
Riana yang melihat pergi Vian telah menghilang dari pandangannya. Riana memanggil ibunya. Lalu tidak beberapa lama, ibunya Riana membukakan pintu.
"Apa ini, banyak sekali belanjamu Riana?" tanya ibu Riana yang melihat barang belanja Riana.
"Ini pemberian Vian Bu," Riana lalu masuk ke dalam rumahnya dan menuju ke kamar.
"Siapa itu Vian?" ibu Riana menutup pintu dan mengikuti Riana ke kamarnya.
"Kawan Riana Bu Yang dulu Riana ceritakan ke Ibu. Dulu itu loh yang Riana berada di perusahaan RMD," jawab Riana sambil meletakkan barang bawaannya.
"Dia itu. Tapi kenapa dia sampai ke desa ini?" tanya ibunya dengan penasaran.
Melihat ibunya penasaran. Lalu Riana duduk di tempat tidurnya dan menceritakan semuanya.
Setelah ibunya mendengar cerita Riana. Lalu ibunya keluar kamar Riana. Riana lalu menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
Riana mengambil barang belanjanya dan mengambil lava lamp, lalu mencolokan kabel lava lamp. Riana mematikan lampu dan menghidupkan lava camp.
"Wah cantiknya..!!" mata Riana terpesona dengan lava lamp yang memancarkan cahaya lampu yang memenuhi ruangan kamar Riana. Riana duduk sambil menyandarkan mukanya ke meja sambil melihat lava camp.
Vian makasih ya. Aku suka dengan pemberianmu ini. Sekarang aku punya tiga barang yang berharga. Boneka dan lava camp dari Vian, lalu boneka dari Rey. Gumam Riana dalam hati sambil memegang boneka dari Rey waktu kecil.
Riana yang tiba-tiba mengigat kejadian saat bersama Vian waktu berjalan berdua tadi. Riana tersenyum sambil tetap melihat lava campnya.
Terima kasih untuk malam ini Vian. ucap Riana dalam hati, lalu Riana mematikan lava lamp dan bersiap-siap untuk tidur.
Vian yang tiba di lokasi tempat ojek, lalu memintak untuk mengantarkannya ke tempat mobilnya. Vian tidak kembali ke penginapan karena dia rasa lebih bagus untuk langsung pulang ke rumahnya.
Setelah Vian sampai di tempat mobilnya. Dia melihat supirnya di dalam mobil. Vian mengetuk pintu kaca mobil, membuat supirnya terbangun dari tidurnya. Melihat Vian dari jendela kaca supirnya pun membukakan pintu mobil.
"Maaf ya, membuat menunggu," ucap Vian dengan tersenyum ke arah supirnya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Pak, Vian" jawab supirnya.
"Jadi gimana? apa sudah bagus mobilnya?" tanya Vian.
"Sudah Pak. Bapak mau berangkat sekarang?" tanya supir sambil membukakan pintuk belakang mobil.
"Boleh. Kita berangkat sekarang!" Vian pun mengarah ke ojek yang mengantarnya lalu mengasih uang.
Setelah ojek pergi. Vian masuk ke mobil lalu supirnya menutup pintu belakang mobil dan mengarah ke tempat kursi mengemudi. Lalu mereka pun berangkat.
Vian yang teringat saat bersama Riana menjadi tersenyum sendiri. Dalam perjalanan tidak berhenti Vian senyum sambil menatap pemandangan dari luar kaca jendela mobil.
Vian yang merasa sangat gantuk, akhirnya tertidur. Supirnya yang dari tadi melihat Vian tersenyum, bertanya-tanya dalam hati kenapa Vian bisa seperti ini.
Apakah karena dia bertemu Riana. Ahhh, itu tidak mungkin karena Vian kehilangan ingatan. Ayah Vian melarang aku bercerita sedikit pun soal kisah masa lalu Vian. Tapi aku senang melihat Vian yang bisa tersenyum seperti ini lagi. Sudah lama aku tidak melihat dia tersenyum. Ucap supir Vian dalam hati sambil mengemudi mobil.
__ADS_1
Supir Vian sudah lama bekerja di keluarga Vian. Dari Vian masih kecil, supirnya mengetahui kisah Vian. Namun ayahnya Vian melarang supirnya bercerita dengan alasan agar Vian tidak frustasi atau tertekan dengan cerita ibunya yang meninggal.