KENANGAN SEDIH

KENANGAN SEDIH
BAGIAN 44 KEMUNCULAN LISA


__ADS_3

Vian dan Riana melihat hari sudah mulai senja. Riana mengajak Vian untuk pulang. Mereka pun kembali ke mobil dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Riana. Aku tadikan udah janji untuk bawak pergi makan-makan. Untuk merayakan keberhasilan tahap pertamamu, Riana," ucap Vian sambil mengemudi mobilnya.


"Ya deh Vian."


"Riana mau makan apa?" tanya Vian sambil mengarahkan pandangannya ke Riana.


"Hmm apa ya. Terserah deh Vian. Yang penting enak," jawab Riana sambil tersenyum kecil ke arah Vian.


Vian pun membuka gps yang ada dimobilnya. Lalu Vian melihat ke arah gps untuk memastikan jalanan yang bebas dari macet.


Setelah mereka sampai di tengah kota. Vian lalu mengarahkan mobilnya ke sebuah restoran yang sangat besar. Vian segera memakirkan mobilnya dan mereka pun masuk kedalam restoran.


Saat tiba di dalam restoran yang sangat mewah dan berkelas. Vian lalu memegang tempat duduk dan menyuruh Riana duduk. Riana yang melihat Vian yang romantis, hanya bisa tertawa kecil. Setelah Riana duduk, Vian lalu menuju ke kursinya.


Tiba-tiba pelayan datang ke arah mereka dan membagikan kertas yang berisi menu makanan. Vian dan Riana lalu menentukan makanan yang akan di pesan. Setelah menentukan makanan, pelayan restoran pun pergi.


"Vian, kamu selalu membawak aku ketempat makan yang berkelas mewah. Di sini pasti mahal, Hemat uangmu Vian."


"Santai saja Riana. Ini spesial buatmu. Makan saja. Masalah biaya jangan dipikirkan," ucap Vian tertawa kecil.


"Dasar mu Vian. Terima kasih ya Vian atas hari ini. Ku sangat senang," ucap Riana sambil tersenyum ke Vian.


Vian hanya tersenyum sambil mengangguk iya. Saat mereka mengobrol. Tiba-tiba seorang cewek berdiri di samping meja makan tempat Vian dan Riana.

__ADS_1


"Hay Vian. Apa kabar?" ucap wanita yang menghampiri mereka.


Vian dan Riana lalu mengarahkan pandangannya ke wanita tersebut. Vian lalu terkejut.


"Lisa..!! kamu sudah pulang dari luar negeri?" tanya Vian dengan pandangan kurang suka ke Lisa.


Lisa adalah kawan Vian sewaktu satu kuliah di luar negeri. Lisa sangat menyukai Vian, namun Vian tidak menyukai Lisa karena Lisa terlalu ikut campur urusan pribadi Vian.


Lisa lalu mendekati Vian dan memeluk Vian dari belakang yang sedang duduk. Tentu saja Vian tersentak kaget. Riana yang melihat Lisa dan Vian, hanya bisa terdiam.


"Apa-apaan kamu Lisa. Kamu tidak lihat suasana di sini. Jangan buat malu aku Lisa," Vian yang merasa sedikit kesal atas kelakuan Lisa.


Lisa pun tertawa dan duduk bergabung di meja makan Vian dan Riana.


"Hay Kak. Aku Riana."


"Apa-apan kamu ini Lisa. Sejak kapan kita pacaran. Jangan ngaku-ngaku kalau aku pacarmu Lisa," ucap Vian dengan sedikit geram ke Lisa.


Riana jadi bingung dan heran melihat Vian yang kesal ke Lisa.


"Vian. Jangan lupa pada saat itu. Ku harap kamu tidak melupakannya," ucap Lisa ke Vian seakan untuk mengigatkan Vian tentang sesuatu.


Vian lalu diam dengan pandangan yang tidak suka ke arah Lisa. Lisa pun berdiri dan pergi dari tempat itu sambil membelai dagu Vian. Riana bertanya-tanya maksud dari perkataan Lisa tentang Vian untuk tidak melupakan sesuatu.


Saat Lisa pergi. Vian menatap Riana. Vian melihat Riana dengan tatapan heran ke dirinya.

__ADS_1


"Riana. Maaf atas apa yang terjadi tadi," ucap Vian sambil memegang tangan Riana di atas meja makan.


"Ya Vian. Tidak apa-apa kok Vian. Memangnya dia siapa Vian? dia tadi bilang kalau dia pacar Vian."


"Bukan. Dia bukan siapa-siapaku. Dia hanya menyukaiku, namun aku tidak suka dengan dia."


"Kan dia cantik loh. Menyesal ntar melepaskan dia. Apa salahnya coba terima dia."


"Riana jangan bahas tentang dia. Aku tidak suka," jawab Vian sambil sedikit kesal.


Riana lalu diam mendengarkan perkataan Vian dan meminta maaf. Vian yang melihat Riana, lalu menjitak kepala Riana.


"Aduh. Kenapa aku dijitak si Vian?" tanya Riana sambil memegang kepalanya.


"Biar pikiran negatifmu keluar," jawab Vian dengan sedikit tertawa.


Riana lalu mengarahkan tangannya ke Vian untuk membalas perbuatan Vian barusan, tetapi Vian menghindarinya dan mengejek Riana. Riana lalu diam dan merajuk. Vian yang melihat Riana merajuk. Segera memencet hidung Riana. Riana lalu melepaskan tangan Vian dari hidungnya. Riana melihat Vian tertawa, Riana pun tersenyum kecil. Riana lalu membelai lembut pipi Vian. Saat Vian diam merasakan Riana membelai pipinya. Tiba-tiba Riana membalas jitak Vian ke Riana tadi. Vian langsung memegang kepalanya yang barusan kenak jitakkan Riana.


"Rasakan itu," ucap Riana yang tertawa sambil mengejek Vian.


"Dasar curang ya. Awas nantik. Ku balas," jawab Vian yang masih memegang kepalanya.


Tiba-tiba pelayan restoran datang ke meja makan Vian dan Riana. Pelayan tersebut meletakkan pesanan makanan Vian dan Riana. Lalu pelayan restoran tersebut segera meninggalkan mereka.


Vian dan Riana lalu menyantap makanan mereka. Mereka lalu makan sambil mengobrol. Setelah mereka menghabiskan makanan. Vian dan Riana menuju ke kasir restoran. Vian lalu membayar makanan mereka, lalu segera meninggalkan restoran dan menuju ketempat mobil Vian. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju pulang kerumah.

__ADS_1


__ADS_2