan yang dibangun sama mendiang ayahnya Hardianto bersama anaknya yaitu Hardianto Dirgantara. Mereka membangun perusahaan RMD dengan susah payah dan sekarang RMD sudah menjadi perusahaan berkelas internasional.


"Vian kenapa mu terburu-buru mengadakan rapat. Setidaknya kamu baru kembali dari Perancis. Biarkan badanmu beristirahat sebentar," kata Pak Hardianto.


"Tidak Pak presiden. Saya tidak bisa bermalas-malasan meskipun saya baru kembali. Dila tolong kasih tahu ke semua manajer untuk rapat sekitar 2 jam lagi. Saya ingin mendiskusikan tentang album seberkas cahaya," pintak Vian ke Dila.

__ADS_1


"Baik Pak Vian" Dila pun langsung berdiri dan keluar ruangan.


"Kamu tidak berubah, selalu cekatan dan sigap" kata Pak Hardianto ke Vian sambil menepuk kecil bahu Vian.


"Terima kasih Pak Presiden" kata Vian sambil tersenyum.


Dio yang melihat Vian merasa iri hati dan tidak senang melihat Vian. Dio yang dulu direktur umum sekarang menjabat sebagai manajer HRD.


Setelah mereka selesai berbincang-bincang. Presiden RMD, Vian dan Dio keluar dari ruangan dan menuju ke ruangan masing-masing.


Vian yang sedang berjalan menuju keruangannya. Ajudannya berdiri depan pintu ruangan Vian dan menyapa direktur baru RMD.


"Terima kasih Fano," sambil tersenyum ke arah Fano.


Fano merupakan ajudan lamanya Vian yang masih aktif bekerja. Vian sudah lama mengenal Fano sehingga mereka terkadang terlihat akrab di luar jam kantor.


Setelah Vian duduk di ruangannya dan mencek berkas-berkas yang ada di mejanya. Dan melihat catatan tentang keuangan perusahaan.

__ADS_1


Dana yang diperlukan semuanya 10 miliar untuk perilisan album seberkas cahaya. Aku harus melihat detail peritem. Kenapa bisa sebesar itu dananya. ucap Vian dalam Batin sambil termenung.


Vian lalu menekan tombol di atas mejanya. Lalu tidak berapa lama Fano masuk keruangan Vian.


"Ya Pak. Ada apa?" tanya Fano.


"Bawakan ke saya berkas detail rencana anggaran untuk album seberkas cahaya sekarang," pinta Vian.


"Siap Pak," jawab Fano sambil meninggalkan ruangan Vian.


Lalu Vian melanjutkan mencek berkas yang ada di mejanya dan bertanya dalam hati. Apa yang dilakukan Dio selama ini. Kenapa masih banyak berkas-berkas yang belum ditanda tangani dan belum dilaksanakan. Lalu vian berdiri dan berjalan menghadap jendela dan melihat pemandangan kota yang sangat padat.


Vian membayangkan perkataan wawancara saat acara penyambutannya tadi kalau mereka menanyakan dana album seberkas cahaya yang perusahaan tidak mempunyai dana untuk membiayai album tersebut.


Perusahaan mengalami kerugian besar akibat Dio yang tidak bisa mengontrol keuangan perusahaan. Vian mengetahui kerugian perusahaan tersebut saat dia berada di perancis untuk menyelesaikan pendidikannya.


Vian yang masih memandang pemandangan dari jendela.

__ADS_1


Aku harus menemukan jalan keluar atas masalah ini. Aku mesti mulai dari mana soal ini. Ucap Vian dalam hatinya sambil melipatkan tangannya di bawah dada.


Vian yang masih termenung memikirkan jalan keluar yang masih melihat pemandangan melalui kaca jendela.


__ADS_2