
Saat hari audisi tahap kedua di gelar. Riana dan Vian bersiap-siap untuk berangkat. Saat mereka sudah di dalam mobil. Mereka pun berangkat menuju ke tempat audisi kedua.
Selama perjalanan. Vian sesekali memperhatikan Riana yang sangat tegang.
"Riana. Santai saja. Jangan terlalu tegang," ucap Vian untuk menenangkan Rianan.
"Ya meski berusaha untuk santai, aku masih tetap tegang Vian."
"Riana. Ingatlah, bahwa panggung itu milikmu. Lakukan yang terbaik," ucap Vian sambil memegang tangan riana dengan sebelah tangan Vian.
"Iya Vian. Makasih ya," jawab Riana yang sudah agak tenang.
Saat mereka sudah sampai di tempat audisi Riana. Riana lalu keluar dari mobil.
"Riana. Jangan lupa kasih kabar tentang hasilnya nantik. Beri hasil yang terbaik. Aku menunggu kabar darimu," ucap Vian dari dalam mobil.
"Ya Vian. Aku tidak mau mengecewakan fans aku," jawab Riana sambil senyum ke arah vian.
"Bagus. Kalau begitu aku berangkat dulu Riana. Sampai jumpa," Vian lalu menutup jendela mobil dan pergi meninggalkan Riana.
Riana lalu masuk ke perusahaan tempat audisi kedua. Saat sudah di dalam perusahaan. Riana bertanya ke satpam, untuk menunjukkan tempat ruang audisi.
Setelah mendapat petunjuk dari satpam. Riana segera menuju ke ruangan audisi. Saat diperjalanan. Seseorang memanggil Riana. Sontak saja Riana mengarahkan pandangannya ketempat asal suara.
Ternyata suara yang memanggil Riana adalah Lisa. Riana terkejut yang melihat Lisa sedang menuju ke arahnya.
"Rianakan. Di mana Vian?" tanya Lisa yang berhadapan dengan Riana.
"Vian di perusahannya Kak."
"Sayang sekali. Kamu di sini gapain Riana?" dengan pandangan dingin ke Riana.
"Aku di sini untuk ikut audisi Kak."
__ADS_1
"Hmm gitu ya. Oh iya asal kamu tau, jangan dekatin Vian. Vian itu milikku dan ingat Riana. Saya bisa saja tidak meluluskanmu dalam audisi, karena saya bisa berbuat apa saja yang saya inginkan, atau lebih parahnya saya bisa membuatmu hancur," ancam Lisa ke Riana.
"Kak. Jika Vian milik Kak. Kenapa Kak tidak pernah terlihat sama Vian?" tanya Riana yang seakan kesal karena diancam.
"Kami berdua sibuk. Jadi kami jumpa jarang, yang penting jauhi Vian. Jika dirimu tidak menginginkan hal sesuatu yang buruk," ucap Lisa dan lalu meninggalkan Riana.
Riana hanya heran dengan sikap Lisa. Riana lalu melanjutkan keruangan audisi. Saat telah sampai ke ruangan audisi. Riana melihat beberapa orang yang telah mulai maju untuk bernyanyi. Riana lalu duduk di kursi tempat antrian.
Riana melihat juri kemarin yang sedang menilai para peserta yang maju, satu persatu. Riana melihat orang beberapa orang yang memberikan dukungan yang merupakan kerabat-kerabat dari peserta audisi. Tidak beberapa lama. Seseorang membuka pintu tempat audisi. Ternyata Dila yang baru datang. Riana yang melihat Dila datang, merasa senang. Dila lalu menuju ke kursi penonton.
Saat Dila sudah duduk dan melihat ke arah juri, ternyata juri tersebut adalah David. Dila terkejut dan sedikit heran.
David ternyata yang selama ini jurinya. Apakah Riana tidak tau kalau David jurinya. Mungkin Riana tidak kenal David, itu sih wajar bagi Riana. Tapi biarlah, selagi David menjalani tugasnya untuk mencari peserta pengisi vocal untuk album seberkas cahaya. Aku tidak keberatan jika dia mengadakannya di sini. Ucap Dila dalam hatinya.
Saat giliran Riana tiba. Dila lalu memperhatikan dengan serius saat orang yang ditunggunya maju. Riana lalu menjadi sangat tegang.
Saat Riana tegang, Riana lalu teringat perkataan Vian. Kalau panggung itu adalah milik Riana. Riana lalu tersenyum dan merasa tenang setelah teringat perkataan Vian.
Riana lalu bernyanyi. Para juri dan semua orang yang ada di dalam berfokus ke Riana. David sang juri sangat terkagum dengan nyanyian Riana.
Saat nama Riana ditunjuk sebagai pemenang. Riana sangat gembira, begitu juga dengan Dila yang ikut gembira mendengarnya.
Saat para peserta lain dan para penonton lain meninggalkan ruangan, yang tersisa hanya Riana dan Dila yang masih berada di kursi penonton. David tidak menyadari kalau Dila ada di sana.
"Selamat atas terpilihnya dirimu ya Nasya Riana. Oh iya namaku David Surya. Kamu bisa memangilku dengan sebutan David," ucap David sambil menjabat tangan ke Riana, atas keberhasilan Riana.
"Ya Kak David. Makasih ya Kak David memilih Riana sebagai pemenang," Riana pun menjawab jabatan tangan David.
"Jadi begini. Untuk kedepannya kamu harus dalam pengawasan saya. Semua makanan dan minuman yang akan kamu makan. Harus dalam aba-aba saya. Saya tidak ingin kalau kamu tidak mematuhi saya. Apakah kamu setuju Riana?" tanya David yang memberikan arahan ke Riana.
"Tapi setelah menang. Bukankah dapat hadiah besar kak?"
"Tentu saja. Tapi dalam menang dalam artian setelah album seberkas cahaya menang dan banyak terjual di pasar. Riana bisa mengambil hadiahnya. Audisi ini hanya sebagai mencari peserta untuk mengisi suara album. Tentu saja masih banyak yang mesti Riana jalani, sampai album selesai terbuat," jawab David yang menatap muka Riana dengan serius.
__ADS_1
Tentu saja Riana terkejut. Riana tidak menyangka kalau dia mesti banyak melalui rintangan. Riana hanya bingung dengan kondisi ibunya. Riana tau kalau ibunya melarang bernyanyi.
Bagaimana ini. Ibu saja tidak tau kalau Riana sebenarnya mengikuti audisi disini. Apalagi kalau Riana mesti berlama-lama di kota Blinda untuk mengisi suara seberkas cahaya. Tapi ini adalah mimpiku untuk menjadi penyanyi terkenal. Aku ingin seperti ini agar ibu tidak perlu lagi jualan dan berpanas-panasan di kebun. Tapi apakah ibu mengizinkannya. Aku rasa tidak mungkin. Aku mesti gimana. Ucap Riana dalam hatinya.
"Hay Riana. Malah bengong. Kamu dengar tidak?" tanya David yang menegur Riana karena melihat Riana melamun.
"Eh Kak. Maaf Riana melamun. Kak bisa kasih jawabannya dalam dua hari lagi. Riana mesti nanya ke ibu Riana dulu," pintak Riana dengan sedikit bernada mohon.
"Hmm aneh kamu. Ya sudah kalau begitu. Dua hari lagi, kamu telah memberi jawabannya ke saya. Ok Riana."
"Ya Kak. Makasih ya Kak," ucap Riana sedikit tersenyum ke David.
Lalu Lisa tiba-tiba datang ke ruangan. David dan Riana yang melihat Lisa datang ke arah mereka hanya diam.
"Wah Riana menang. Hebat kamu Riana. Jangan bilang kalau karena direktur RMD kamu menang," ucap Lisa setelah mendekati Riana.
"Direktur RMD. Riana tidak tau ataupun kenal dengan direktur RMD dan dia tidak ada sangkut pautnya dengan ini," jawab Riana yang tidak terima dibilang seperti itu.
David tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Lisa. Dila yang melihat terjadi sedikit kekecauan. Dila segera turun dari kursi penonton dan menuju ke arah mereka.
Sontak saja David dan Lisa terkejut melihat Dila menuju ke arah mereka.
"Dila. Kamu ada di sini?" tanya David yang melihat ke arah Dila.
"Ada apa ini. Kenapa sepertinya ada keributan?" Dila bertanya balik.
"Tidak ada apa-apa Dil," ucap David yang mencoba menenangkan suasana.
"Baiklah begitu, kalau tidak ada masalah. Riana, selamat atas terpilihnya sebagai pengisi suara album seberkas cahaya," ucap Dila yang tersenyum ke arah Dila.
"Hay Lisa. Apa kabarmu?" tanya Dila yang memandang ke arah Lisa.
"Baik Dil. Sedang apa di sini dila?" tanya Lisa dengan heran.
__ADS_1
"Hanya melihat-melihat saja. Oh iya, saya masih ada kerjaan di kantor. Kalau begitu saya pamit. Riana ayok pergi bersama saya."
Dila dan Riana pamit ke Lisa dan David. Dila dan Riana meninggalkan ruangan audisi dan menuju ke tempat parkir mobil Dila. Mereka berdua pun pergi dan menuju ke perusahaan RMD.